<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377</id><updated>2012-02-11T09:46:01.824+07:00</updated><category term='nugraha'/><category term='Maha'/><category term='dasa warsa'/><category term='sujud penggalian'/><category term='luhur'/><category term='Sri'/><category term='sapto'/><category term='wahyu'/><category term='Harjosapuro'/><category term='Pawenang'/><category term='sapta'/><category term='budi'/><category term='Kuwasa'/><category term='wewarah'/><category term='Kerohanian'/><category term='penggalian'/><category term='hyang maha suci'/><category term='Widhi'/><category term='darma'/><category term='sapta darma'/><category term='sri pawenang'/><category term='penyembuhan non medik'/><category term='brahmono'/><category term='sujud'/><category term='warga'/><category term='agama sapta darma'/><category term='Sopuro'/><category term='sri gutomo'/><category term='Arjo'/><category term='resi'/><category term='Hyang'/><category term='Suwartini'/><category term='darmo'/><category term='AGAMA'/><category term='panuntun agung'/><category term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan Hidup Sri Gutomo</title><subtitle type='html'>Perjalanan hidup Sri Gutomo adalah peristiwa yang diamati dan dicatat dalam ingatan mengenai kehidupan Bapak Arjo Sopuro, penerima wahyu ajaran Sapto Darmo (Sapta Darma). Orang Jawa tidak terbiasa mencatat peristiwa yang terjadi disekelilingnya. Karena itu,setelah bertahun-tahun, tulisan ini hanya menghimpun ceritera dari pelaku sejarahnya saja. Banyak peristiwa ditulis tanpa tanggal, hanya dari ingatan saja.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-6280359472970167402</id><published>2011-08-18T08:56:00.006+07:00</published><updated>2011-08-19T06:33:37.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hyang maha suci'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyembuhan non medik'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo   (hal 34)</title><content type='html'>&lt;a href="http://s09.flagcounter.com/more/usZ"&gt;&lt;img src="http://s09.flagcounter.com/count/usZ/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_5/maxflags_248/viewers_17+AGUSTUS+2011/labels_1/pageviews_1/" alt="free counters" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.flagcounter.com/"&gt;Free counters&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;PENYEMBUHAN NON MEDIK,&lt;br /&gt;DASAR PENGERTIANNYA,&lt;br /&gt;MENURUT PENGHAYATAN AJARAN KEROHANIAN SAPTA DARMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diajukan sebagai naskah&lt;br /&gt;dalam seminar "peranan non medik didalam pengobatan"&lt;br /&gt;penyelenggaraan ikatan dokter indonesia (i.d.i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sri pawenang&lt;br /&gt;tuntunan agung jurubicara kerohanian sapta darma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal 1&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENYEMBUHAN NON MEDIK &lt;br /&gt;DASAR PENGERTIANNYA,&lt;br /&gt;MENURUT PENGHAYATAN AJARAN KEROHANIAN SAPTA DARMA.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengantar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Garis besar isi naskah ini sudah termuat dalam abstrak yang kami sampaikan kepada Panitia Penyelenggara Seminar beberapa hari lalu. Oleh karenanya tak perlu hal itu disinggung lagi.&lt;br /&gt;Untuk memberikan penjelasan secara lengkap dan terperinci akan hal yang kami kemukakan adalah sulit, karena waktu yang diberikan yang memang harus terbatas tak memungkinkan untuk itu. Maka kami hanya akan mengemukakan hal2 yang esensial saja. Meskipun demikian diharapkan sudah dapat memberikan kejelasan yang diinginkan.&lt;br /&gt;Hal-hal yang kami kemukakan sehubungan dengan &lt;strong&gt;"Penyembuhan Non Medik" banyak yang lebih bersifat abstrak daripada konkrit.&lt;/strong&gt; Dan untuk yang demikian sering sukar untuk dijelaskan dengan logika ilmiah. Karenanya kami mencoba untuk memberikan keterangan dengan cara bukan menurut disiplin ilmiah secara murni, tetapi mempergunakan &lt;strong&gt;"dasar ilmiah dari suatu pengertian", &lt;/strong&gt;dalam tujuan memudahkan uraian penjelasan.&lt;br /&gt;Keawaman dibidang Ilmu Pengetahuan lain (khususnya Ilmu Kedokteran dan Ilmu Alam) membuat penjelasan2 kadang2 terasa janggal, tidak sesuai dengan "disiplin" ilmu yang tersangkut. Namun hal yang demikian diharapkan tidak merupakan sebab dari timbulnya kekaburan pengertian dari "pengertian" yang dimaksud.&lt;br /&gt;hal 2&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Hubungan antara Makhluk didunia dengan Penciptanya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ajaran berdasarkan Ke Tuhanan memberikan pengertian bahwa semua yang ada milik Tuhan. Semua makhluk tercipta karena kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;"Unsur" Ke Tuhanan merupakan "dzat"utama bagi keberadaan suatu makhluk. Tanpa ini suatu keberadaan (maya ataupun nyata)tidak akan pernah ada.&lt;br /&gt;Unsur itu adalah Sinar Cahya Allah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sinar Cahya Allah &lt;/strong&gt;berperan sejak awal, akhir dan selama keberadaan sesuatu makhluk. Keberadaan suatu makhluk selamanya tidak akan lepas dari "jangkauan" Sinar Cahya Allah.&lt;br /&gt;Sinar Cahya Allah meresap kedalam suatu keberadaan (abstrak ataupun konkrit) dan berubah menjadi pembentuk perwujudan. Pembentuk perwujudan itu "hidup" dan bergerak karena didukung oleh adanya Sinar Cahya Allah.&lt;br /&gt;Kemudian saling berkumpul, berkembang dan entah apa namanya untuk membentuk suatu perwujudan. Dalam kejadian itu Sinar Cahya Allah tetap merupakan unsur utama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keadaan dan kemampuan lingkungan yang tercipta sebelumnya ikut berperan dalam proses perubahan dan perkembangan Sinar Cahya Allah menjadi pembentuk perwujudan dan proses selanjutnya. Sehingga dapat dilihat adanya makhluk Tuhan yang bermacam wujud, bentuk, kelakuan, watak dan sifat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peran dan wujud Sinar Cahya Allah sesudah terwujudnya makhluk, bermacam-macam. Sebagai atom2, sel2 dan bentuk2 lainnya yang nyata, ataupun wujud2 yang abstrak berupa rokhani, nafsu2, cipta, dan sebagainya. &lt;br /&gt;hal 3&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B.  Manusia, makhluk Tuhan yang tertinggi martabatnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia mempunyai martabat paling tinggi diantara makhluk Tuhan yang lain karena Tuhan telah memberikan "peralatan" yang lebih lengkap dan sempurna dibandingkan yang diberikan kepada makhluk lain.&lt;br /&gt;Manusia dapat menjalankan kehidupannya berdasar program yang disusun oleh cipta, rasa dan karsa yang tidak mungkin dilakukan oleh makhluk lainnya. Perkembangan peradapan manusia yang menghasilkan seperti apa yang dapat dilihat menunjukkan &lt;strong&gt;"cerminan sifat2 Tuhan" yang diberikan kepada manusia melalui Rokhani manusia&lt;/strong&gt;. Akan hal rokhani manusia, adanya cipta,rasa dan karsa Rokhaniah membuat manusia dengan mudah dapat mendekatkan diri kepada Tuhan untuk memohon. Dengan "memelihara" Rokhaninya, manusiapun dapat menggunakan "kekuatan-kekuatan" yang ada didalam pribadinya seoptimal mungkin untuk kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupannya. Dengan rohani pula manusia dapat mengendalikan nafsu2 yang ada dalam pribadinya untuk diarahkan pada tujuan2 baik.&lt;br /&gt;Alat-alat dan kemampuan2 itulah yang membuat manusia mempunyai martabat yang lebih tinggi daripada makhluk Tuhan yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;hal 4&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Penyembuhan dijalan Tuhan.&lt;br /&gt;menurut Ajaran Kerohanuian Sapta Darma.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C1. Sakit, pengertiannya menurut Ajaran Kerokhanian Sapta Darma&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tubuh manusia terdiri dari atom2. Atom-atom merupakan sesuatu yang hidup, bergetar, bergerak, saling tarik membentuk sel2, jaringan sel2 dalam komponen2 tubuh yang disebut otak, hati, tulang, kulit dan organ tubuh lainnya. Komponen-komponen membentuk suatu jaringan dalam sistim yang sempurna.&lt;br /&gt;Pada tubuh manusia hidup yang normal, komponen2 dalam sistim merupakan komponen2 yang aktip dan kompak. Bergetar, berdenyut, bergerak, mengirim tanda, menyalurkan dan melaksanakan perintah, dll. dalam suatu tata kerja yang aktip, harmonis, bersama-sama mewujudkan sesuatu yang hidup.&lt;br /&gt;Atom, sel dan komponen dapat menjalankan tugas karena pada itu terdapat "tenaga penggerak" bagiseluruh kegiatan.&lt;br /&gt;Tenaga itu adalah "getaran2 hidup" yang terdiri dari : "getaran2" Sinar Cahya Allah dalam pribadi manusia; Cipta, rasa dan karsa Rokhaniah dan getaran2 sari2 bumi.&lt;br /&gt;Jika diibaratkan, getaran2 hidup itu terhadap tubuh manusia : Sinar Cahya Allah sebagai "udara yang mengandung zat asam" bagi atom supaya tetap hidup;Cipta-rasa-karsa Rokhaniah merupalkan sumber tenaga bagi atom, sel, komponen agar tetap dapat bergerak; sedangkan sari2 bumi sebagai bahan bakar, minyak pelumas dan suku cadang.&lt;br /&gt;Atom-atom dalam tubuh dapat mengambil daya dengan optimal jika atom2 dapat bekerja secara normal. Tersebut dapat terlaksana jika keseimbangan dan keselarasan tata kerja dalam sistim terpenuhi. Jika tidak, atom2 akan tak dapat sepenuhnya memanfaatka getaran2 hidup. Akibat lebih jauh adalah sel2, komponen2 yang dibentuknya kurang atau tak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;Dalam tubuh yang "seimbang" getaran2 hidup mendukung tugas atom, sel dan komponen dengan cara yang seimbang. Artinya sesuai dengan sistim dan kebutuhan tiap atom, sel, komponen. Gangguan bagi pelaksanaan tugas getaran2 hidup membuat "pelayanan" yang diberikan menjadi kurang/tak sempurna. Ini berarti kebituhan tiap atom, sel, komponen tidak terterpenuhi sebagaimana mestinya, dan timbulah kelainan2 pada atom, sel dan komponen.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua hal tersebut diatas, pelaksanaan tugas atom yang tidak normal dan ketidak sempurnaan getaran2 hidup melakukan tugasnya, merupakan sebab dari timbulnya kelainan2 dalam tubuh. Kelainan-kelainan ini yang dinamakan sakit.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal 5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8.C.2.  "Alat-alat dalam tubuh yang bisa dimanfaatkan &lt;br /&gt;dalam usaha penyembuhan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hidup merupakan gabungan unsur jasmaniah dan unsur Rokhaniah.&lt;br /&gt;Wadag manusia dengan segala organ2 anatomis, yang dapat diraba, dilihat,(dengan mata biasa atau mikroskop) merupakan unsur jasmaniah nyata.&lt;br /&gt;"Alat2" jasmaniah yang adanya hanya dapat ditandai dengan rasa dan mata abstrak (mata batin, mata rokhani) merupakan unsur jasmaniah abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.2.1. Unsur jasmaniah nyata.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam tubuh manusia terdapat jaringan sarap dengan otak kecil sebagai pusatnya. Pada tempat2 tertentu dalam jaringan rasa terdapat &lt;strong&gt;talirasa2&lt;/strong&gt; (simpul sarap ?) yang ditandai dengan dua puluh macam nama. Talirasa yang dua puluh macam itu berjumlah tiga puluh buah, terletak di tiga puluh tempat dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;Macam nama diambilkan dari nama2 hurup Jawa yang jumlahnya dua puluh.&lt;br /&gt;Duapuluh macam nama, tiga puluh talirasa tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;"Ha"&lt;/strong&gt; yang terletak dipangkal lidah (Bhs.Jw.: tenggok)&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;"Na"&lt;/strong&gt; pada pangkal leher bagian depan, pada arah lurus dengan letak pipa napas bercabang.&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;"Ca"&lt;/strong&gt;   ditengah-tengah tulang dada (Jw.: Iga malang).&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;"Ra"&lt;/strong&gt;   pada ujung tulang dada (kecer ati).&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;"Ka"&lt;/strong&gt;   tepat pada pusat (puser).&lt;br /&gt;6. &lt;strong&gt;"Da"&lt;/strong&gt;   di "bathukan", sebelah atas kelamin.&lt;br /&gt;7. &lt;strong&gt;"Ta"&lt;/strong&gt;   pada tulang ekor.&lt;br /&gt;8. &lt;strong&gt;"Sa"&lt;/strong&gt;   pada rulang belakang (ula2), segaris lurus dengan "ka".&lt;br /&gt;9. &lt;strong&gt;"Wa"&lt;/strong&gt;   dibawah tulang belikat (enthong2). (2)&lt;br /&gt;10. &lt;strong&gt;"La"&lt;/strong&gt;  tepat di tengkuk.&lt;br /&gt;11. &lt;strong&gt;"Pa"&lt;/strong&gt;  diketiak kiri dan kanan. (2)&lt;br /&gt;12. &lt;strong&gt;"Dha"&lt;/strong&gt; pada siku bagian depan (lipatan siku). (2)&lt;br /&gt;13. &lt;strong&gt;"Ja"&lt;/strong&gt;  terletak pada pergelangan tangan, bagian depan. (2)&lt;br /&gt;14. &lt;strong&gt;"Ya"&lt;/strong&gt;  ditelapak tangan. (2)&lt;br /&gt;15. &lt;strong&gt;"Nya"&lt;/strong&gt; dibawah kedua tetek. (2)&lt;br /&gt;16. &lt;strong&gt;"Ma"&lt;/strong&gt;  pada pangkal kedua selangkangan. (2)&lt;br /&gt;17. &lt;strong&gt;"Ga"&lt;/strong&gt;  dibagian depan lutut.(2)&lt;br /&gt;18. &lt;strong&gt;"Ba"&lt;/strong&gt;  pada kedua pergelangan kaki. (2)&lt;br /&gt;19. &lt;strong&gt;"Tha"&lt;/strong&gt; terletak dikedua telapak kaki. (2)&lt;br /&gt;20. &lt;strong&gt;"Nga"&lt;/strong&gt; terletak tepat ditengah antara dua kening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ke tiga puluh buah talirasa merupakan alat bagi usaha penyembuhan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sarinya sari2 bumi dalam tubuh manusia merupakan "Makhluk" dengan getaran2 hidup yang paling sempurna sesudah Sinar Cahya Allah dan Rokhani.Kemampuan yang mendekati unsur aslinya (Sinar Cahya Allah) merupakan faktor penting dari sarinya sari2 bumi untuk dimanfaatkan dalam usaha penyembuhan.&lt;br /&gt;Sarinya sari2 bumi pada keadaannya , merupakan suatu dalam tubuh yang memiliki getaran-getaran hidup meskipun tidak se sempurna tubuh manusia dimana itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal 6&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.2.2. Unsur Jasmaniah Abstrak.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nafsu-nafsu, cipta, rasa dan karsa jasmaniah merupakan unsur jasmaniah yang abstrak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam Simbol Pribadi Manusia, nafsu2 digambarkan sebagai lingkaran dalam warna: hitam, merah, kuning dan putih.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nafsu2 hitam, merah dan kunng adalah nafsu2 yang betul2 bersifat jasmaniah. Sedang nafsu putih meskipun timbul dari Rokhani, dengan melihat faktor pengaruh jasmaniah yang menyebabkan timbulnya nafsu itu, digolongkan sebagai nafsu jasmaniah.&lt;br /&gt;Nafsu2 diperbanyak macamnya dan dimiliki oleh "Saudara" dalam pribadi manusia yang ditandai dengan dua belas nama. Macam2 nafsu merupakan watak, sifat dan kelakuan daripada Saudara manusia yang dua belas macam itu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dihitung dengan angka, saudara manusia dalam pribadinya ada 14 tempat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adanya dapat dibuktikan dengan rasa dan mata batin. wujud,rasa, tabiat, watak, dan sifatnuya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Penelitian pada hal itu menunjukkan selain Rokhani sebagai salah satu saudara, saudara yang lain yang bernama Bagindakilir dapat dimanfaatkan sebagai alat dalam penyembuhan. Bagindakilir terletak pada ujung jari2 tangan kanan-kiri.  &lt;br /&gt;Cipta, rasa dan karsa jasmaniah dapat dipandang sebagai alat dalam usaha penyembuhan. Sebab, pada waktu dilakukan penyembuhan cipta harus diam, rasa seolah-olah harus dimatikan dan karsa harus sepenuhnya tertuju pada keinginan untuk sembuh; boleh dikatakan semacam sugesti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal 7&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.2.3.  Unsur-unsur Rokhaniah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rokhani manusia mempunyai Cipta, Rasa dan Karsa. Dihubungkan dengan cipta, rasa dan karsa jasmaniah : Cipta dan Karsa Rokhaniah merupakan pendukung utama bagi kesempurnaan kerja cipta dan karsa jasmaniah. tanpa Cipta dan Karsa Rokhaniah, cipta dan karsa jasmaniah tak akan dapat berfungsi.&lt;br /&gt;Rasa Rokhaniah yang berfungsi sebagai unsur hidup terdapat diseluruh tubuh, memegang kemudi terhadap rasa2 jasmaniah manusia.&lt;br /&gt;Cipta Rokhani bertugas mengadakan hubungan dengan Hyang Maha Kuwasa. Mencapai tempat2 yang dikehendaki dengan "Gelombang pikiran" dengan tenaga/ daya penggerak berupa Karsa Rokhani. Cipta Rokhani juga bertugas menuntun cipta dan karsa jasmaniah untuk berjalan pada jalur yang benar.&lt;br /&gt;Karsa Rokhani merupakan penggerak Rokhani termasuk Cipta dan Rasanya. Boleh dikatakan Karsa Rokhani merupakan cerminan dari Karsa/Kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Tentu saja karena hanya cerminan, Karsa Rokhani mempunyai kemampuan yang terbatas.&lt;br /&gt;Melihat pada tugas Cipta, Rasa dan Karsa Rokhani; dapatlah diyakinkan bahwa itu dapat dimanfaatkan untuk usaha penyembuhan.&lt;br /&gt;Keyakinan itu akan makin kuat jika dimengerti tugas sebenarnya daripada Rokhani terhadap manusia yaitu sebagai pamomong, penuntun jasmani agar jasmani bahagia, tenteram selamat dalam menjalankan segala gerak kehidupannya.&lt;br /&gt;Untuk membedakan Sinar Cahya Allah dalam pribadi manusia dengan Sinar Cahya Allah yang ada diluar pribadi manusia, &lt;strong&gt;Sinar Cahya Allah dalam pribadi disebut sebagai unsur Rokhaniah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena fungsinya sebagai pendukung untuk keberadaan segala sesuatu didalam tubuh, maka unsur Rokhaniah ini jelas mempunyai kemampuan. &lt;strong&gt;Kemampuan Sinar Cahya Allah dalam pribadi ini dapat dimanfaatkan sebagai alat penyembuhan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;hal 8&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.3.  Cara Penyembuhan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada lima cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan :&lt;br /&gt;Sabda Usada, Menggarap Talirasa, Sujud, Ulah Rasa dan menggerakkan Bagindakilir (Nur Rasa).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.3.1.  Penyembuhan dengan sabda Usada.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan untuk penyembuhan terhadap orang lain, jarak jauh atau jarak dekat. Caranya :&lt;br /&gt;- Didahului dengan ening dirasakan berkumpulnya getaran-getaran hidup berkumpul di-ubun2 tempat Rokhani bersemayam. Getaran-getaran hidup tersebut ditarik oleh Rokhani. Tentu saja tidak semuanya, sebab masih diperlukan dukungan untuk menggerakkan seluruh atom, sel, komponen tubuh.&lt;br /&gt;Pada saat ketiga getaran hidup berkumpul, pada saat itu pula ubun2 "terbuka" dan melesatlah Cipta Rokhani dengan tenaga penggerak karsa Rokhani, menuju sumber segala keberadaan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- "Diperhatikan"&lt;/strong&gt; batin Rokhani mengucap: Allah Hyang Maha Agung, Allah Hyang Maha Rokhim, Allah Hyang Maha Adil.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Dirasakan &lt;/strong&gt;Sinar Cahya Keagungan, Kerokhiman, Keadilan Tuhan masuk dalam pribadi dan meleburperpaduan ketiga getaran2 hidup menjadi "daya/kekuatan" yang untuk mudahnya dinamakan "atom berjiwa", atom2 rokhaniah yang dapat dikendalikan oleh Rokhani.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Diperhatikan &lt;/strong&gt;selanjutnya,batin Rokhani mengucap: Hyang Maha Kuasa nyabda si A waras (Hyang Maha Kuasa menyabda si A sembuh).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Dirasakan &lt;/strong&gt;getaran pengaruh atom berjiwa turun kemulut.&lt;br /&gt;Keluar dorongan ucapan: Waras !&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Dikirimkan &lt;/strong&gt;atom berjiwa oleh Cipta dan Karsa Rokhani kepada penderita. Untuk jarak dekat kiriman langsung ditujukan pada bagian yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal 9&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.3.2. penyembuhan dengan menggarap Talirasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan untuk penderita sakit ingatan, atau sakit yang ada hubungannya dengan kerja sarap, sakit karena ada bagian badan yang kurang/tidak sehat. Caranya :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-Ening&lt;/strong&gt;, dibentuk atom berjiwa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Talirasa &lt;/strong&gt;yang berhubungan dengan badan yang sakit (pada penderita) diputar-putar (diuyek-uyek) dengan jari tengah tangan kanan sambil atom berjiwa disalurkan ketubuh sisakit melalui itu. Apabila Rokhani memandang sudah cukup, sabda waras dikeluarkan sambil getaran Sinar Cahya Allah dalam pribadi dikirimkan untuk menyempurnakan pekerjaan itu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Usaha penyembuhan ini dilakukan oleh "pelantar" dari jenis kelamin yang sama dengan penderita. Jika tidak memungkinkan, penyembuhan dilakukan dengan Sabda Usada, atau dengan cara menggarap Talirasa dengan kesaksian keluarga penderita yang menunggui usaha penyembuhan itu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syarat tersebut dikenakan dan harus ditaati untuk menjaga kesusilaan, kehormatan dan mencegah timbulnya hal2 yang tidak baik.&lt;br /&gt;hal 10&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.3.3.  Penyembuhan dengan jalan Sujud&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Dilakukan oleh penderita yang menginginkan kesembuhan.&lt;br /&gt;Sujud berguna untuk : meleremkan dan mengendalikan nafsu mendudukkan Rokhani pada tugas sebenarnya, mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjaga kesehatan (sebagai manfaat sampingan). Dapat juga dipergunakan sebagai usaha penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam sujud&lt;/strong&gt;, getaran2 hidup ditarik rokhani dan berkumpul di-ubun2.Pada saat Rokhani kontakdengan sumber hidupnya, Sinar-sinar Cahya dalam sifatnya yang masih murni masuk dan meresap kedalam pribadi manusia. Sinar-sinar Cahya Allah itu melebur gabungan tiga unsur menjadi atom berjiwa dan menyempurnakan getaran2 hidup yang lain sehingga kerja daripada atom, sel, komponen makin dan lebih seimbang. Penggantian atom2 yang tidak fungsional dan perbaikan alat yang mengalami ganguan makin dipercepat.&lt;br /&gt;Dalam melakukan sujud untuk penyembuhan; Sinar Cahya Allah dalam sifatnya yang masih murni yang masuk kedalam pribadi, atom berjiwa yang terbentuk; seluruhnya dapat ditujukan dan dikumpulkan pada bagian tubuh yqang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal 11&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.3.4. Penyembuhan dengan Ulah Rasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ulah rasa dilakukan untuk: menyelaraskan kembali getaran-getaran hidup yang belum sempurna bekerjanya, yang mana tidak bisa dicapai pada waktu menjalankan sujud.&lt;br /&gt;Ulah rasa yang dijalankan setelah sujud selesai dilakukan ini, pelaksanaannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Telentang&lt;/strong&gt;, lurus, tangan disamping badan, telapak tangan menghadap keatas. Semuanya serba kendor; otot, daging, sarap, pakaian,. Napas diatur seenak dan sehalus mungkin.&lt;br /&gt;Mata terpejam, cipta-rasa-karsa jasmaniah diam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Ening&lt;/strong&gt;, ubun2 dibuka, rasakan getaran2 yang ditarik oleh Rokhani sejak ujung jario kaki sampai terkumpul diubun-ubun.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Rasakan &lt;/strong&gt;turunnya getaran dari ubun2, rasakan getaran2 merayap keseluruh bagian tubuh, menyempurnakan getaran2 lain yang tertahan ("beku"), rasakan getaran2 membuka simpul sarap (talirasa), dan akhirnya merasalkan sampai diujung kaki kembali.&lt;br /&gt;Dengan penyelarasan getaran2 hidup , kesehatan akan lebih terjamin. Lebih lanjut dapat dilakukan hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sesudah merasakan getaran2 yang turun dari ubun2 sampai keujung jari2 kaki, dapat dirasakan keluar masuknya hawa melalui pori2 kulit, lama2 dapat terasa se-olah2 napas tidak hanya melalui hidung, tapi juga melalui seluruh permukaan badan. Terasa bahwa badan memang sebetulnya bukan barang yang betul2 padat melainkan seperti saringan. Dalam keadaan ening demikian Sinar-sinar Cahya Allah diluar tubuh lebih banyak "diisap" dan bersama-sama getaran hidup yang ada dalam tubuh "membunuh" bibit2 penyakit yang akan keluar bersama keluarnya keringat.&lt;br /&gt;Dapat dirasakan pula denyutan jantung, mengalirnya darah dalam pembuluh, getaran simpul2 sarap, merayapnya getaran hidup melalui sel2 dalam tubuh, dan lain2 yang bisa dirasakan . Bagian-bagian yang dirasakan akan menjadi lebih kuat dan tahan lama. Itulah cara menjaga kesehatan dengan ulah rasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengusahakan kesembuhan dapat dilakukan dengan menggerakkan Nur Rasa (Bagidakilir), yaitu sesudah getaran2 hidup berkumpul di-ubun2. Nur Rasa dapat diminta untuk menyembuhkan bagian badan yang sakit.&lt;br /&gt;hal 12&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.3.5. Penyembuhan dengan menggunakan Bagindakilir&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Berlainan dengan cara menggerakkan Bagindakilirdalam ulahrasa, cara ini dilakukan dalam rangkaian pesujudan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara penyembuhan ini jarang dilakukan. Selain kesannya kasar hingga kadang2 aneh dan menggelikan, sisakit yang bersangkutan bisa merasa malu meskipun hanya untuk sementara&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Pada keadaan2 tertentu, misalnya pada orang yang kurang puas/manteb dengan cara halus, gerak Bagindakilir dipergunakan untuk penyembuhan. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sesudah sujud wajib dilakukan, bungkukan badan dalam sujud ditambah satu kali. Pada kali terakhir ini Rokhani meminta pada Bagindakilir untuk bergerak mengusahakan kesembuhan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesudah ucapan selesai, badan kembali duduk tegak kemudian tangan diatur dalam sikap sembah. Setelah itu tangan dengan sendirinya bergerak, menjamah, mengusap, menepuk, memukul atau menggerakkan bgian2 badan yang sakit. sampai berhenti dengan sendirinya atau diminta.&lt;br /&gt;Untuk orang2 yang sudah "halus" Rokhaninya, gerak tersebut juga makin halus.&lt;br /&gt;dalam hal sisakit belum bisa menggerakkan baginda kilir, tuntunan sujud dapat minta geraknya Bagindakilir sisakit kepada Tuhan.&lt;br /&gt;hal 13&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.4.  Pengertian.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyembuhan yang dikemukakan pada pelaksanaannya menunjukkan cara2:&lt;br /&gt;1) Penggabungan tiga unsur getaran2 hidup.&lt;br /&gt;2) pembentukan atom berjiwa.&lt;br /&gt;3) Pengiriman dan pemanfaatan &lt;strong&gt;atom berjiwa&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;4) Menghilangkan gangguan2 terhadap kelancaran tugas getaran2 hidup.&lt;br /&gt;5) Menyelaraskan dan menyeimbangkan tata kerja atom, sel, komponen tubuh.&lt;br /&gt;6) Menguatkan atom2, sel2, komponen2.&lt;br /&gt;Penyembuhan dengan cara itu sebenarnya merupakan pengembangan dari suatu proses yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam tubuh, atom2 berjiwa selalu terbentuk dengan sendirinya.&lt;/strong&gt; Berlangsung secara organis, tanpa disadari. Secara organis sarinya sari2 bumi berkumpul dengan getaran2 Sinar Cahya Allah dan getaran Rasa Rokhaniah membentuk atom berjiwa, hormon2, energi atau entah apa namanya.&lt;br /&gt;Dengan ening, sujud, dsb. pembentukan atom berjiwa dapat dilakukan setiap saat dengan proses yang dapat diikuti secara sadar. Penyebaran ataupun konsentrasi atom berjiwa bisa dikehendaki dan digunakan; terkendali dan terarah pada sasaran yang dimaksud.&lt;br /&gt;Pembentukan atom berjiwa cara Rokhaniah dapat dikatakan ,(sebagai salah satu bagian dari kemungkinan yang timbul),merupakan proses pembuatan obat didalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;tak berbeda dengan obat yang dikenal dalam bidang medik yang mana juga mengandung unsur Sinar Cahya allah didalamnya, setelah masuk kedalam tubuh akan bertemu dengan Sinar Cahya Allah dan getaran2 hidup yang lain kemudian diubah sebagai atom2 yang mampu menghilangkan sakit.&lt;br /&gt;Dua hal diatas memberikan pengertian bahwa: Penyembuah dengan menggunakan dua cara (medik dan medik Rokhaniah, tak dapat diragukan merupakan cara penyembuah yang sangat efektip.&lt;br /&gt;Pengetahuan medik memberikan obat dengan khasiat tertentu atau khusus yang efektip sebagai alat penyembuh. &lt;strong&gt;Pengertian non medik (Rokhaniah) memberikan cara membuat atom berjiwa sebagai obat&lt;/strong&gt;; cara yang langsung berguna untuk menyempurnakan kemampuan obat medik. Selanjutnya efektifitas daripada gabungan dua macam obat ini dilakukan dengan menyalurkannya secara penuh pada bagian tubuh yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembuhan non medik sebagaimana diungkapkan selalu :&lt;br /&gt;1) Dilakukan dalam keadaan ening.&lt;br /&gt;2) Rokhani memegang peranan utama.&lt;br /&gt;3) Disebut dan dimintakan Kekuasaan Tuhan.&lt;br /&gt;4) Disempurnakan gabungan tiga unsur getaran2 hidupmnjadi atom berjiwa oleh Sinar Cahya Allah dalam sifatnya yang masih murni. &lt;br /&gt;Tersebut diatas memberikan pengertian bahwa, dalam usah penyembuhan non medik macam itu :&lt;br /&gt;1) Manusia tidak mempunyai peran apa2 selain sebagai alat.&lt;br /&gt;2) Semua tergantung pada Ulah Rokhani dan Kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dengan demikian tak layaklah jika mausia menyombongkan diri sebagai yang berkemampuan melakukan penyembuhan. Kemampuannya hanyalah sebagai pemegang peran "pelantar/perantara" saja.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketergantungan manusia terhadap Rokhaninya dan Tuhan merupakan suatu tanda bahwa kemampuan manusia terbatas adanya.&lt;br /&gt;Lebih-lebih jika dimengerti bahwa Rokhani sendiri sebenarnya dalam mengembangkan  kemampuannya tergantung keadaan dalam pribadi manusia sendiri.&lt;br /&gt;Mampukah nmanusi dalam menggunakan cipta rasa dan karsanya tidak dibawah pengaruh nafsu2; bagaimanakah keadaan Rokhani sejak sebelum lahir dan sesudah menjalankan kehidupan didunia nyata.&lt;br /&gt;Keadaan Rokhani sejak sebelum lahir, selama kehidupan jasmaniah berlangsing, sifat/watak dasar, perkembangan cipta rasa, karsa manusia mempunyai pengaruh kuat pada kemampuan Rokhani.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Digunakannya nama dan kekuasaan Tuhan membuat lebih tak pantas jika manusia menggunakan "kemampuan" yang ada dalam dirinya sebagai pelantar kesembuhan untuk tujuan mencari keuntungan atau uang.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Dalam hal ini wajiblah syaratnya, jika pertolongan yang diberikan adalah &lt;strong&gt;tanpa pamrih apapun&lt;/strong&gt; kecuali untukl kesembuhan dan kebahagiaan orang lain, dan dilakukan denga pengertian serta kesadaran bahwa tersebut hanyalah sekedar melaksanakan KeRokhiman Allah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komersialisasi Nama dan Kuasa Tuhan jelas merupakan suatu hal yang tak bisa dibenarkan&lt;/strong&gt;. Hukum Tuhan mungkin akan menimpa terhadap pelanggaran ketentuan ini.&lt;br /&gt;Ketergantungan manusia pada Rokhani dan Tuhan memberikan pengertian bahwa : Kemampuan sembuh pada seseorang sakit pada hakekatnya terletak/tergantung pada sisakit sendiri dalam hubungannya dengan Tuhan.&lt;br /&gt;Artinya sembuh dan tidaknya tergantung atas Kehendak?Kuasa Tuhan. Oleh karenanya sudah wajarlah jika manusia sewajibnyalah selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan baik selama sehat, lebih2 dalam keadaan sakit.&lt;br /&gt;hal 14&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Naskah ini bukan bermaksud mengemukakan suatu hipotesa bukan pula mengajukan semacam tese. Karenanya tidaklah didapati adanya "argumentasi" ataupun bukti2 yang mendukung komentar yang dikemukakan.&lt;br /&gt;Mungkin juga inti dari isi naskah lepas dari maksud diadakannya seminar yaitu tidak diberikannya suatu yang mantab yang merupakan suatu kesimpulan, karena memang tidak dikemukakan suatu analisa yang menuju kepada kesimpulan itu.&lt;br /&gt;Apa yang diajukan adalah hasil penelitian pribadi yang sifatnya umum, artinya bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, umum lebih2 kedudukan. Hasil yang sulit diungkapkan menurut disiplin ilmiah yang benar. Bahkan ungkapan mengenai "apa dan bagimana adanya" mungkin tidak logis, irasionil menurut pertimbangan akal dan pikir.&lt;br /&gt;Namun hal itu bukan merupakan suatu sebab bagi ketidakmungkinan dibukanya ruang diskusi/sararehan meskipun sebenarnya sulit untuk dilakukan. Sebab sebagaimana dimaksudkan bahwa semuanya merupakan pengalaman pribadi dalam arti "pengalaman batin" yang diperoleh dengan pengolahan/penggulowentahan Rasa dan Rokhani. Suatu yang abstrak yang sulit untuk diceriterakan dengan kata2, ataupun diperagakan dengan alat2 bukan abstrak. Lagipula suatu forum diskusi jelas membutuhkan media komunikasi berupa "bahasa" yang sama.&lt;br /&gt;ketidak samaan "bahasa" dalam diskusi dapat membuat jalan bersimpang tanpa menghasilkan kesimpulan ataupun sesuatu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Akhir kata, kepada Panitia Seminar dan juga kepada IDI (Ikatan Dokter Indonesia), atas nama seluruh Warga Kerokhanian Sapta Darma kami menyampaikan terima kasih kami, atas pemberian waktu dan kesempatan untuk menyampaikan isi dan inti daripada naskah ini, yang merupakan dasar pengertian daripada Ajaran Penyembuah menurut Kerokhanian Sapta Darma. &lt;br /&gt;Semoga Seminar ini bermanfaat bagi kemanusiaan, dengan perkenan Allah Hyang Maha Agung, Maha Rokhim dan Maha Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 3 Maret 1979&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   ttd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sri Pawenang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TH3bmN7f4PI/AAAAAAAAAIM/g-7vDAv5gPQ/s1600/11_resize.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 338px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TH3bmN7f4PI/AAAAAAAAAIM/g-7vDAv5gPQ/s400/11_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511802968592081138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-6280359472970167402?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/6280359472970167402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-34.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/6280359472970167402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/6280359472970167402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-34.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo   (hal 34)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TH3bmN7f4PI/AAAAAAAAAIM/g-7vDAv5gPQ/s72-c/11_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-3475340152714722453</id><published>2011-08-18T07:48:00.008+07:00</published><updated>2011-08-19T06:33:03.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dasa warsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penggalian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama sapta darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri gutomo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud penggalian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='panuntun agung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 33)</title><content type='html'>&lt;a href="http://s09.flagcounter.com/more/uGt"&gt;&lt;img src="http://s09.flagcounter.com/count/uGt/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_5/maxflags_248/viewers_17+Agustus+2011/labels_1/pageviews_1/" alt="free counters" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.flagcounter.com/"&gt;Free counters&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;+&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1qCGnmBYI/AAAAAAAAASc/PoFW6M0pWas/s1600/390.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1qCGnmBYI/AAAAAAAAASc/PoFW6M0pWas/s400/390.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525188902222431618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TKxU2Vv9J7I/AAAAAAAAAMk/aPu3gAwz_jw/s1600/PICT0360.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TKxU2Vv9J7I/AAAAAAAAAMk/aPu3gAwz_jw/s400/PICT0360.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524884135404709810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;DASA – WARSA&lt;br /&gt;AGAMA SAPTA DARMA&lt;br /&gt;( 10 th usia A.S.D. )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Disusun oleh&lt;br /&gt;SRI PAWENANG&lt;br /&gt;Juru Bicara Panuntun Agung&lt;br /&gt;AGAMA SAPTA DARMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dikeluarkan oleh :&lt;br /&gt;YAYASAN SRATI DARMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dilarang mengutip atau mencetak atau menjual buku ini.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEMBOYAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dimana Saja, Kepada Siapa saja warga Sapta Darma harus bersinar laksana Surya (Baskara).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1ohyNdSpI/AAAAAAAAASM/LBICzpXLRcM/s1600/392.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1ohyNdSpI/AAAAAAAAASM/LBICzpXLRcM/s400/392.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525187247476656786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto                     &lt;strong&gt;PANUNTUN SRI GUTAMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengantar Kata&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Kita sambut dengan gembira keluarnya Buku Peringatan 10 tahun timbulnya Agama Sapta Darma di Indonesia ini ialah sejak ilham yang pertama2 diterima oleh Panuntun Sri Gutama di Pare Kediri (Jawa Timur) ialah tanggal 27 December 1952 sampai sekarang tanggal 27 December 1962.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kita para warga Agama Sapta Darma diberi petunjuk jalan serta diasuh oleh Panuntun kita Bapak Sri Gutama Pencipta Agama Sapta Darma yang tiada mengenal payah. Serta didalam menjalankan tugas2 Hyang Maha Kuasa selalu disertai ketenangan, ketegasan serta ketabahan, menghadapi segala empasan gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achirnya sepuluh tahun telah lampau, kita warga Agama Sapta Darma beramai-ramai dengan penuh kesederhanaan dan kemeriahan memperingati Dasa Warsa genap 10 tahun usia Agama Sapta Darma ini yang dihadliri oleh segenap Tuntunan Agama Sapta Darma dari seluruh Indonesia, di Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terharunya hati kami setelah Panuntun Agung kita Bapak Sri Gutama memberikan ulangan2  yang sangat tinggi nilainya kepada para Tuntunan untuk diteruskan kepada seluruh warganya dari seluruh penjuru tanah air ialah &lt;strong&gt;kesempurnaan penelitian pasujudan Agama Sapta Darma&lt;/strong&gt; yang nanti akan kami muat didalam buku ini, agar dapat dipakai sebagai pedoman Saudara2 didalam mencapai kesempurnaan menyembah kehadapan Hyang Maha Kuasa, serta dapat mencapai ketentraman hidup serta kewaspadaan pribadi, serta mengerti  akan kesempurnaan hidup yang sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka patutlah saat yang bersejarah itu kita peringati, kita camkan betul2 apa arti dan maksudnya kita menggali rasa kita yang meliputi seluruh tubuh atau kita menggali &lt;strong&gt;kepribadian kita yang asli&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kami lupakan kepada Sdr. Sugijo dari Staf Panuntun Agung atas bantuannya dan saran2 dari Bapak Kapten Alri Slamet dalam menyusun Buku ini. Dan tentulah senantiasa tegur dan sapa dari para pemakai kami nantikan, demi kesempurnaan Buku ini dalam penerbitan jad. Semoga buku ini bermanfaat bagi para pemakai.&lt;br /&gt;Kediri, 27 December 1962.&lt;br /&gt;SRI Pawenang.&lt;br /&gt;Notulen (= tambatan)&lt;br /&gt;- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Petuah-petuah &lt;br /&gt;PENUNTUN AGUNG AGAMA SAPTA DARMA &lt;br /&gt;Bapak SRI GUTAMA&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Pada upacara Peringatan 10 tahun Agama Sapta Darma yang dihadliri oleh Segenap Tuntunan Agama Sapta Darma seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;--- di Kediri ---&lt;br /&gt;(Dua malam berturut-turut ialah tanggal :27/28 dan 28/29 December 1962).&lt;br /&gt;- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanggal: 27/28 December 1962.&lt;br /&gt;Mulai jam : 22.25&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Para hadlirin sekalian Yth&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Bapak2 Tuntunan Agama Sapta Darma dari seluruh Tanah Air Indonesia.&lt;br /&gt;Pertama-tama minta maaf apabila didalam uraian kami nanti terdapat kekurangan2, kekhilafan2 dan kesalahan2 baik disengaja maupun tidak disengaja.&lt;br /&gt;Disamping itu disini kami sampaikan banyak2 terima kasih kepada Tuntunan Agama Sapta Darma Propinsi Jawa –Timur, yang kami serahi untuk menyelenggarakan peringatan ini, dan atas nama para yang hadlir, kami minta maaf sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya yang per-tama2 kami akan berbicara pada para tuntunan2 dari seluruh Indonesia yang pada malam hari ini hadlir disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 para Tuntunan Yth.&lt;br /&gt;Tugas tuntunan adalah berat, berat sekali, mampu tidaknya melaksanakan tugasnya tergantung pada kemauan, keinsjafan dan keikhlasannya.&lt;br /&gt;Menjadi Tuntunan berarti &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;mengabdi&lt;/strong&gt;, yaitu &lt;strong&gt;mengabdi warga&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Ia bertugas &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;meninjau ketempat-tempat para warga dipelosok-pelosok&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;menuntun /mengajar serta membimbing mereka untuk berdarma dalam hidupnya&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;demi tercapainya cita2 luhur / satria utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apabila terdapat kesalahan2 pada warga didalam menjalankan / melaksanakan ajaran Agama Sapta Darma, sebenarnya &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sumber kesalahan itu terletak pada pundak Sdr2. Tuntunan &lt;/strong&gt;sekalian.&lt;br /&gt;Mengapa demikian ?.&lt;br /&gt;Sebab &lt;strong&gt;banyak&lt;/strong&gt; para Tuntunan Agama Sapta Darma yang &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;hanya simbolis saja&lt;/strong&gt;, dalam arti &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;belum melaksanakan fungsi dan tugasnya&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Ia bahkan &lt;strong&gt;tidak mau bersatu/menyatukan diri&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tidak membimbing warganya&lt;/strong&gt;, melainkan &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;seperti majikan&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;minta didewa-dewakan&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tidak memberi contoh berdarma kepada warganya&lt;/strong&gt;, dsbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebenarnya Saudara2 dapat berdarma sesuai dengan kemampuan dari pada :nafsu, budi dan pakartinya.&lt;br /&gt;Alasan tidak adanya waktu, hal ini tidak dapat kami terima, sebab dalam hidup kita harus membagi waktu dari 24 jam itu misalnya:&lt;br /&gt;8 jam untuk cari makan (bekerja).&lt;br /&gt;7 jam untuk tidur.&lt;br /&gt;2 jam untuk istirahat.&lt;br /&gt;2 jam untuk bersenang-senang misalnya: nglencer (jalan2).&lt;br /&gt;5 jam untuk mengolah rochani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 sekalian Yth.&lt;br /&gt;Saya kira 5 jam telah cukup untuk mengolah rochani sambil berdarma demi tercapainya budi luhur. &lt;strong&gt;Kaya darma &lt;/strong&gt;adalah ciri yang khas daripada manusia yang Sosialis Revolusioner. Lihatlah pada Symbol Sapta Darma (symbol pribadi manusia), ada tertulis nafsu, budi dan pakarti berarti Revolusionair (gerak cepat kearah perbuatan yang baik) sedangkan kata “Darma” disitu berarti Sosialis.&lt;br /&gt;Jadi kalau Saudara betul2 menjadi Tuntunan berarti mempunyai jiwa yang “Sosialis Revolusionair”. Maka apabila Saudara2 memiliki jiwa Sosialis revolusionair, laksanakanlah tugas Tuntunan itu.&lt;br /&gt;Tetapi apabila memang Saudara tak mampu, tak sanggup, sehingga Saudara2 hanya jadi symbol saja, atau bersifat sebagai majikan saja, maka lebih baik letakkanlah dan serahkanlah kembali tugas Tuntunan itu, dan &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;jadilah warga biasa&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Warga2pun insjaflah tentang &lt;strong&gt;pentingnya berdarma &lt;/strong&gt;itu. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Darmakanlah mengenai hidup rochanimu. &lt;br /&gt;Darmakanlah hasil penggalian pribadimu&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rochani=jiwa=rasa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kaya darma rochani berarti kaya darma rasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Jawa = Dana Rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 sekalian Yth.&lt;br /&gt;Manusia hidup diliputi/dipengaruhi oleh &lt;strong&gt;3 getaran&lt;/strong&gt;, yaitu getaran dari tumbuh2an, getaran dari binatang, getaran dari cahaya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;= Hidup tumbuh2an &lt;/strong&gt;adalah tidak sempurna, karena hanya memiliki nafsu saja, ialah nafsu untuk mencari makan. Lihatlah akar dari pada tumbuh2an tersebut menembus apa saja yang menghalang-halangi dalam usahanya mencari makan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;=Hidup binatang &lt;/strong&gt;juga kurang sempurna karena memiliki nafsu, dan budi. Maka hidup binatang lebih tinggi daripada hidup tumbuh2an.&lt;br /&gt;Suatu usaha mempertahankan jenis (misalnya : melindungi anak2nya), adalah budi yang ada pada binatang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;= Manusia adalah makhluk yang sempurna&lt;/strong&gt;; karena mamiliki nafsu-budi dan pakarti.&lt;br /&gt;Maka hidup manusia adalah sempurna dan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 sekalian Yth.&lt;br /&gt;Makhluk2 yang kurang sempurna saja banyak memberi darma. Lihat saja tumbuh2an berguna bagi binatang juga bagi manusia. Demikian pula binatangpun berguna bagi hidup manusia. Selain tenaganya didarmakan kepada manusia, kalau perlu sampai nyawanyapun misalnya ayam, ia menyerahkan lehernya apabila kita kehendaki.&lt;br /&gt;Nyatalah bahwa binatang dan tumbuh2an sebagai isi dunia ini besar darmanya bagi manusia. Lalu bagaimana dengan kita manusia sebagai machluk yang sempurna ini ? Apa darma kita kepada sesama hidup ? Maukah kita dikalahkan oleh tumbuh2an dan binatang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 sekalian Yth.&lt;br /&gt;Sekarang apakah yang dapat kita darmakan ?&lt;br /&gt;Yang dapat kita darmakan adalah &lt;strong&gt;Nafsu, budi, pakarti yang baik.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mengenyam buah, apa yang kita nikmati ialah rasanya. Demikian pula yang kita darmakan ialah rasa kita yang baik, budi pakarti kita yang baik, sehingga biar bisa dikenyam oleh sesama hidup.&lt;br /&gt;Getaran tumbuh2an dan binatang yang kita makan ini mempunyai pengaruh juga terhadap tata hidup kita, dan pengaruh itu ada yang baik dan ada yang buruk. Sifat yang jelek antara lain ialah sifat malas, iri hati, suka mencela, benci dsb-nya. Semua sifat tersebut adalah sifat yang mengotori kepala kita dan bahkan menunjukkan kekurangan diri.&lt;br /&gt;Membasmi sifat2 itu berarti kita menghimpun sifat2 yang baik. Himpunan getaran2 yang sempurna akan mendorong manusia bertindak baik dan berjiwa Sosialis revolusionair. Menjadikan manusia terhormat dan satria utama. Hanya satria utamalah yang dapat menghayu-hayu bahagianya buwana, dan berbudi bawa leksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;Semua itu adalah penunjuk / kritik dan teori demi tercapainya keluhuran budi Saudara2 sendiri untuk mengolahnya. Jadi Saudara2 mempunyai hak untuk mengoreksi dan selanjutnya menggali sendiri. Ingatlah saja bahwa kita manusia adalah makhluk yang tertinggi jadi janganlah kita mau dijajah/jangan mau kalah dengan tumbuh2an dan binatang2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;Renungkan keterangan2 diatas. Rasakanlah baik2, sebab saja tak pandai mengutarakan. &lt;br /&gt;Lalu bagaimana caranya supaja kita tidak dijajah oleh getaran2 yang kurang sempurna ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranya ialah jujur, jujur sekali lagi jujur. &lt;br /&gt;Kita jujur terhadap siapapun, &lt;br /&gt;terutama terhadap hidupnya sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku hidup manusia dikemudikan oleh getaran2 yang ada dikepala. &lt;br /&gt;Apabila getaran2 tumbuh2an yang memenuhi kepala, maka &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;manusia yang demikian akan bersikap malas&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;dan apabila getaran2 binatang yang menguasai, maka meskipun ia giat, &lt;strong&gt;tindakannya akan kurang baik&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Karena itu, galilah, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;telitilah selalu getaran2 yang menguasai dirimu&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;agar segala tingkah lakumu selalu didorong oleh getaran2 yang sempurna. &lt;br /&gt;Ingatlah bahwa darmamu akan selalu diingat/dikenang oleh orang yang diberi darma.&lt;br /&gt;Dengan mencintai hidupnya, mencintai sesama umat, maka berarti ia menjunjung tinggi dirinya, bangsanya dan negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;Meskipun Agama Sapta Darma perkembangannya laksana air laut yang berarti senantiasa pasang surut serta bergelombang, namun dalam pertumbuhannya dan perkembangannya selama 10 tahun ini warganya telah berjuta-juta.&lt;br /&gt;Sebab semua mengenyam hasil2nya . Alangkah baiknya apabila hasil2 itu diamalkan/ didarmakan pada sesama. Dengan demikian Agama Sapta Darma akan lebih pesat lagi perkembangannya.&lt;br /&gt;Banyak diantara Tuntunan dan warga yang &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;meributkan soal perlunya berdiri sebuah sanggar&lt;/strong&gt; ditempatnya. &lt;br /&gt;Ini sebetulnya &lt;strong&gt;kurang kami setujui&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Mengapa ?&lt;br /&gt;Saudara sekalian berdarma saja belum; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sujudnya masih korat-karit&lt;/strong&gt;,kok meributkan soal berdirinya sanggar.&lt;br /&gt;Jangan demikian Saudara2. Yang penting disini ialah: &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Galilah rasamu yang sempurna&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;jangan meributkan soal sanggar. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perbaikilah budi pekertimu dahulu&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bersihkanlah kepalamu dari kekotoran&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Janganlah seperti udang yang selalu membawa kotoran dikepalanya. &lt;br /&gt;Maukah Saudara2 disamakan dengan udang ?. &lt;br /&gt;Maka sempurnakanlah dahulu hidupmu. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Galilah kepribadianmu yang asli kemudian amalkanlah&lt;/strong&gt;. Darmakanlah. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Soal cita2 sanggar itu mudah nanti&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;Soal nama Sri Gutama saja jadi rebutan. Banyak yang ingin menyebut dirinya Sri Gutama. &lt;br /&gt;Silahkan kalau memang konsekwen. (Jawa = sembada). &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang selalu membimbing umat kepelosok-pelosok, &lt;br /&gt;berani meninggalkan kepentingan dirinya sendiri, &lt;br /&gt;hanya cinta dan berdarma kepada umat&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Dapatkah Saudara memisahkan antara Sri Gutama dan Harjasapura ? &lt;br /&gt;Yang mana Sri Gutama ? Yang mana Harjasapura ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kalau Saudara2 sujud melihat Sri Gutama seperti apa ?&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Apakah melihat Sri Gutama Harjasapura Pare ? &lt;br /&gt;Atau melihat Sri Gutama &lt;strong&gt;pak Dirja, pak Salam.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Diantara para hadirin menyawab serentak. Melihat Sri Gutama Harjasapura Paree.&lt;br /&gt;Betul ?  Jawab : Ya.&lt;br /&gt; Nah. Saudara2 sekalian &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan Saudara sampai tertipu itu semuanya&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;malah akan merugikan dirimu sendiri, sedang &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;soal kecil diperbesar&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 hadirin Yth.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Modal jadi Satria utama, ialah jujur dan cinta. &lt;br /&gt;Baik terhadap dirinya sendiri, maupun terhadap sesama&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Untuk itu diperlukan kemauan yang keras dan kesanggupan yang penuh dalam usaha menggali pribadi saudara yang asli, atau hidup yang sempurna. Dimana hasilnya didarmakan.&lt;br /&gt;Bila kita benar2 bisa melaksanakan, percajalah, bahwa Saudara2 akan dapat menjadi contoh, menyadi pelopor, sehingga akhirnya bangsa kita akan jadi pelopor umat/bangsa didunia.&lt;br /&gt;Sekianlah dahulu Saudara2.&lt;br /&gt;Achirnya resapkanlah, dan renungkanlah dalam2 uraian kami tersebut. Apabila kurang puas, kritiklah, debatlah.&lt;br /&gt;Jam: 23.10.&lt;br /&gt;- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Uraian Panuntun Agung fase ke II. Jam: 24.55&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bapak2. Ibu2 Yth.&lt;br /&gt;Kami menangis, karena melihat kenyataan banyak warga, dalam menjalankan wewarah Agama Sapta Darma belum dapat melaksanakan sebagaimana mestinya. Karena itu dibawah ini ada petunjuk2 yang benar. Kami berharap mendapat perhatian/penelitian yang sepenuhnya, sehingga dengan demikian benar2 dikuasai dengan betul. Dan buahnya nanti dapat kita kenyam benar2 dan dapat Saudara sebarkan serta turunkan kepada anak cucu kita nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sujud yang sempurna dalam pasujudan Agama Sapta Darma bergandengan erat dengan biji dan asal mula manusia&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Sujud Agama Sapta Darma berarti pula sujud tentang asal mula manusia. Berarti yang dapat merasakan rasa yang semulia-mulianya. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah  asal mula manusia itu ?&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Ialah dari getaran tumbuh-tumbuhan dan getaran dari binatang yang kita makan, dan akhirnya berwujud air putih (air suci); dengan sinar cahaya (tri-tunggal).&lt;br /&gt;Didalam pertanian misalnya, apabila kami inginkan hasil yang baik, maka dipilihlah bibit yang baik, bibit yang unggul, bibit yang sempurna.&lt;br /&gt;Sebab dengan bibit yang demikian, tanaman kita mengharapkan buah/hasil yang baik pula.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita manusia, kita akan men-cita2kan mempunyai anak yang baik, seperti anak yang cerdas, bagus, cantik, sehat, bijaksana dsb.-nya. Akan tetapi adakah kita perhatikan bibitnya ? Ternyata tidak bukan ? Bahkan biji manusia diecer-ecer di-mana2, disebarkan pada tempat2 gelap, tempat yang tiada layak, dsb.-nya. Sebab menanam biji yang sempurna terletak pada Bapak2 semua. Kenakalan, kebodohan dan kekurang sempurnanya anak2 yang dilahirkan, adalah kekeliruan orang tua dalam memelihara bijinya. Karena itu hematlah dengan biji manusia.  Janganlah menuruti nafsu buasnya saja. Misalnya saja, habis menanam di-warung2 atau ditempat2 gelap, kemudian menebarkan disawahnya sendiri sampai dirumah.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana hasilnya ? &lt;br /&gt;Atau Sdr. habis main judi, lihat barang2 yang jelek2, sampai dirumah terus menebarkan biji. Bagaimana hasilnya nanti anak2 kita ? Tentu saja akan jelek bukan ? Sebab getaran2 yang buas yang jelek masih ter-kenang2 dikepala. Padahal &lt;strong&gt;getaran2 tersebut akan turut pula tersaring dalam menurunkan biji2 manusia, dan turut pula tertanam didalamnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak2 sekalian Yth.&lt;br /&gt;Ciptakanlah anak2/keturunan Sapta Darma yang baik, yang sempurna. Ciptakanlah anak yang cerdas, yang berbudi luhur, anak yang utama, anak yang baik dengan jalan memelihara biji manusia yang sempurna. Karena itu perlu Saudara2 sekalian mengolah biji manusia itu. Tentu saja caranya dengan jalan sujud.&lt;br /&gt;Karena seperti pernah sering kukatakan pada Saudara, bahwa getaran air putih kita akan dapat menyiram keseluruh tubuh, terutama dapat mengalahkan getaran2 yang kurang sempurna yang ada dikepala. Maka kepala kita dapat tenang, tentram dan dingin. Yang mana nantinya getaran tenang, tentram tadi, akan turut pula tersaring dalam penanaman biji tsb. Yang akan menghasilkan anak yang cerdas, sehat dan waspada seperti yang kita harap-harapkan. Nah inilah Saudara sekalian yang terpenting harus saudara renungkan dan perhatikan betul2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 hadirin Yth.&lt;br /&gt;Sampailah kita sekarang kepada uraian soal SUJUD. Dalam menjalankan sujud perlu sekali kami sempurnakan, agar dapat lebih manfaat pada diri kita. &lt;br /&gt;Ucapan2 dalam sujud: Hyang Maha Suci sujud Hyang Maha Kuasa. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Benarkah yang sujud itu Hyang Maha Suci kita sungguh2 ?. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena itu sekarang pahamkan benar, kemudian nanti sebarkan dan beberkan pada warga2. Apabila belum mengerti sekali-kali janganlah malu bertanya. Sebab ini adalah kebutuhan Saudara sendiri.&lt;br /&gt;Adapun cara penelitian sujud yang sempurna adalah sbb:&lt;br /&gt;Yang pertama: &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Duduk bersila bagi seorang pria/ bertimpuh bagi seorang wanita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;menghadap ke Timur seperti biasa&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mata diarahkan kebawah, memandang tajam +- 1 m.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Duduknya tegak lurus, bersikap tenang,&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;jangan memikirkan apa2/macam2&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Andaikan kepala menggeleng kekiri atau kekanan, juga apabila kepala mendangak atau kepala dingkluk kebawah, &lt;strong&gt;hal ini tidak boleh sama sekali &lt;/strong&gt;karena nanti akan menghalang-halangi (mengganggu) jalannya getaran air suci tersebut yang akan berjalan langsung keotak besar) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FASE KE 1.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mulai merasakan getaran yang kasar naik&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;maka kepala terasa berat&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kemudian getaran menurun, menutup mata&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mata tertutup akibat turunnya getaran tersebut, maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;getaran menurun lagi sampai kepada mulut&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemudian mulut/ bibir terasa tebal &lt;/strong&gt;dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dari lidah keluar air liur &lt;/strong&gt;(air ludahnya)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kemudian air ludah tersebut kita telan&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus didalam batin mengucap:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Allah Hyang Maha Agung.&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Rochim.&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Adil&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FASE KE II&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Selanjutnya &lt;strong&gt;merasakan getaran yang ke 2 yang halus &lt;/strong&gt;ialah&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;getaran air putih yang berasal dari tulang cetik &lt;/strong&gt;(Bhs.Jawa silit kodok atau tulang ekor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Getaran air putih tersebut naik sedetik demi sedetik melalui ruas2 tulang punggung&lt;/strong&gt; (ula2 , Bahasa Jawa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jalannya sangat halus sekali karena &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tiap2 ruas merambat mengambil getaran2 dari sumsum tulang punggung tadi&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalannya halus sekali&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Begitulah selanjutnya &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sedetik demi sedetik melalui ruas2 tulang punggung tersebut&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengandemikian maka &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;badan akan membungkuk dengan sendirinya &lt;/strong&gt;mengikuti jalannya getaran yang halus tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sikap lurusnya badan harus tetap dipelihara&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;artinya membungkuknya jangan melengkung, sehingga tidak mengganggu jalannya air putih tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak2 dan para hadirin Yth.&lt;br /&gt;Disini yang perlu diperhatikan ialah &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;gangguan2 yang tidak kita sangka2 datangnya&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;ialah &lt;strong&gt;pikiran2 yang datang se-konyong2&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;hingga mengganggu dalam merasakan nikmatnya jalannya getaran air putih tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana cara kita menolak gangguan2 tersebut ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ialah sewaktu datang gangguan tersebut, maka &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;mata kita buka dengan sengaja&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Lalu dalam batin mengucap:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Allah Hyang Maha Agung.&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Rochim.&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Adil.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gangguan itu hilang, maka &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;mata kita tutup kembali&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Akan tetapi harus diingat:&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Sikap tubuh &lt;/strong&gt;sewaktu terganggu harus tetap diperhatikan &lt;strong&gt;(jangan dibungkukkan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;2. Maka &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;harus diingat, sampai dimana jalannya getaran air putih tadi&lt;/strong&gt;, sehingga setelah menyebut Asma Allah 3 tadi, mata telah ditutup kembali, dengan demikian jalannya yang tertahan tadi dapat diikuti kelanjutannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini perlu sekali diperhatikan agar tidak terjadi loncatan2 jalannya getaran air putih.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalannya seperti menaiki tangga rantai &lt;/strong&gt;untuk masuk/ naik ke Jonggring Selaka (otak besar) melalui Sela Penangkep (otak kecil) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah selalu dikerjakan, apabila datang gangguan selama sujud, sehingga akhirnya dahi menyentuh tanah/ tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apabila dahi telah menyentuh tanah&lt;/strong&gt;, ini berarti bahwa jalannya getaran air putih telah sampai ke otak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka lalu mengunjal ambegan &lt;/strong&gt;(menghela napas panjang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bila lidah serasa penuh air liur bergetar&lt;/strong&gt;, kemudian mengucapkan : &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Hyang Maha Suci sujud Hyang Maha Kuasa"&lt;/strong&gt;  3 X  (dalam batin)&lt;br /&gt;Inilah saatnya kontak dengan sinar Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin sekalian Yth.&lt;br /&gt;Mempelajari dan melakukan hal tersebut diatas bukanlah hal yang mudah. Apabila hal2 tersebut belum bisa dilaksanakan, maka ia belum dapat melakukan apa yang disebut &lt;strong&gt;ening&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Hingga dewasa ini banyak para Tuntunan maupun warga yang merasa gembira sekali apabila didalam sujud mendapat gambaran2, meskipun ia tidak dapat meramalkan maksud gambaran tersebut. Dan anehnya gambaran2 yang ia peroleh diramalkan dengan pikir. Bagaimana dapat benar apabila ditafsirkan secara akal pikir ? &lt;br /&gt;Sebab &lt;strong&gt;rasa diwejang oleh cahya&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Maka caranya meramali harus pula dengan rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 sekalian Yth.&lt;br /&gt;Apabila penelitian sujud yang sempurna tersebut telah dapat Saudara jalankan/praktekkan dengan betul, maka berarti Saudara telah melakukan &lt;strong&gt;penggalian yang sejati, penggalian pribadi yang asli.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila Saudara telah berhasil, maka Saudara akan menjadi manusia yang utama, terhindar dari jajahan getaran2 yang kurang sempurna/ tidak sempurna seperti telah kami uraikan dimuka. Atau Saudara akan menjadi manusia yang berbudi luhur.&lt;br /&gt;Semuanya itu akan dapat terlaksana apabila usaha itu didampingi dengan &lt;strong&gt;kemauan&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;kemampuan&lt;/strong&gt; saudara, dan juga didampingi dengan &lt;strong&gt;kaya darma &lt;/strong&gt;(jadi &lt;strong&gt;memerlukan 3 unsur&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 sekalian Yth.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sujud bungkukan ke I telah selesai&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemudian duduk kembali&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Apabila kita telah duduk, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;semua getaran dikepala yang telah kontak dengan sinar cahaya akan turun, merata keseluruh tubuh&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Maka lalu dirasakan turunnya itu. &lt;br /&gt;Saluran mana yang dilalui, silahkan Saudara teliti sendiri didada Saudara.&lt;br /&gt;Disini sengaja tidak kami tunjukkan dengan harapan:&lt;br /&gt;1.Sdr. dapat meneliti/memecahkan sendiri.&lt;br /&gt;2.Menjaga Saudara2 &lt;strong&gt;tidak akan menjadi manusia ikut-ikutan &lt;/strong&gt;(=rubuh-rubuh gedang).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Turunnya getaran tersebut melalui dada &lt;/strong&gt;(serasa dingin), &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kemudian keperut&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat inilah untuk melatih kewaskitaan/kewaspadaan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Sebab kita dapat melatih kewaskitaan dengan meneliti getaran2 yang mengalir ke gelombang2 yang ada/saluran2 yang mana yang dilaluinya getaran2 tersebut.&lt;br /&gt;Sebetulnya kita sendiri telah mempunyai  kewaskitaan tersebut misalnya dada kita terasa trataban, maka dalam batin kita akan ada apa ini. &lt;br /&gt;Akan tetapi  kita belum tahu duduk soalnya.&lt;br /&gt;Maka kita sekarang dapat mengerti sebab2-nya. Sebab Saudara sekalian telah saja beri cara jalannya Saudara akan menjadi manusia yang penuh waspada. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Itulah penggalian pribadi yang aseli&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Janganlah Saudara2 akan menjadi manusia ikut-ikutan atau rubuh-rubuh gedang. &lt;br /&gt;Saudara harus berani memecahkan dan memikirkan persoalan-persoalan. &lt;br /&gt;Sukakah Saudara2 akan menjadi manusia ikut2-an ?Rubuh2 gedang ? Manusia yang anut grubjug ? &lt;br /&gt;Jawab hadirin a.l. Tidak !!!&lt;br /&gt;Jadi bilamana Saudara ke sanggar, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;janganlah hanya untuk mengobrol saja&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;tapi gunakan kesempatan itu untuk &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;menggali, meneliti melatih diri sendiri&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Sanggupkah saudara2 melaksanakan ??? &lt;br /&gt;Jawaban hadirin. Sanggup !! &lt;br /&gt;Nah ,jawaban saudara2 itu keluar dari &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bibir malang atau bibir mujur &lt;/strong&gt;? &lt;br /&gt;Artinya, sungguhkah Saudara2 dapat menepati janji? &lt;br /&gt;Jawaban Saudara2 sekalian yang dulu2 itu kebanyakan keluar dari &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bibir mujur yang artinya dapat mulur/mungkret&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Janji saudara tidak kau tepati sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 sekalian laksanakanlah penggalian dan penelitian yang sungguh2. Saya ingin Saudara2 para tuntunan menjadi manusia yang waspada, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bebas dari iri hati,panasten, dahwen&lt;/strong&gt;,  dsb.nya, sebab perasaan2 yang jelek itulah akan menghambat kewaspadaan, kewaskitaan Saudara2.&lt;br /&gt;Selanjutnya.&lt;br /&gt;Apabila bungkukan2 telah selesai dan Saudara telah duduk kembali, maka &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;silahkan Saudara menyelesaikan bungkukan ke 2, ke 3 &lt;/strong&gt;dengan cara seperti pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 sekalian Yth.&lt;br /&gt;Sujud Saudara sekalian adalah sujud asal mula manusia. &lt;br /&gt;Maka mulai sekarang kurangilah makan dan tidur. Tapi kata2 ini, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;jangan diterima wantah begitu saja Saudara &lt;/strong&gt;(jangan diterima letterlijk). &lt;br /&gt;Disini dapat saya umpamakan. Bila orang habis mencangkul sawah, ia akan mengalami rasa capai. Akan tetapi capai dalam mencangkul tanah akan memberi kesehatan badan kita, karena kita mendapatkan sinar matahari dan sari2 getaran tanah.&lt;br /&gt;Sebaliknya bila Bapak2 bersetubuh, walaupun hanya sebentar, badan kita akan capai dan lemas, lembek. &lt;br /&gt;Karena apa ? Biji manusia dikuras dari badan. Sedang itu sebetulnya membikin kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka hematlah dengan penebaran biji manusia&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Caranya telah saja utarakan dimuka &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;keraplah sujud dalam waktu senggang&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Apabila Saudara2 betul2 dapat menyalankan seperti apa yang saja katakan tadi, niscayalah pelacuran akan lenyap dari masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak2 Tuntunan Yth.&lt;br /&gt;Kita harus bersatu. Janganlah dikalangan kita membeda-bedakan suku2 misalnya, disini ada suku Sunda, Bali, Lampong, Jawa dsb. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saja tak suka akan suku2, sebab nanti akan pincang Saudara.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Sebab lantas tidak punya tangan. Karena itu demi untuk persatuan bangsa Indonesia ialah menghendaki Satu Bangsa.  Satu Negara. Satu Bahasa.&lt;br /&gt;Maka saya usulkan agar Buku2 Wewarah Agama Sapta Darma dicetak kedalam Bahasa Indonesia. Sebab kami tak setuju dipertahankannya suku2, demi untuk persatuan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Percajalah, apabila Saudara2 juga penuh berusaha, maka bangsa kita akan jadi bangsa no. 1 didunia, akan jadi contoh dan akan jadi pelopor bangsa didunia dalam keluhuran. Percajalah A,S,D dan Negara kita Indonesia akan bersinar keseluruh dunia, bersinar laksana Surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak2/Ibu2 sekalian Yth. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sapta Darma adalah Agama&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Mengapa ? &lt;br /&gt;Saudara sekalian tahu &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;artian Agama dalam arti difinisi rochaniah menurut Sapta Darma berasal dari arti:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A = Asal mula manusia.&lt;br /&gt;Ga = Gama ( kama, berarti air suci/putih.)&lt;br /&gt;Ma = Maja: sinar Cahaya Hyang Maha Kuasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi Sapta darma adalah Agama karena Sujudnya menggali/ memelihara asal mula manusia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah saya katakan &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;asal mula manusia ialah dari air putih dan Sinar cahaya Hyang Maha Kuasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Inilah definisi Agama menurut pendapat Sapta Darma.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekian, terimakasih. Jam 1.53.&lt;br /&gt;- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fatwa PANUNTUN AGUNG pada malam ke 2, tgl. 28/29-12-’62 yang dimulai pada jam 22.30.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak2, Ibu, Para hadlirin Yth.&lt;br /&gt;Sebelumnya saya minta ma’af, bila terjadi kekhilafan dalam uraian nanti. Pertama2 akan kami uraikan sekedar cuplikan riwayat penerimaan dan perkembangan A.S.D.&lt;br /&gt;Sejak penerimaan ilham yang pertama, &lt;strong&gt;kami selalu diikuti oleh 2 orang sahabat&lt;/strong&gt; (pengikut), yang selama itu tidak pernah berpisah. Dengan demikian mereka itu selalu menjadi saksi2 utama dalam penerimaan ilham2.&lt;br /&gt;Apabila ada diantara mereka itu yang mengundurkan diri, atau misalnya terjadi dua2nya mengundurkan diri, entah bagaimana, mesti &lt;strong&gt;ada orang lain yang menggantikannya mengikuti kami&lt;/strong&gt;. Demikian seterusnya sejak semula (th 1952) s/d tahun 1956, saat mana para sahabat mengembangkan A.S.D. keluar kota Pare keseluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Mereka itu ada yang mengikuti terus-menerus selama 3 bulan, ada yang 4 a 5 bulan bahkan ada yang 7 a 8 bulan.&lt;br /&gt;Dalam usaha mengembangkan A.S.D. banyak sekali rintangan2, penderitaan2, pengorbanan2 perasaan yang bersama kami hadapi/derita.&lt;br /&gt;Ejekan2, cemoohan2 dilontarkan pada kami. Namun semua itu kami terima dengan penuh ketenangan &amp; kesabaran serta kegembiraan. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hanya berkat ketabahan itulah akhirnya Hyang Maha Kuasa mengijinkan A.S.D. berkembang dengan subur serta cepat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kami pesankan disini pada para Warga maupun Tuntunan terutama, &lt;strong&gt;meski banyak rintangan yang Sayudara2 hadapi terimalah dan hadapilah itu dengan tenang dan teguh.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terimalah segala rintangan dengan gembira serta kesadaran.Sebab semua rintangan itu semuanya adalah pupuk serta menguji ketabahan,kesadaran dan keyakinan kita. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanpa rintangan2 takkan tercapai untuk menyadi Satria Utama.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Untuk memiliki budi luhur, jalannya tidaklah lurus &amp; rata.&lt;br /&gt;Disekolah, tiap kenaikan kelas/tingkat, mesti ada ujian atau test. Demikian pula kita.&lt;br /&gt;Tiap kita menuju ketingkat kesempurnaan/ keluhuran, pastilah kita harus mengatasi sesuatu rintangan, mengekang nafsu dsb. Dan apabila kita lulus dalam menghadapinya, majulah kita setapak kedepan/keatas. &lt;br /&gt;Saudara para Tuntunan Yth.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tuntunan adalah pengabdi&lt;/strong&gt;. Jadi &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;harus menjunjung dan menghormati warganya&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Dengan demikian Warganya akan berbuat lebih mencintai dan menghormati Tuntunannya. Bukankah pengabdian Tuntunan itu sebenarnya adalah &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;pendidikan martabat pribadi sendiri &lt;/strong&gt;?&lt;br /&gt;Jadi ejekan2, cemoohan2 itu sebenarnya adalah penilai, seberapa jauh ketenangan dan kesabaran Saudara.&lt;br /&gt; Ingatlah akan ucapan2:&lt;br /&gt;Wani ngalah luhur wekasane.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengalah Saudara2, bukan berarti kalah&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Tetapi mengalah untuk menang, untuk mencapai budi luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;Khodrati manusia seharusnya mencintai sesama. Sebab sifat itu adalah sesuai dengan saat terjadinya. &lt;br /&gt;Bukankah sewaktu kita ini tercetak, situasi/suasana Bapak dan Ibu dalam keadaan2:&lt;br /&gt;-- saling mencintai secara ikhlas dan jujur.&lt;br /&gt;-- gembira.&lt;br /&gt;-- semangat ???&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak mau mencintai sesama ?&lt;br /&gt;Dan sekarang menjadi pemalas serta pemurung ?&lt;br /&gt;Ingatlah Saudara2 pada purwa duksina. (purwa = wiwitan.  Sina = putih)&lt;br /&gt;Dengan itu, ini bisa terlaksana apabila jalan2 yang tersebut diatas ditempuh.&lt;br /&gt;Isteri yang sejati harus sehidup semati.&lt;br /&gt;Ini bukan berarti istri (wanita) biasa, tetapi suatu kias, perlambang kesatuan yang erat antara jasmani &amp; rokhani, atau antara Adam dengan Kawa.&lt;br /&gt;Jadi tubuh yang sempurna disertai budi pakarti yang luhur. Memberikan darma hidupnya secara tulus dan ikhlas, tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Tuntunan Yth.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Usahakanlah tugas Tuntunan dapat dilaksanakan&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Misalkan saja sebulan sekali, &lt;br /&gt;Tuntunan Propinsi menemui/ saling bertemu dengan para Tuntunan Karesidenan -- Karesidenan dengan Kabupaten -- &lt;br /&gt;Kabupaten dengan Kecamatan/ Tuntunan Sanggar.&lt;br /&gt;Tiap Tuntunan seyogyanya mengadakan penyelidikan dan penelitian terhadap pengolahan/ pelaksanaan ajaran A.S.D. terhadap para warganya. &lt;br /&gt;Baik &lt;strong&gt;mengenai kesempurnaan2 sujudnya maupun darma hidupnya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Semua kerja supaja didiskusikan dan hasilnya dicocokkan. Dengan demikian terdapat keseragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;Saudara2 telah sampai pada penelitian, penyempurnaan pasujudan. Ini berarti sampai pada taraf penyempurnaan getaran. Jadi Saudara telah berusaha menajami tajamnya Sapta Rengga, pribadi sendiri.&lt;br /&gt;Saudara akan sampai pada taraf2 lanciping (tajamnya) pangandika (tutur kata) dan kewaspadaan. &lt;br /&gt;Karena itu &lt;strong&gt;jangan gegabah dengan tutur kata&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Karena orang yang telah menggali meneliti dan mengolah getaran-getarannya, tutur kata/ sabdanya gawat keliwat-liwat, tajamnya melebihi pisau cukur. &lt;br /&gt;Ini kami ingatkan, agar tidak nemahi/ mengenai diri sendiri. &lt;br /&gt;Jagalah, hingga &lt;strong&gt;selalu bertutur kata yang baik&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 membangun Candi Sapta Rengga (mata 2, telinga 2, lubang hidung 2, mulut 1 (= 7) , biar tajam / waspada/ waskita.&lt;br /&gt;Karena itu banyak rintangannya. Tercapai tidaknya terserah pada usaha Saudara2 sendiri. Bila dapat, Saudara2 akan menjadi Satria Utama, manusia pelopor yang dapat menghayu-hayu bahagianya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak2, Ibu2 Yth.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan rumah tangga, kami pesankan senantiasa dalam kedamaian. Jangan mudah bertengkar. Jadilah pasangan yang rukun.Seperti mimi &amp; mintuna. &lt;br /&gt;Dalam mencarikan pasangan hidup putera-puterinya atau dirinya (bagi sekarang yang belum berpasangan) &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ajarlah mengadakan penelitian yang sempurna&lt;/strong&gt;, supaya kelak tidak pecah lagi.&lt;br /&gt;Didalam persetubuhan, rasa manunggal/ bersatu, yaitu manunggaling rasa cahya dan Air putih yang berasal dari makanan. Ini menimbulkan air rasa, air cahaya, air rasa, air mani.&lt;br /&gt;Jadi: dalam kesukaan (persetubuhan), air putih keluar, dalam kesukaran (kesusahan), air mata keluar.&lt;br /&gt;Karena itu &lt;strong&gt;hindarilah percekcokan dalam rumah tangga&lt;/strong&gt;, supaya tiada timbul kesukaran.&lt;br /&gt;Perjodohan yang sejati seperti mimi &amp; mintuna berarti :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-- menimbulkan ketenteraman.&lt;br /&gt;-- penghematan/ biji manusia, dan pemeliharaan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini mengakibatkan &lt;strong&gt;lahirnya keturunan yang baik&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu2 Yth.&lt;br /&gt;Ibu2 banyak yang masih kabotan tapih/ pinjung. &lt;br /&gt;Jadi Ibu2-pun perlu menggali dengan jalan menyempurnakan sujudnya. sehingga nanti dapat menguasai getarannya. Ini banyak berguna bagi Ibu2.&lt;br /&gt;Suatu contoh saja:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apabila Bapakmu pergi, maka eningkan&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Apabila dadanya terasa berdebar keras (di “RA”), maka cegahlah dengan bujuk rayu (esem dsb.-nya), supaya Bapak tak jadi pergi. Sebab apabila jadi pergi, maka akan terjadi hal2 yang tak diinginkan. Misalnya saja Bapak akan berlaku serong, ada halangan dsb.&lt;br /&gt;Apabila tidur bersama, Ibu harus dikiri Bapak. &lt;br /&gt;Mengapa ?&lt;br /&gt;Ini usaha mencocokkan rasa dengan pangrasa Adam dan Kawa.&lt;br /&gt;Dalam pewayangan: kiwa berarti lorek = jelek. &lt;br /&gt;Tapi bukan berarti bila Ibu dikiri Bapak lalu berarti Ibu itu jelek, ooo tidak sama sekali. &lt;br /&gt;Ini dimaksudkan supaya terjadi keseimbangan jalannya Ibu dengan Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak2, Ibu2. Semua Hadlirin Yth.&lt;br /&gt;Dengarkan, camkan dan rasakan baik2 apa yang akan kami katakan ini.&lt;br /&gt;Sabdaning Sri Gutama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"A.S.D. akan jadi pedoman, pegangan (panutaning) para umat sedunia".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apabila bohong/ mlesed Sabdaning dan panjangkaning Sri Gutama, berarti bukan sabdaning Panuntun Agung Agama Sapta Darma.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wahyu alam, pepadanging donya jatuh di Negara kita&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara2 semua kinudang-kudang (diharapkan sekali) menjadi manusia Satria Utama yang akan mempunyai watak berbudi bawa leksana, sanggup menghayu-hayu bahagianya dunia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A.S.D. dan Warga A.S.D. akan menjadi pepadang, dan selalu bersinar laksana Surya.&lt;/strong&gt;-- &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bohong Sabdaning Sri Gutama, berarti bukan Sabdaning P.A. agama Sapta Darma.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;Saudara2 akan jadi pelopor orang2 yang terpilih. &lt;br /&gt;Untuk itu harus memiliki toya yang wening.&lt;br /&gt;Memiliki toya ingkang wening dapat digambarkan Air suci/ bersih. &lt;br /&gt;Caranya memiliki ialah Sdr.2 harus berani dan mau membersihkan dunia pribadinya. (Ngresiki jagading pribadi).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memiliki toja ingkang wening dapat digambarkan sbb&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Ibarat mengambil air sumur (sumber = mata air) ditaruh dalam gelas untuk diminum. Apabila air itu diendapkan (dileremake), maka bagian atasnya (bagian yang bersih), bila diminum akan lebih nikmat/ enak, dari pada apabila air itu langsung diminum. Air yang bersih tersebut apabila diberikan pada orang lain, lebih2 yang kehausan ( haus pegangan hidup), akan terasa lebih seger sumjah, enak sekali.&lt;br /&gt;Jadi air yang jernih lebih bermanfaat. &lt;br /&gt;Ini berarti &lt;strong&gt;Saudara2 harus selalu perlu mengendapkan/ menyaring getaran2-nya&lt;/strong&gt;. agar hasil yang baik, apabila didarmakan, akan terasa nikmat dikenyam orang lain.&lt;br /&gt;Sekian: 23.29.&lt;br /&gt;- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -&lt;br /&gt;Fatwa fase ke II dimulai jam :02.15.&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;Kini kami berpesan pada para Ibu.&lt;br /&gt;Ibu2 Yth. yang pertama , disini akan kami betulkan sikap sujud yang susila. &lt;br /&gt;Adapun cara2 penelitian sujud yang sempurna, telah dengan panjang lebar diuraikan, dan yang diulang oleh pembicara yang lain.&lt;br /&gt;Sujud yang susila bagi para Ibu, ialah &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bila sedang membungkuk, sekali-kali janganlah mengangkat pantatnya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Didalam sujud, sesudah selesai, banyak Ibu2 yang berkata, bahwa ia mengetahui apa2. Itu tidak benar. &lt;br /&gt;Itu palsu. &lt;br /&gt;Jadi mulai sekarang jangan sering membuat tahu apa2, dengan harapan biar disebut orang waskita dsb.nya.&lt;br /&gt;Kalian kami ajar/ tuntun pada tabiat yang jujur jadi jangan suka membohong. &lt;br /&gt;Jangan membohongi pribadinya sendiri ya Ibu ?&lt;br /&gt;Dampingilah Bapak2 ini. Biar rumah tangga yang bahagia, damai dan sentausa. Hindarilah percekcokan, agar keruntuhan rumah tangga dapat terjaga/ terhindar. Ingatlah bahwa kebahagiaan rumah tangga adalah sendi daripada kebahagiaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Hadlirin Yth.&lt;br /&gt;Semua pesan kami, kami harap dilaksanakan. Semua itu hanya demi kebahagiaan Bapak2, Ibu2 sendiri. Marilah be-ramai2 dan ber-sama2 memberikan darma/ amal perbuatan kepada semua umat. &lt;br /&gt;Sembuhkanlah orang2 yang menderita sakit !&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apabila mengobati&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;caranya seperti yang telah Saudara kenal, atau seperti yang diuraikan dalam buku.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lihatlah pasien sdr. dengan penuh&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bila lidah Saudara telah bergetar, Sabdalah "Waras".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu usaha dalam mencari keutamaan. &lt;br /&gt;Sebab apabila terjadi kesembuhan dalam usaha kita tersebut, maka kita senang. Suatu kesenangan yang tak bisa dibeli. Karena ia tak mau diberi upah, maka si pasien merasa berhutang budi. Karena itu si pasien tersebut akan senantiasa ingat kebaikan yang diterima, sehingga ia akan mendoakan kebaikan. Doa ini akan bisa menambah kekuatan pada yang menyembuhkan tadi.&lt;br /&gt;Apabila sewaktu akan menyabda itu timbul rasa keraguan, dan ada dorongan harapan pamrih (balas jasa), maka sabdanya tidak akan mandi (ampuh)(tidak mempunyai kekuatan penyembuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 Yth.&lt;br /&gt;masuk A.S.D berarti mencari jalan untuk mencapai keutamaan/ keluhuran budi. &lt;br /&gt;Jadi &lt;strong&gt;bukan tempat untuk mencari harta benda. kekayaan materiil&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Jadi &lt;strong&gt;yang bisa diperoleh adalah kebahagiaan&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;karena ia dalam Sapta Darma akan mendapatkan &lt;strong&gt;ketenteraman, ketenangan dan kesabaran&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Dan itu benar2 diperoleh apabila dalam tingkah hidupnya melalui jalan Tuhan.&lt;br /&gt;Perjuangan hidup, apalagi keluhuran, akan berlangsung terus sampai ia mati. &lt;br /&gt;Dan kita akan mengenyam apa arti hidup bahagia, abadi, apabila kita duduk dalam kebijaksanaan, keluhuran, dan kewibawaan.&lt;br /&gt;Akhirnya sebagai penutup: Selamat jalan. selamat berjuang, selamat berhasil (sukses) dalam mengejar kebahagiaan, kesempurnaan hidup didunia dan akherat, demi menghayu-hayu bahagianya dunia.&lt;br /&gt;Sekian&lt;br /&gt;Jam 03.25&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-3475340152714722453?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/3475340152714722453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-33.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3475340152714722453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3475340152714722453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-33.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 33)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1qCGnmBYI/AAAAAAAAASc/PoFW6M0pWas/s72-c/390.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-731228393649958433</id><published>2011-08-18T07:47:00.008+07:00</published><updated>2011-08-19T06:29:07.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri gutomo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AGAMA'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 32)</title><content type='html'>&lt;a href="http://s09.flagcounter.com/more/Aff"&gt;&lt;img src="http://s09.flagcounter.com/count/Aff/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_5/maxflags_248/viewers_17+Agustus+2011/labels_1/pageviews_1/" alt="free counters" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.flagcounter.com/"&gt;Free counters&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s1600/367.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s400/367.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525178193364489490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gGK2S37I/AAAAAAAAAPk/QTjviIvRKMU/s1600/368.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gGK2S37I/AAAAAAAAAPk/QTjviIvRKMU/s400/368.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177976961032114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1f0sGI7QI/AAAAAAAAAPc/rRfc0k-LpKQ/s1600/369.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1f0sGI7QI/AAAAAAAAAPc/rRfc0k-LpKQ/s400/369.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177676648213762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fkG5OByI/AAAAAAAAAPU/OflE7oCzjX0/s1600/370.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fkG5OByI/AAAAAAAAAPU/OflE7oCzjX0/s400/370.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177391784003362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fVCUKZxI/AAAAAAAAAPM/L1vrmHkfw0s/s1600/371.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 263px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fVCUKZxI/AAAAAAAAAPM/L1vrmHkfw0s/s400/371.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177132856796946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fEqXnjEI/AAAAAAAAAPE/51nAYybXObE/s1600/372.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fEqXnjEI/AAAAAAAAAPE/51nAYybXObE/s400/372.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176851550932034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1e1S9yVvI/AAAAAAAAAO8/xsHNteHpEIo/s1600/373.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1e1S9yVvI/AAAAAAAAAO8/xsHNteHpEIo/s400/373.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176587570534130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1ek1T1QdI/AAAAAAAAAO0/cDiL3GrDOrc/s1600/374.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 261px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1ek1T1QdI/AAAAAAAAAO0/cDiL3GrDOrc/s400/374.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176304732029394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1eV4wjNWI/AAAAAAAAAOs/1zJMjMHC9pA/s1600/375.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1eV4wjNWI/AAAAAAAAAOs/1zJMjMHC9pA/s400/375.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176047959749986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1eF8GVt9I/AAAAAAAAAOk/A7pzSPl29L4/s1600/376.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1eF8GVt9I/AAAAAAAAAOk/A7pzSPl29L4/s400/376.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525175773978539986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1d0d_f56I/AAAAAAAAAOc/KEBdMDDTbMc/s1600/377.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1d0d_f56I/AAAAAAAAAOc/KEBdMDDTbMc/s400/377.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525175473839007650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1dkJh4dxI/AAAAAAAAAOU/9hfMQ4dTQoA/s1600/378.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1dkJh4dxI/AAAAAAAAAOU/9hfMQ4dTQoA/s400/378.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525175193468172050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1c_Bu2fmI/AAAAAAAAAOM/EXosicHUWps/s1600/379.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1c_Bu2fmI/AAAAAAAAAOM/EXosicHUWps/s400/379.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525174555719925346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cr-gxbfI/AAAAAAAAAOE/NQYM_rO5OyM/s1600/380.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cr-gxbfI/AAAAAAAAAOE/NQYM_rO5OyM/s400/380.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525174228438052338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1caaVRlwI/AAAAAAAAAN8/e73p5HHK5hg/s1600/381.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1caaVRlwI/AAAAAAAAAN8/e73p5HHK5hg/s400/381.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525173926668375810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cDzNT99I/AAAAAAAAAN0/ecsxavKvdNw/s1600/382.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cDzNT99I/AAAAAAAAAN0/ecsxavKvdNw/s400/382.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525173538208872402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1byfrXssI/AAAAAAAAANs/WNVgfpTQFeM/s1600/383.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1byfrXssI/AAAAAAAAANs/WNVgfpTQFeM/s400/383.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525173240908460738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1bNeEmtmI/AAAAAAAAANc/etUO-AyINxg/s1600/384.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 253px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1bNeEmtmI/AAAAAAAAANc/etUO-AyINxg/s400/384.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525172604822271586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1avBqK-cI/AAAAAAAAANU/_MdIAQLmWN0/s1600/385.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1avBqK-cI/AAAAAAAAANU/_MdIAQLmWN0/s400/385.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525172081799133634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1aPqUFmII/AAAAAAAAANM/aE1RmbI8_U8/s1600/386.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1aPqUFmII/AAAAAAAAANM/aE1RmbI8_U8/s400/386.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525171542956546178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1NHf6BO7I/AAAAAAAAANE/cEQHY0ahFI8/s1600/387.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1NHf6BO7I/AAAAAAAAANE/cEQHY0ahFI8/s400/387.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525157109072739250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1MCmO2R4I/AAAAAAAAAM0/OS_l05HSBVM/s1600/388.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1MCmO2R4I/AAAAAAAAAM0/OS_l05HSBVM/s400/388.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525155925359740802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1LvAKwJrI/AAAAAAAAAMs/A4kWS1HuUl0/s1600/389.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1LvAKwJrI/AAAAAAAAAMs/A4kWS1HuUl0/s400/389.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525155588724500146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************************&lt;br /&gt;Naskah  asli dalam bahasa Jawa&lt;br /&gt;******************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s1600/367.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s400/367.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525178193364489490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WEWARAH AGAMA SAPTA DARMA  JILID 1&lt;br /&gt;Kahimpun dening&lt;br /&gt;SRI PAWENANG&lt;br /&gt;Pamedar Sabda Panuntun Agama "SAPTA DARMA"&lt;br /&gt;Kawedalaken dening : Yayasan "SRATI DARMA"&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Dipun awisi sanget sok sintena ingkang anyitak utawi anyade buku punika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SESANTI&lt;br /&gt;Ing ngendi bae marang sapa bae warga Sapta Darma  kudu sumunar pinda baskara.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gGK2S37I/AAAAAAAAAPk/QTjviIvRKMU/s1600/368.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gGK2S37I/AAAAAAAAAPk/QTjviIvRKMU/s400/368.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177976961032114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto          Panuntun SRI GUTAMA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TKkq2pQyuOI/AAAAAAAAAMU/dDpCp48So-E/s1600/Bopo_Sri_Gutomo_FFFFFFF.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 381px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TKkq2pQyuOI/AAAAAAAAAMU/dDpCp48So-E/s400/Bopo_Sri_Gutomo_FFFFFFF.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523993536224213218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1f0sGI7QI/AAAAAAAAAPc/rRfc0k-LpKQ/s1600/369.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1f0sGI7QI/AAAAAAAAAPc/rRfc0k-LpKQ/s400/369.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177676648213762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Panuntun wanita SRI PAWENANG&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGvHvSegk2I/AAAAAAAAAH0/pPEc6jxTgag/s1600/Ibu+Sri+Pawenang+1AA.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGvHvSegk2I/AAAAAAAAAH0/pPEc6jxTgag/s400/Ibu+Sri+Pawenang+1AA.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506714584618144610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ISINIPUN BUKU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab   I.   Bebuka.&lt;br /&gt; "   II.   Gegayuhan Agama "Sapta Darma".&lt;br /&gt; "  III.   Katerangan wewarah 7,  wajibing warga "Sapta Darma".&lt;br /&gt; "   IV.   Katerangan simbul "Sapta Darma".&lt;br /&gt; "    V.   Katerangan bab sujud.&lt;br /&gt; "   VI.   Pigunanipun sujud lan katerangan asaling toya suci (sari).&lt;br /&gt; "  VII.   Ngusadani tiyang sakit saha cara2nipun.&lt;br /&gt; " VIII.   Ening utawi "Semedi"&lt;br /&gt; "   IX.   Tukar hawa, Ulah rasa lan Racut.&lt;br /&gt; "    X.   Tali rasa.&lt;br /&gt; "   XI.   Pepenget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I.  BEBUKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku wewarah Agama Sapta Darma" cap-capan ingkang sampun2 senadyan isinipun sampun mentes, ewa semanten kangge ngleksanani pamundutipun sakatahing para warga tuwin para maos ingkang ambetahaken keterangan2 ingkang ceta, amrih sampun ngantos wor suh anggenipun anindakkaken wewarah, pramila Panggubah pikantuk palilah saking panyenenganipun Panuntun Agung, andapuk buku punika ingkang pokok isinipun mboten ngewahi ingkang lami, namung unda usuking bab, kaewah, kawewahan tuwin dipun kirangi, ngengeti tataran kekiyataning pangudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapukan punika kaangkah kalayengaken dados pinten2 jilid, ingkang isinipun nyekapi sadaya wewarah saha ilham-ilham ingkang katampi dening Bapa Panuntun SRI GUTAMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mila buku wedalan enggal punika ngewrat dasar2 saha keterangan2 ingkang langkung ceta, minangka sesuluh tumrap para ingkang ambetahaken, supados sampun ngantos tida-tida malih panggladining pribadinipun, anggayuh dateng kaluhuraning bebuden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basanipun kadamel basa Jawi, kalarasaken kaliyan ungel-ungelaning pesujudan, nanging mboten wonten awonipun ing tembe kawedalaken mawi basa sanes-sanesipun ingkang salaras kaliyan kawontenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilih isi saha katerangan2 ingkang kaewrat ing buku punika meksa taksih kirang ceta, kersaa ingkang kawogan mundut keterangan dumateng warga/ tuntunan ingkang celak. Jalaran buku punika namung kagem nyekapi langkung rumiyin kabetahaning warga "Sapta Darma". &lt;br /&gt;Pramila bilih wonten satunggiling peminat ingkang kepingin sujud, kita aturi nyuwun pitedah dateng para warga/ tuntunan "Sapta Darma". sageda katuntuni sujudipun&lt;strong&gt; sampun ngantos kacobi-cobi piyambak&lt;/strong&gt;, amrih saged leres sampun ngantos klentu anggenipun nindakkaken sujud kalawau. &lt;br /&gt;Ewa semanten sakatahing kritik pitedah sampurnaning isi buku punika, sanget ka-ajeng2 saha katampi kanti ikhlas lan sucining manah.&lt;br /&gt;Wasana mugi2 buku punika saged murakabi dumateng para maos umumipun saha para warga "Sapta Darma" khususipun.&lt;br /&gt;Gusti ingkang Maha Kuwaos tansah angayomana lan angabulna sadaya gegayuhaning Satriya Utama kangge mangayu-ayuning Bawana.&lt;br /&gt;Ngayogjakarta, 1 Asjura 1891.&lt;br /&gt;Panggubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WEWARAH pitu wajibing warga "Sapta Darma". &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Saben warga kudu netepi wajib ":&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Setia tuhu marang ananing Pancasila Allah.&lt;br /&gt;2. Kanti jujur lan sucining ati kudu setia anindakake angger-angger ing Negarane.&lt;br /&gt;3. Melu cawe2 acancut tali wanda njaga adeging Nusa lan Bangsane.&lt;br /&gt;4. Tetulung marang sapa bae yen perlu, kanti ora nduweni pamrih apa bae , kajaba mung rasa welas lan asih.&lt;br /&gt;5. Wani urip kanti kapitayan saka kekuwatane dewe.&lt;br /&gt;6. Tanduke marang warga bebrayan kudu susila kanti alusing budi-pekerti, tansah agawe pepadang lan mareming liyan.&lt;br /&gt;7. Jakin yen kahanan donya iku ora langgeng, tansah owah gingsir (anyakra manggilingan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II.  Gegayuhan Agama "Sapta Darma"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gegayuhaning Agama "Sapta Darma" bade mangayu-hayu bagya bawana. Liripun bade ambudidaya amrih sagedipun gesanging manungsa punika bagya ing alam donya saha akhiratipun.&lt;br /&gt;Pramila "Sapta Darma" bade anuntun umat manungsa, dumateng kasampurnaning gesang rokhani lan jasmani. Kangge angleksanani gegayuhan punika "Sapta Darma" caos pepadang dumateng sadaya umat, sarana anglantaraken ilham2 "Sapta Darma" ingkang wiwitan katampi dening Panuntun Sri Gutama, bangsa Indonesia asal saking Pare (Kediri) Jawa Timur. Sejarah tumuruning Ilham2 ingkang sarana paseksen para sahabatipun ingkang gantos-gumantos, bade kaewrat ing buku wewarah jilid salajengipun.&lt;br /&gt;Menggah inti sarining piwulang Agama "Sapta Darma" ingkang kabeberaken dumateng sadaya umat ingkang karsa, kaprinci kados ing ngandap punika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nanem kandeling kapitadosan, sarana nedahaken bukti2 saha paseksen bilih Allah punika wonten lan sawiji, nguwaosi alam lan sak-isinipun ingkang dumados. Kagungan sipat2 ingkang utami, gangsal perkawis inggih punika:&lt;br /&gt;a. Maha Agung.  b. Maha Rokhim   c. Maha Adil   d. Maha Wasesa   e. Maha Langgeng&lt;br /&gt;Pramila manungsa wajib angluhuraken asma Allah, saha setiya tuhu anindakkaken dawuh2ipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggladi sampurnaning manembah (sujud) inggih punika manembahing rokhani dumateng ingkang Maha Kuwaos anggayuh bebuden luhur, sarana cara2 ingkang gampil lan prasaja, saged katindakkaken dening sadaya umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Andidik manungsa atindak suci lan jujur, anggayuh napsu budi lan pakarti tumuju dumateng kaluhuran lan kautaman kangge sanguning gesang bebrayan ing alam donya saha ing akherat. Mila "Sapta Darma" ndidik warga2-nipun dadosa Satriya Utama tansah trap susila berbudi bawa leksana, ambek welas lan asih, remen tetulung dumateng sesamining umat ingkang nandang pepeteng, ugi andidik sageda gesang kanti kekiyatanipun piyambak, sepi ing pamrih, rame ing gawe, wonten ing pundi papan, dateng sintena kemawon tansah sumunar pinda baskara.&lt;br /&gt;Tumrap warga "Sapta Darma" isining "Wewarah Pitu" wajib katindakkaken lan kalenggahan ingkang saestu saha kadarmakkaken dateng sesamining umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Paring piwulang dumateng warga2-nipun sageda mranata ing gesangipun. Ngengeti gesangipun manungsa wonten ing donya winengku dening gesanging rokhani tuwin gesanging jasmani. Pramila kedah saged ambagi wekdal, upaminipun :wanci siyang makarti kangge nyekapi kabetahanipun jasmani, dene ing wanci dalu tuwin wekdal ingkang senggang, kangge nyekapi kabetahaning rokhani (sujud manembah dumateng ingkang Maha Kuwaos, anggula wentah raos lan sapanunggilanipun). Bilih kalih2-ipun katindakkaken sarana tertib, temtu bade saged anggayuh luhuring rokhani lan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wewarah panggladi sampurnaning sujud ingkang kaceta ing angka 2 bilih katindakkaken kanti ikhlas lan emating raos ingkang alus sanget, miturut "Sapta Darma" saged andayani ,manungsa kadunungan kawaskitan ma-rupi2 upaminipun: waskitaning pandulu, pangganda, pamiyarsa, rasa, lan pangandika.&lt;br /&gt;Ingkang sampun saged kabukten dening sakatahing warga "Sapta Darma" upaminipun : Sabda usada kangge tetulung tiyang sakit. Waskita ing pandulu, pangganda, pamiyarsa kangge nampeni sasmita ingkang kaparingaken saking Ingkang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Anggayuh sabda luhur lan kawaskitan ing "Sapta Darma" punika katindakkaken wonten ing sanggar2 sesarengan para warga, sarana dipun tuntuni dening tuntunan sanggar, umpaminipun ing wanci dalu, mboten ketang namung dumugi jam 11 utawi 12. Dene wonten ing griya saged sakjam-jamipun kangge latihan piyambak wonten ing papan pasujudan ingkang katemtokaken, asal tentrem, resik lan suci.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Patileman umum mboten prayogi kangge panggenan sujud.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dados tumrap "Sapta Darma" sanggar punika panggenan ingkang suci, pramila kedah piningit, mboten kenging kangge nindakkaken padamelan ingkang sarwa nilar katentreman lan kasucian. Upaminipun: gegujengan, tukar paben, nindakkaken padamelan maksiyat lan sapanunggilanipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pepenget&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tumrap para warga, utawi sinten kemawon ingkang nindakkaken, anggladi sujud, ulah raos utawi racut, dipun awisi sanget nilar wewarah ingkang kaewrat ing buku suci punika, upaminipun: sikep ingkang mboten susila, ing wekdal ngadep Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Pramila bilih nindakkaken latihan sesarengan wonten ing sanggar, prayogi wonten satunggaling warga ingkang kayibah dening tuntunan ngulat-ulataken tumindaking warga2 sanesipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ngicalaken kapitadosan dumateng sadaya takhayul. Dumuginipun titi wanci punika saperangan ageng bangsa ing Indonesia taksih pitados dumateng takhayul.&lt;br /&gt;Ingkang makaten punika asring sanget ngrendetaken kamajenganing bangsa ing dalem gesang bebrayan ing alam donya mriki. Piwulang Agama "Sapta Darma" namung ngluhuraken dumateng Allah ingkang sawiji, dene manungsa kagolong umat ingkang luhur piyambak ing alam donya lan pinaringan purbowasesa saking Panjenenganipun.&lt;br /&gt;Pramila penganut Agama "Sapta Darma" ingkang sampun anindakkaken sujud anglampahi kuwajiban ingkang kaewrat ing Wewarah Pitu, boten perlu malih nyirik dateng dinten, wulan, mangsa lan sapanunggilanipun kangge nindakkaken pedamelan.&lt;br /&gt;Dipun awisi : ngluhuraken watu, kayu, memundi sawarnaning dedamelan manungsa limrah, memundi saha neda pitulungan lelembat, pasang sawarnining sesaji ingkang amurih mboten kaganggu ingkang ambahu rekso griya, pakawisan utawi dusun lan warni2 takhayul sanes2-ipun. Semboyanipun warga2 "Sapta Darma" : &lt;strong&gt;"Satria Utama kinasih lan kinayoman dening Hyang Maha Kuwaos, tinebihaken saking pandameling angkara murka".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mila para warga "Sapta Darma" bilih saestu2 anggayuh kanti anindakkaken wewarah ingkang kabeberaken dening Panuntun Agung Agama "Sapta Darma", mesti saget anggayuh katentremaning pribadi, bagjaning umat manungsa ing donya saha ing alam akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III  Wewarah pitu wajibing warga "Sapta Darma" saha keteranganipun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saben warga kedah netepi wajib kados ing ngandap punika :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Setia tuhu marang ananing Pancasila Allah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ingkang dipun wastani Pancasila Allah inggih punika sipat kaluhuran Allah ingkang gangsal prakawis:&lt;br /&gt;a. Maha Agung.  b. Maha Rokhim   c. Maha Adil   d. Maha Wasesa   e. Maha Langgeng&lt;br /&gt;Tegesipun: Tembung Maha ateges Luwih mboten wonten ingkang nyameni malih.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Allah Hyang Maha Agung, &lt;/strong&gt;tegesipun mboten wonten ingkang nyameni berbudinipun, mila manungsa inggih kedah anggadahi watak welas lan asih dumateng sesamining umat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Allah Hyang Maha Rokhim&lt;/strong&gt;, tegesipun mboten wonten ingkang nyameni ing welas lan asihipun, mila manungsa kedah anggadahi watak welas lan asih dumateng sesamining umat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Allah Hyang Maha Adil&lt;/strong&gt;, tegesipun mboten wonten ingkang nyameni ing adilipun, mila manungsa kedah tumindak adil dumateng sinten kemawon, ingkang ateges mboten kenging mbedak-mbedakaken.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Allah Hyang Maha Wasesa&lt;/strong&gt;, tegesipun Allah masesa saisining alam kalebet sadaya para umat. Dene kita manungsa dipun paringi purbawasesa, kangge nyekapi kabetahaning rokhani lan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e. Allah Hyang Maha Langgeng&lt;/strong&gt;, tegesipun Allah sipat langgeng datan wonten ingkang nyameni, dene manungsa ingkang langgeng rokhaninipun, awit rokhani asal saking sinar cahya Allah, jasmani asal saking sari-sarining bumi. Pramila manungsa kedah ngudi supados anggadahi bebuden ingkang luhur.&lt;br /&gt;Luhuring bebuden mahanani luhuring asma. Bilih ing tembe rokhani nilar jasmani, manungsa pejah, luhuring asma tetep, ananging jasmani ingkang asalipun saking sari2ning bumi wangsul dateng asalipun malih inggih punika ing bumi(siti). Dene rokhani wangsul dateng alam langgeng, utawi sentralipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kanti jujur lan sucining ati kudu setiya nindakake angger2 ing negarane.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manungsa gesang ing alam donya umumipun dados warganing salah satunggaling negari. Sadaya angger2 utawi pranatan satunggil-satunggiling negari temtu anggadahi gegayuhan: adamel sae tumrap negari punika.&lt;br /&gt;Pramila kita warganing Agama "Sapta Darma" ugi warganing negari kedah sarana jujur saha suci nindakkaken pranataning negarinipun amrih negarinipun saged sae kados ingkang dipun idam-idamaken. Upaminipun: Kita warga Negari Indonesia kedah taat kaliyan Undang2 Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Melu cawe-cawe acancut taliwondo anjaga adeging Nusa lan Bangsane.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Warga "Sapta Darma", dumateng sadaya kuwajiban ingkang tumuju dumateng tata tentrem, saha kemajengan, miwah karaharjaning nusa lan bangsanipun, mboten kenging selak utawi anggadahi tekad sumarah punapa dene masa bodo. Kedah tumut ambiyantu tenaga miwah banda saha pikiran samestinipun miturut kekiyatanipun piyambak-piyambak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Tetulung marang sapa bae yen perlu,kanti ora nduweni pamrih apa bae, kajaba mung rasa welas lan asih.&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;  &lt;br /&gt;Srananipun tiyang tetulung punika warni2 inggih punika: tenaga, banda lan pikiran. Tumraping para warga "Sapta Darma" taksih kawewahan: &lt;strong&gt;Sabda Usada&lt;/strong&gt;, inggih punika kaginakkaken nulungi tiyang sakit. Tetulung ingkang kasebut ing nginggil punika &lt;strong&gt;mboten kenging mawa pamrih punapa kemawon, namung dasar welas lan asih.&lt;/strong&gt; Langkung2 tetulung dumateng tiyang sakit sarana migunakkaken sabda, karana sabda makaten punika kagunganipun Hyang Maha Kuwasa, dene para warga namung kangge lantaran nindakkaken kerokhiman Allah. Pramila mbok bilih wonten warga ingkang nglanggar, nyumanggakaken bilih wonten bebenduning Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Wani urip kanti kapitayan saka kekuwatane dewe.&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manungsa gesang punika sampun kaparingan akal-budi saha pirantos pepak kangge nyekapi kabetahan gesangipun. Warga "Sapta Darma" kedah anggladi gesang sarana migunakkaken kekiyatanipun piyambak, sampun ngajengaken pitulunganing sanes. Mboten kenging melik darbeking sanes ngumbar hardaning kamurkan, ingkang adamel kapitunan dateng sintena kemawon. Kedah pitados bilih makarti sarana jujur migunakaken akal budi ingkang utami, bade saged nyekapi gesangipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Tanduke marang warga bebrayan kudu susila, kanti alusing budi pakarti, tansah agawe pepadang lan mareming liyan.&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ingkang dipun wastani warga bebrayan inggih punika pasrawungan kaliyan sintena kemawon ing masjarakat. Warga "Sapta Darma" kedah saged sesrawungan kaliyan sinten kemawon, jaler estri, sepuh enem, ageng alit, luhur lan asor.&lt;br /&gt;Anggladi watak andap asor, alus ing solah-tingkah, ing pangandika tansah adamel lega saha mareming sanes. Nglenggahi trep susila; tumrap sipating wanita dateng priya, priya dateng wanita, sarta kedah saged anjagi kaluhuraning pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Yakin yen kahanan donya iku ora langgeng tansah owah gingsir (anyakra manggilingan).&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Owah gingsiring kawontenan donya kados dene lampahing jinantra. Warga "Sapta Darma" kedah ngengeti bilih kawontenan ing donya punika mboten ajeg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dados ingkang kawastanan Warga "Sapta Darma" kedah anindakaken wewarah 7. &lt;br /&gt;Sapta = 7, Darma = kuwajiban suci (bakti). Mila &lt;strong&gt;wewarah 7 punika mboten kenging kapisah-pisahaken antawisipun satunggal lan satunggalipun.&lt;/strong&gt;, sebab punika mujudaken satunggaling bulatan.&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catkh(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGXV2PNDKaI/AAAAAAAAAE8/yqETwrAfkok/s1600/a.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 396px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGXV2PNDKaI/AAAAAAAAAE8/yqETwrAfkok/s400/a.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505041247301216674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IV  SIMBUL "SAPTA DARMA"&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Gambar punika nyanepakaken sifat-sifat tuwin pribadining manungsa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1, Wujudan persegi &lt;/strong&gt;ingkang kaentra belah ketupat nyanepakaken: asal dumadining manungsa:&lt;br /&gt;a. nginggil sinar cahya Allah; &lt;br /&gt;b. ngandap sarining bumi; &lt;br /&gt;c. kiwa lan tengen pelantar bapa lan biyung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Pinggir ijem sepuh &lt;/strong&gt;sanepaning wadag (wadah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Dasar ijem maya (enem). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sinar cahya Allah, hawa utawi geteran. Mila ing salebeting wadaging manungsa dipun liputi sinar cahya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Wajikan tiga ingkang sami agengipun arupi petak&lt;/strong&gt;, anedahaken ugi asal dumadining manungsa saking tritunggal, inggih punika: &lt;br /&gt;1. toya sarining bapa &lt;br /&gt;2. toya sarining ibu. &lt;br /&gt;3. sinar cahya Allah (kiwa, tengen,nginggil). &lt;br /&gt;Petak sanepaning suci, sami agengipun, njawi nglebet sami resikipun.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pikajengipun:&lt;/strong&gt; Warga "Sapta Darma" sami mangertosana, bilih asal dumadining manungsa punika saking barang resik utawi suci. Pramila samiya ngudi wangsul dateng suci kados asalipun sarana ngresiki jasmani saha rokhaninipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Wajikan 3 anggadahi pojokan 3 X 3 = 9.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Nyanepakaken manungsa anggadahi bolongan 9, inggih punika: tutuk 1, mripat 2,irung 2,talingan 2, ngandap 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Bunderan &lt;/strong&gt;nyanepakaken: kawontenan ingkang tansah owah gingsir (cokro manggilingan). Gesanging manungsa bade wangsul dateng asalipun malih yen tumindak bebuden luhur. Rokhaninipun manungsa bade wangsul dumateng ingkang Maha Kuwasa ing Alam Langgeng. Jasmani bade wangsul dateng asalipun ugi, inggih punika asal sari-sarining bumi wangsul dateng bumi malih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Warni cemeng:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;hawa cemeng medal saking tutuk, menawi kita ngendika awon.&lt;br /&gt;Pangertosan, asaling hawa cemeng inggih sebab dayaning hawa ingkang sampun beku. Sagedipun hawa beku kala wau ical gantos resik, supados &lt;strong&gt;sregep sujudipun saha mboten ngendika awon, dateng sinten kemawon.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Warni abrit ateges:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;hawa abrit medal saking talingan yen kita pinuju nesu.&lt;br /&gt;Pangertosan warni abrit: inggih punika sebab dayaning pangrangsang suwanten, numusi getering indriya ingkang dumunung wonten talingan, menawi mirengaken suwanten ingkang awon utawi mboten cocok kalian raos ingkang kakersakaken dening rokh sucining manungsa. Mila sipatipun layeng muntab, wonten karsa bade nelukaken dateng sok sintena ingkang kasebat utawi kapireng kala wau. Mila manungsa kedah saged nuntun sipat awon wau kanti &lt;strong&gt;mboten mirengaken sedaya suwanten ingkang awon, upamia mireng, mboten usah dipun raosaken&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Warni jene teges:&lt;/strong&gt; pepenginan, hawa jene medal saking paningal, yen kita kepingin samukawis punapa kemawon.&lt;br /&gt;Pangertosan warni jene: ateges sipat kekajengan sebab daya pangrangsanging paningal ingkang kaleres kagem mirsani sadaya ingkang sae utawi sanes2-ipun pepinginan. Pramila manungsa &lt;strong&gt;kedah saged nuntun pepinginan kala wau dateng tujuan ingkang leres.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Warni petak ateges:&lt;/strong&gt; tumindak suci. Asalipun sebagian ageng saking hasil karyaning perangsang indria grana. Indria grana namung saged utawi purun nampi sinar2-ing Allah kemawon utawi sadaya ingkang suci utawi resik. Liripun menawi wonten hawa utawi ambet ingkang awon grana mboten purun nampi. Amargi &lt;strong&gt;grana sampun waskita.&lt;/strong&gt; Pramila bilih manungsa bade kepengin waskita sageda indria 3 kala wau, tumindak kados dene tumindakipun indria grana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liripun: mripat kanggea amriksani barang ingkang sae kemawon, talingan kangge mirengaken basa (suwanten ingkang sae kemawon saha tutuk sampun ngantos ngendika ingkang awon, kedah ingkang sae (petak,resik). dados ing ngriku saged jumbuhaken asaling manungsa ingkang suci (petak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e. Ageng aliting bunderan &lt;/strong&gt;punika anedahaken ageng aliting sifat ingkang sekawan kala wau ingkang dipun gadahi dening manungsa. Pramila manungsa kedah saged mbedak2aken dumateng sadaya karsa lan tumindak, pundi ingkang kagolong wonten warni cemeng; abrit, jene utawi petak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Gambar bunderan ing tengah2 warni petak katutup gambar Semar,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ugi nyanepakaken bolonganing embun-embunanipun manungsa. &lt;br /&gt;Dados bolongan kita punika 9 kados kasebat ngayeng (no.5). &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10 tinutup utawi pudak sinumpet.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar bunderan (embun2an) petak nyanepakaken Nur Cahya utawi Nur petak, inggih hawa suci (Hyang Maha Suci) ingkang saged sesambungan kaliyan Hyang Maha Kuwasa. Mila bilih kita sujud ngangkaha Hyang Maha Suci sujud Hyang Maha Kuwasa. Liripun: manggelengaken raos ing embun2an, ngantos maujud nur petak ingkang saged sowan kaliyan Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. gambar Semar &lt;/strong&gt;ugi nyanepakaken bebuden luhur. &lt;br /&gt;Pikajenganipun: Warga "Sapta Darma" ngudia anggadahi bebuden kados Semar. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semar nuding mawi panuduh &lt;/strong&gt;nyanepakaken:&lt;br /&gt;datan wonten sesembahan kajawi Allah sawiji.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semar nggegem,&lt;/strong&gt;  nyanepakaken ngregem rasa kaluhuran;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ngangge pusaka &lt;/strong&gt;nyanepakaken sabda ingkang sarwa petak. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wironing kampuh gangsal&lt;/strong&gt;, nyanepakaken nglenggahi Panca Sila Allah. &lt;br /&gt;Mila warga "Sapta Darma" samiya anggladi pribadi nulad tindak tandukipun Ki Lurah Semar kados kasebat ing nginggil. Kaparibasakaken Semar punika Dewa mangejawantah, senadyan ala tanpa rupa nanging luhur budine.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9.Seratan Jawi: napsu, budi,pakarti&lt;/strong&gt;, inggih isi pitedah, bilih ing pribadining manungsa anggadahi napsu, budi, pakarti sae lan awon (luhur lan asor).&lt;br /&gt; Agami "Sapta Darma" nuntun manungsa anggayuh budi pakarti ingkang luhur.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seratan Sapta Darma &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;tegesipun: Sapta = pitu. Darma = kuwajiban suci. &lt;br /&gt;Pramila warga "Sapta Darma" wajib nindakkaken sarta ngamalaken wewarah 7 ingkang kakersakaken Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Dados miturut keterangan ingkang kasebat ing nginggil, simbul "Sapta Darma" punika anggambaraken isinipun manungsa, ingkang perlu kamangertosana saha kagulawentah dening para pangudi kaluhuraning bebuden miturut wewarah Agama "Sapta Darma"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V.  Sujud (sembaHyang) "Sapta Darma" lan keteranganipun.&lt;/strong&gt;  &lt;br /&gt;Warga "Sapta Darma" kawajibaken sujud ing dalem 24 jam (sedinten sedalu) se-kedik2-ipun sapisan. Langkung saking sapisan langkung utami. &lt;br /&gt;Bilih wonten ing sanggar saged sesarengan kaliyan Tuntunan, kenging sajam-jamipun. Namung langkung prayogi katemtokaken.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Trap susilaning lenggah:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;1.**&lt;br /&gt;Lenggah madep mangetan. &lt;br /&gt;Tumrap kakung sila, tumrap putri timpuh. &lt;br /&gt;Ewa semanten kenging mendet sasekecanipun, asal mboten nilar trap susila. &lt;br /&gt;Asta kasedakepaken, kiwa wonten ing nglebet tengen wonten ing jawi.&lt;br /&gt;Mriksanana gambar No. 1 lan No. 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cr-gxbfI/AAAAAAAAAOE/NQYM_rO5OyM/s1600/380.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cr-gxbfI/AAAAAAAAAOE/NQYM_rO5OyM/s400/380.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525174228438052338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;********** Gambar   No. 1  lan   No. 2  **** Gambar No. 3 lan  no 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.***&lt;br /&gt;Sak lajengipun ngleremaken badan, &lt;br /&gt;paningal mriksanana mengajeng leres kinten2 1 meter saking dumununging lenggah, &lt;br /&gt;sirah lan ula-ula sagaris jejeg.&lt;br /&gt;3.***&lt;br /&gt;Sak sampunipun lenggah saha sariranipun lerem. ngucapa ing batos"&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Allah Hyang Maha Agung"&lt;br /&gt;"Allah Hyang Maha Rokhim"&lt;br /&gt;"Allah Hyang Maha Adil".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;4.***&lt;br /&gt;Saksampunipun lerem, &lt;br /&gt;ing mriku wonten hawa (getaran) ingkang wonten nglebet saking ngandap manginggil. &lt;br /&gt;Minangka tanda, &lt;br /&gt;pucuking ilat kraos pating trecep. &lt;br /&gt;5.***&lt;br /&gt;Lajeng raos manginggil malih ngantos dumugi sirah, &lt;br /&gt;mila nutup tlapukan mripat sarana geteran. &lt;br /&gt;Sirah kraos awrat; &lt;br /&gt;tanda yen raos (geteran) sampun kempal sadaya wonten sirah mila mahanani goyanging badan. &lt;br /&gt;6.***&lt;br /&gt;Ing ngriku lajeng wiwit ngraosaken sari2-ning toya ingkang wonten ing brutu (silit kodok). &lt;br /&gt;Lampahipun alus sanget minggah medal ing ros-rosan ing ula-ula. &lt;br /&gt;7.***&lt;br /&gt;Pandungkluking badan terus kaetutna kanti emat sanget &lt;br /&gt;ngantos batuk dumawah ing siti (ngandap). &lt;br /&gt;8.***&lt;br /&gt;Wekdal sirah ndingkluk dumugi ing siti, &lt;br /&gt;lajeng ngucap ing dalem batos: &lt;br /&gt;]&lt;strong&gt;"Hyang Maha Suci sujud Hyang Maha Kuwasa"&lt;/strong&gt;., (kaping 3).&lt;br /&gt;Mriksanana gambar No. 3 lan No. 4&lt;br /&gt;9.***&lt;br /&gt;Sak sampunipun ndingkluk ingkang kaping sapisan &lt;br /&gt;sirah kajunjung alon2 minggah &lt;br /&gt;ngantos lenggah jejeg malih kados ing wiwitan ngajeng. &lt;br /&gt;10.***&lt;br /&gt;Makaten sak lajengipun ngantos sirah ndingkluk kaping kalihipun tumunten ngucap ing batos:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Kesalahane Hyang Maha Suci nyuwun ngapura Hyang Maha kuwasa"&lt;/strong&gt; (kaping 3)&lt;br /&gt;11.***&lt;br /&gt;Sirah kaangkat malih kados ngajeng. &lt;br /&gt;Ndingkluk kaping tiganipun lajeng ngucap ing batos :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Hyang Maha Suci mertobat Hyang Maha Kuwasa" &lt;/strong&gt;( kaping 3).&lt;br /&gt;12.***&lt;br /&gt;Lajeng lenggah malih, sarira taksih lerem sawatawis menit dangunipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan Pasujudan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Allah Hyang Maha Agung, Allah Hyang Maha Rokhim, Allah Hyang Maha Adil. &lt;/strong&gt;pikajengipun: angluhuraken asma Allah, saha enget dateng sipat kaluhuranipun ingkang Maha Kuwaos.&lt;br /&gt;Punika kaucapaken ing batos mboten namung kangge miwiti sujud kemawon, nanging ugi samangsa warga "Sapta darma" bade miwiti ening (semedi). dene tegesipun sampun kaewrat ing nginggil bab ngajeng (Bab III).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Hyang Maha Suci Sujud Hyang Maha Kuwasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hyang Maha Suci:&lt;/strong&gt; sesebataning rokh suci kita piyambak, ingkang asal saking sinar cahyaning Allah ingkang ngliputi badan kita piyambak.&lt;br /&gt;Maha = linuwih; Kuwasa = nguwasani. Tegesipun Maha = meliputi/linuwih. &lt;br /&gt;Dados &lt;strong&gt;kesucian ingkang nyumrambahi wonten pribadi kita punika ingkang sujud dateng Hyang Maha Kuwasa(menembah),&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hyang Maha Kuwasa &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;= sesebutaning Allah ingkang nguwaosi alam sak isinipun, kalebet manungsa (alus lan wadagipun).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sujud &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;= sumarah ing purba lam wasesanipun. &lt;br /&gt;Dene tegesipun: Rokh Suci kita masrahake purba lan wasesanipun dumateng Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Kesalahane Hyang Maha Suci Nyuwun Ngapura Hyang Maha Kuwasa. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tegesipun: kalepataning Rokh Suci nyuwun pangapunten dumateng Hyang Maha Kuwasa. Saksampunipun rokh suci sujud, lajeng naliti kesalahan-kesalahan (dosa2) saben dintenipun. &lt;br /&gt;Lajeng pasrah nyuwun ngapunten dateng Hyang Maha Kuwasa, sedaya dosa2 (kesalahan2) kalawau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Hyang Maha Suci Mertobat Hyang Maha Kuwasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sasampunipun nyuwun pangapura lajeng mertobat, ingkang ateges mboten bade nindakaken dosa (kalepatan) malih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pepenget&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Warga "Sapta Darma" samiya anggladi sujud ingkang sak estu, miturut wewarah kasebat ing nginggil,&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;sampun ngantos nindakaken sujud wadag, utawi sujudipun karep, awit tanpa guna kenging kaparibasakaken : sujud rubuh-rubuh gedang&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Dene sujud 3 dingklukan kala wau kawastanan &lt;strong&gt;"Sujud dasar" utawi "Sujud wajib"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI. Pigunaning sujud, saha keterangan asaling toya sari (suci).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nindakake sujud ingkang sami emat miturut pitedah ing bab gangsal, ageng sanget pigunanipun. Sedinten sadalu sakedik-kedikipun sapisan, kerep langkung sae, &lt;br /&gt;nanging &lt;strong&gt;ingkang dipun pentingaken ematipun&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Mboten kenging kasesa utawi ambujeng enggalipun rampung. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pramila manawi nindakaken sujud miliha wanci ingkang ayem lan tentrem, ing sengganging padamelan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Sujud miturut wewarah punika bilih katliti sayektos, &lt;br /&gt;nuntun lampahing toya sari ingkang sampun kasaring mawantu-wantu, &lt;br /&gt;saha nuntun lampahing sinar cahya ingkang dumunung wonten ing salebeting badan, &lt;br /&gt;kawradinaken nglangkungi pori2, (bolongan ingkang lembat sanget), &lt;br /&gt;tuwin sel2 (peranganing daging urat2) ing sak indenging badaning manungsa. &lt;br /&gt;Perlu dipun mangertosi punapa ta getaran saha toya sari punika lan asalipun, dunungipun ing pundi ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Getaran inggih sinar cahya Allah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;inggih hawa ingkang kasanepakaken ijem maya2 ing ngajeng ingkang dumunung ing lebet saranduning pribadining manungsa. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dene toya sari inggih toya petak, utawi toya suci,&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;asalipun saking sari2 bumi, dados tetuwuhan, &lt;br /&gt;dados dedaharan kadahar dening manungsa. &lt;br /&gt;Sari2-ning dedaharan kala wau mujudaken toya petak (sari) ingkang dumunung ing cetik (silit kodok).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manunggiling geteran sinar cahya kaliyan geteran toya sari &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ingkang mlampah alus sanget ing saranduning badan sakujur, mahanani daya kekiyatan ingkang ageng sanget. &lt;br /&gt;Dene kekiyatan kala wau saged kawastanan atoom ingkang berjiwa dumunung wonten ing pribadi manungsa. &lt;br /&gt;Kekiyatan wau ageng sanget paedahipun, amargi saged ambrantas kuman2 penyakit, &lt;br /&gt;ngleremaken napsu angkara, nglantipaken akal lan pikiran, &lt;br /&gt;saget nampeni kawaskitan mawarni-warni,(waskita ing pandulu, pamiyarsa, pangganda, waskita ing pangandika saha waskita ing rasa).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manggelengipun ing embun-embunan maujudaken Nur&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;minggahipun manginggil ngadep Hyang Maha Kuwasa&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;saged nampeni sasmita warni2 kadosta: sanepan gegambaran2, seratan2,(sastra jendra hayuningrat = tulis tanpa papan).&lt;br /&gt;Sarananipun mboten sanes namung pangolahing rokhani ing wekdal sujud &lt;br /&gt;saha panggulawentahing budi pakarti dumateng keluhuran.&lt;br /&gt;Panggulawentahing pribadi punika tumrap para ingkang sampun saged, prasasat nyitak "atoom" ingkang berjiwa ing pribadinipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VII. Ngusadani tiyang sakit saha caranipun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tumrap warga "Sapta Darma", tansah ngengeti wewarah 7 (pitu) sarta dipun wajibaken suka pitulungan dumateng sadaya umat ingkang nandang sakit, nanging mboten kenging pisan2 neda pituwas utawi anggadahi pamrih punapa kemawon, kajawi dedasar welas lan asih, salugu nindakaken kerokhiman Allah.&lt;br /&gt;Bebendu Allah bade dumawah dumateng sadaya ingkang nerak wewaler, nanging kosok wangsulipun Allah tansah paring kekiyatan lan kanugrahan dumateng sintena ingkang setiya tuhu nindakaken dawuh-dawuhipun. &lt;br /&gt;Rokhmat Allah sangkan paran dumadinipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranipun ngusadani:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;ening kaliyan melek katujokaken dumateng peranganing badan ingkang sakit. &lt;br /&gt;Saksampunipun raos kempal ing tutuk, ilat kraos trecep-trecep, &lt;br /&gt;ing batos nyebat asma Allah: Allah Hyang Maha Agung, Allah Hyang Maha Rokhim, Allah Hyang Maha Adil, &lt;br /&gt;nunten kasabda: &lt;strong&gt;"WARAS"&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Tiyang ingkang sakit kapuriha ngraosaken. &lt;br /&gt;Bilih sakitipun sampun tetahunan, utawi sakit ing perangan nglebet, upaminipun:paru2; asma, ayan, lepra, nier (ginyel), tekanan darah (bloedruk) lan sapanunggilipun, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tiyang ingkang sakit katuntuna sujud emating raos.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Sak sampunipun sujud kapurih ngucap ing batos &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;:"Njaluk gerake Nur Rasa".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ening raos katujokaken ing asta. &lt;br /&gt;Bilih asta sampun geter (gerak) , ing batos kapurih ngucap&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;:"Njaluk ditambani nganti waras".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asta wau kaetutna gerakipun dateng pundi purugipun, kangge ngusadani sakitipun. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mboten kenging pisan-pisan kacampuran pangraos (mawa karep) utawi kasengaja kapurugaken ing perangan ingkang sakit. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asta tiyang sakit kala wau gerak, anggrayang perangan ing pundi kemawon kaetutaken ngantos ingkang sakit kraos enteng. &lt;br /&gt;Makaten punika katindakaken saben dinten ngantos saras. &lt;br /&gt;Dene menawi sakitipun sampun saras, bab sujudipun kala wau dipun terusaken inggih sae mboten inggih sakersa, jer untung rugi wonten pribadinipun piyambak.&lt;br /&gt;Dados warga "Sapta Darma" &lt;strong&gt;mboten kenging meksa&lt;/strong&gt; dateng sintena kemawon.&lt;br /&gt;3. Dene yen warga piyambak ingkang sakit tumindaka kados ingkang kasebat ing angka 2.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sujud kanti emating raos lajeng nyuwun gerakipun nur rasa anjampeni sesakitipun piyambak. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ngengeti wewarah No.5 &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Kudu wani urip kanti kapitayan saka kekuatane dewe". &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mila bilih warga piyambak ingkang sakit kedah ngusadani piyambak, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;mboten kenging nyuwun pitulungan warga sanes.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;4. Manawi wonten tiyang sakit sampun sanget sajak wonten raos bilih mboten saget saras, warga "Sapta Darma" kedah migunakaken kawaspadan saha kawaskitanipun. &lt;br /&gt;Kaeningna sarana merem kados pundi sanepanipun tumrap tiyang sakit punika. &lt;br /&gt;Bilih wonten gegambaran: &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;peksi kekablak utawi miber, wit garing, tiyang lenggah mungkur, utawi angganda mayit&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;tiyang wau mila sampun ginaris dening Hyang Maha Kuwasa. &lt;br /&gt;Bilih kasabda:"Waras", sakitipun inggih saras, nanging umur sampun dumugi ing janjinipun kapundut dening Hyang Maha Kuwasa mboten saged dipun selaki malih. &lt;br /&gt;Dene bilih wonten sanepa: &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;wit waringin, sekar mawar megar&lt;/strong&gt;, tentu sakitipun bade waluya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Tiyang ingkang sakit lumpuh utawi badanipun pejah sepalih,&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;kauyega tali rasanipun nunten kapurih ngebah-ebahaken tangan saha sukunipun &lt;br /&gt;lajeng kasabda "waras".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Bilih tiyang sakit ewah, urat saraf, utawi edan,&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;kauyeka ing utek perangan wingking (utek alit) mawi driji panunggul ingkang tengen, &lt;br /&gt;ing panggenan Satria Utama (antawisipun alis kalih) kakeplaka alon-alon mawi epek-epek tengen kaping 3.&lt;br /&gt;lajeng kasabda "waras"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VIII. ENING (Semedi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ingkang kawastanan ening utawi semedi, inggih punika: nentremaken pangrasa (pikiran) ingkang maneka warna; pengangen-angen, lan sapanunggilanipun. Dados ngosongaken pikiran: &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;raos namung tumuju dumateng Satriya Utama. &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;dados &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sanadyan ta badan ebah, ananging manawi pikiran sampun kendel ateges sampun ening.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kosok wangsulipun sanadyan katingalipun &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;badan anteng nanging manggalih maneka warni, dereng saged kawastanan ening.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ening (semedi) ing "Sapta Darma" mboten kenging kangge dolanan, awit nyebat/ngluhuraken asma Allah. (Allah Hyang Maha Agung, Rokhim, Adil). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ening namung kenging katindakaken kangge nggayuh ingkang luhur.&lt;br /&gt;Inggih punika:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Nampi dawuh2 saking Hyang Maha Kuwasa arupi sanepa, sasmita, seratan2 (sastra jendra hayuningrat). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Mriksani arwah leluhur ingkang sampun tilar donya,&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;kados pundi kawontenanipun, punapa sampun katampi ing pangayunaning Hyang Maha Kuwasa (sampun wonten ing kaswargan). &lt;br /&gt;Ing ngriku saged kadulu sarana ening. &lt;br /&gt;Bilih taksih wonten ing pasiksan lajeng kedah sujud, nyuwunaken pangapunten, mertobat ing dosanipun (kesalahanipun arwah wau), supados kaentas saking pasiksan, saged katampi ing papan ingkang sae.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Mriksani papan wingit (angker): &lt;/strong&gt;ingkang tansah angganggu damel dumateng manungsa. &lt;br /&gt;Papan ingkang kados makaten kenging katawaraken. &lt;br /&gt;Sarana Ening saged mriksani kados pundi wewujudanipun rokh penasaran/ syetan2 ingkang wonten ing ngriku, kasuwunaken pangapunten dumateng Hyang Maha Kuwasa supados katampi ing papanipun, sampun angganggu dumateng umat manungsa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Kangge murwakani sadaya tumindak lan pangandika&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;minangka panglatih kasabaran saha pangatos-atos, supados sadaya tindak utawi pangandika sarwa leres. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ening saged katindakaken sarana melek utawi merem. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Kangge mirsani saderek ingkang tebih &lt;/strong&gt;bilih pinuju wonten keperluan ingkang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IX. Tukar hawa, Ulah rasa lan Racut.&lt;br /&gt;A. Tukar hawa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tukar hawa punika ginanipun &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kangge ngicali kesel &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kadosta: mentas nyambut damel awrat, kekesahan tebih lan sapanunggilipun. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranipun:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Tileman mlumah mujur ngetan, asta kiwa lan tengen kaselehaken wonten ing kiwa tengenipun badan,epek-epek madep manginggil. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pikiran mendel&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;sasampunipun 10 a 15 menit dipun rampungi. &lt;br /&gt;Lajeng siram. &lt;br /&gt;Ing ngriku hawa geteran ingkang sampun kaginakaken medal nglangkungi pori2, embun2an, gantos hawa enggal malih. &lt;br /&gt;Raos kados dene sampun ngaso jam-jaman dangunipun, seger bugar kekiyatanipun wangsul kados wau-waunipun.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1aPqUFmII/AAAAAAAAANM/aE1RmbI8_U8/s1600/386.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1aPqUFmII/AAAAAAAAANM/aE1RmbI8_U8/s400/386.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525171542956546178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;No. 5. Tukar hawa lan ulah rasa,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Ulah Rasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ulah rasa punika &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;nyelidiki, (neliti) lampahing rasa lan getaran ingkang wonten saranduning badan. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranipun:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sasampunipun sujud &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;lajeng mapan tileman kados dene caranipun tukar hawa ing A. &lt;br /&gt;Sandangan ingkang kenceng dipun kendokkaken sampun ngantos angganggu lampahing raos. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pikiran kagesangaken &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kangge ngraosaken lampahing getaran wiwit saking dlamakan suku minggah ing saranduning badan, kateliti raos ingkang mlampah nglangkungi perang-peranganing badan ingkang sak alus-alusipun. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ugi karaosno lampahing erah lan denyuting jantung, &lt;br /&gt;mlebet medaling hawa nglangkungi pori2. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bilih katindakkaken kanti sabar lan teliti saged kapriksanan salebeting ening kados pundi lampahing sari-sari, getaran-getaran ingkang sumrambah, saha denyuting jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Racut.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Racut ateges misahaken raos lan pangraos&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Wekdal punika, saged kapigunakkaken pisowanipun Hyang Maha Suci dateng Hyang Maha Kuwasa. &lt;br /&gt;Mila kita mumpung taksih gesang sageda nyatakkaken papan padunungan kita ing tembe bilih wangsul ing jaman kelanggengan inggih ingkang dipun wastani alam kaswargan lss.&lt;br /&gt;Mila leres tetembungan: Manungsa kudu bisa mati sajroning urip supaya weruh ing rupa lan rasane. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tegesipun : ingkang pejah pikiranipun, dene ingkang gesang raosipun.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bilih pinuju racut kita nyumerepi rokh kita piyambak minggah dateng alam akherat (kaswargan) ngadep ing ngarsanipun Hyang Maha Kuwasa. &lt;br /&gt;Dene rokh kita nyumerepi jasmani kita wonten ing ngandap.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranipun:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita sujud wajib, sasampunipun, kawewahan satunggal dingklukan malih kanti ngucap ing batos: "Hyang Maha Suci Sowan Hyang Maha Kuwasa"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lajeng mapan tileman kados caranipun ing A lan B. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Ananging asta katumpangaken ing CO”&lt;/strong&gt; , &lt;br /&gt;sedakep epek-epek tengen kumurep katumpangaken epek2 kiwa. &lt;br /&gt;Pikiran kasuwungaken, &lt;br /&gt;satria utama kangge mirsani bidalipun Nur Petak (Hyang Maha Suci) medal saking embun2an. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ing sarehning racut punika satunggiling pakarti ingkang remit sanget, mila ambetahaken kasabaran, katelitian lan katentreman. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1NHf6BO7I/AAAAAAAAANE/cEQHY0ahFI8/s1600/387.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1NHf6BO7I/AAAAAAAAANE/cEQHY0ahFI8/s400/387.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525157109072739250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Panggladi punika sae katindakkaken saben wekdal ingkang senggang wonten ing griya, awit mahanani saged nampeni kawaskitan warni2. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Racut kala wau boten nguwatosaken, &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;jalaran namung &lt;strong&gt;1 Hyang Maha Suci ingkang Sowan Hyang Maha Kuwasa, &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;dene saderek 11 taksih nengga wonten angganipun (badanipun). &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mila inggih taksih ambegan, taksih mireng suwanten nanging boten dipun raosaken. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;X    TALI RASA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saben manungsa gesang, sami gadah sentral2 (bundelan) saluran raos ingkang wonten ing badanipun piyambak2 ingkang kawastanan &lt;strong&gt;bundelan tali rasa&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1MCmO2R4I/AAAAAAAAAM0/OS_l05HSBVM/s1600/388.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1MCmO2R4I/AAAAAAAAAM0/OS_l05HSBVM/s400/388.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525155925359740802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar No. 7  lan  8.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cacahipun wonten 20 &lt;/strong&gt;dipun tengeri abjad aksara Jawi. &lt;br /&gt;Nami2 bundelan tali rasa 20 lan dunungipun kados kaceta ing ngandap punika.&lt;br /&gt;1. HA   - janggut.&lt;br /&gt;2. NA   - tenggok.&lt;br /&gt;3. CA  - dada malang.&lt;br /&gt;4. RA   - Kecer (ati).&lt;br /&gt;5. KA   - Puser.&lt;br /&gt;6. DA   - batukan ngandap.&lt;br /&gt;7. TA   - silit kodok.&lt;br /&gt;8. SA   - ula-ula penering puser.&lt;br /&gt;9. WA   - ngandap entong-entong.&lt;br /&gt;10. LA   - punuk.&lt;br /&gt;11. PA   - cangklakan.&lt;br /&gt;12. DA   - sikut.&lt;br /&gt;13. JA  - ugel-ugel.&lt;br /&gt;14. YA   - tengahing epek-epek.&lt;br /&gt;15. NYA  - susu kiwa tengen.&lt;br /&gt;16. MA   - banggelaning lakang.&lt;br /&gt;17. GA   - cangklakan dengkul.&lt;br /&gt;18. BA   - nginggil kencet.&lt;br /&gt;19. TA   - tengahing dlamakan suku.&lt;br /&gt;20. NGA  – Pucuking irung (tengahing alis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ginanipun mangertosi bundelan tali rasa :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bilih warga “Sapta Darma” mitulungi tiyang sakit ingkang sampun pejah urat sjaraf-ipun kadosta: pejah sepalih (verlamming), &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bundelan tali-tali rasa wau kaujega&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;lajeng (kaeningna) nunten kasabda “Waras”. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pepenget:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bilih ingkang sakit estri sageda tiyang estri ingkang nindakkaken mitulungi. &lt;br /&gt;Kosok wangsulipun bilih kakung ugi sami-sami kakung.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Dene kepeksanipun mboten wonten, saged katindakkaken nanging &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;mboten kenging kaujeg&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;kasabda kemawon “waras” lajeng kapurih gedruk-gedruk piyambak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;XI.  PEPENGET&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Wekdal tumuruning ilham :&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;27 Desember 1952&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Ilham sapisan: Sujud, tinampi dening Bapa Panuntun ing Kediri jam 01.00 (satunggal dalu)&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;12 Juli 1954&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;A. Simbul “Sapta Darma” jam 11.00 (sawelas enjing). &lt;br /&gt;B. Wewarah pitu wajibing warga “Sapta Darma”.&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;27 Desember 1954&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Nami Sri Gutama (Tgl. 12 Mulut dinten Saptu Wage), jam 24.00 (kalih welas dalu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1 Sura Dinten Riyadi Agama “Sapta Darma”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama         :  . . . . . . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;Alamat       : . . . . . . . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;               . . . . . . . . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;Tanggal dimiliki : . . . . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  (tanda tangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-731228393649958433?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/731228393649958433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-32.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/731228393649958433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/731228393649958433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-32.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 32)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s72-c/367.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-3599032078924528011</id><published>2011-08-01T14:50:00.115+07:00</published><updated>2011-08-19T06:19:12.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri gutomo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AGAMA'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 31)</title><content type='html'>&lt;a href="http://s09.flagcounter.com/more/3PGx"&gt;&lt;img src="http://s09.flagcounter.com/count/3PGx/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_5/maxflags_248/viewers_17+Agustus+2011/labels_1/pageviews_1/" alt="free counters" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.flagcounter.com/"&gt;Free counters&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s1600/367.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s400/367.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525178193364489490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WEWARAH AGAMA SAPTA DARMA  JILID 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;dikerjakan oleh&lt;br /&gt;SRI PAWENANG&lt;br /&gt;Juru Bicara Panuntun Agung Agama "SAPTA DARMA"&lt;br /&gt;Dikeluarkan oleh : Yayasan "SRATI DARMA"&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Dilarang kepada siapa saja yang mencetak atau menjual buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEMBOYAN&lt;br /&gt;Dimana saja kepada siapapun warga Sapta Darma harus bersinar laksana surya  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gGK2S37I/AAAAAAAAAPk/QTjviIvRKMU/s1600/368.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gGK2S37I/AAAAAAAAAPk/QTjviIvRKMU/s400/368.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177976961032114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto          Panuntun SRI GUTAMA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TKkq2pQyuOI/AAAAAAAAAMU/dDpCp48So-E/s1600/Bopo_Sri_Gutomo_FFFFFFF.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 381px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TKkq2pQyuOI/AAAAAAAAAMU/dDpCp48So-E/s400/Bopo_Sri_Gutomo_FFFFFFF.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523993536224213218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1f0sGI7QI/AAAAAAAAAPc/rRfc0k-LpKQ/s1600/369.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1f0sGI7QI/AAAAAAAAAPc/rRfc0k-LpKQ/s400/369.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177676648213762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto Panuntun wanita SRI PAWENANG&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGvHvSegk2I/AAAAAAAAAH0/pPEc6jxTgag/s1600/Ibu+Sri+Pawenang+1AA.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGvHvSegk2I/AAAAAAAAAH0/pPEc6jxTgag/s400/Ibu+Sri+Pawenang+1AA.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506714584618144610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ISI BUKU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bab   I.   Pembuka kata.&lt;br /&gt; "   II.   Yang ingin dicapai Agama "Sapta Darma".&lt;br /&gt; "  III.   Katerangan wewarah 7,  kewajiban warga "Sapta Darma".&lt;br /&gt; "   IV.   Katerangan simbol "Sapta Darma".&lt;br /&gt; "    V.   Katerangan bab sujud.&lt;br /&gt; "   VI.   Kegunaan sujud dan keterangan asal mula air suci (sari-sari).&lt;br /&gt; "  VII.   Menyembuhkan orang sakit serta cara2nya.&lt;br /&gt; " VIII.   Ening atau "Semedi" (meditasi)&lt;br /&gt; "   IX.   Tukar hawa, Ulah rasa dan Racut.&lt;br /&gt; "    X.   Tali rasa.&lt;br /&gt; "   XI.   Tanggal yang perlu diingat dan dirayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. PEMBUKA KATA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buku "wewarah Agama Sapta Darma" cetakan terdahulu walaupun isinya sudah memadai, namun untuk menuruti permintaan banyak warga dan para pembaca yang membutuhkan keterangan2 yang jelas, agar jangan terjadi pengertian yang semrawut dalam menjalankan wewarah, maka Penggubah (Sri Pawenang) mendapat ijin dari beliau Panuntun Agung, membuat buku ini, yang isinya tidak merubah pokok yang lama, hanya letak dan urutan yang dibicarakan, dirubah, ditambah dan dikurangi, sesuai kemampuan para penghayat.&lt;br /&gt;Diharapkan buku ini dapat diteruskan menjadi beberapa jilid, yang isinya dapat mencakup seluruh wewarah serta ilham-ilham yang diterima oleh Bapa Panuntun SRI GUTAMA.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, buku keluaran baru ini memuat dasar2 serta keterangan2 yang lebih jelas, sebagai pencerah bagi yang memerlukan, agar supaya jangan sampai merasa ragu2 dalam mengolah pribadi untuk mencapai pribadi yang luhur. &lt;br /&gt;Bahasanya adalah bahasa Jawa, disesuaikan dengan ucapan2 dalam sujud, tetapi tak ada salahnya bila nanti dikeluarkan dalam bahasa yang lain, sesuai dengan keadaan.&lt;br /&gt;Bilamana isi dan keterangan2 yang terkandung dalam buku ini ternyata masih kurang jelas, diharapkan yang bersangkutan minta keterangan pada warga/ tuntunan terdekat. Demikian ini karena buku ini hanya untuk mencukupi kebutuhan warga "Sapta Darma" terlebih dulu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika ada peminat yang ingin menjalankan sujud, kita beritahu agar minta petunjuk pada warga/ tuntunan "Sapta Darma" &lt;strong&gt;agar mendapat petunjuk yang benar dalam melakukan sujud. Jangan mencoba sendiri. &lt;/strong&gt;Petunjuk tersebut diperlukan agar supaya tidak keliru dalam melakukan sujud tersebut.&lt;br /&gt;Selanjutnya, semua kritik dan petunjuk untuk penyempurnaan buku ini sangat diharapkan dan akan diterima secara ikhlas dan dengan hati yang suci.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, semoga buku ini dapat berguna bagi para pembaca umumnya serta para warga "Sapta Darma" khususnya.&lt;br /&gt;Semoga Hyang Maha Kuwasa senantiasa melindungi dan mengabulkan semua tujuan luhur Satria Utama untuk kesejahteraan Dunia.&lt;br /&gt;Yogjakarta, 1 Asyura 1891.&lt;br /&gt;Penyusun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. WEWARAH TUJUH kewajiban warga "Sapta Darma"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Setiap warga harus menjalankan":&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Setia dan meyakini adanya Pancasila Allah.&lt;br /&gt;2. Dengan jujur dan kesucian hati harus setia menjalankan undang2 dan peraturan di negaranya.&lt;br /&gt;3. Ikut menyingsingkan lengan baju bela negara.&lt;br /&gt;4. Menolong siapa saja bila perlu, tanpa imbalan apapun kecuali hanya berdasarkan rasa belas kasihan.&lt;br /&gt;5. Berani hidup berdasar kemampuan diri sendiri.&lt;br /&gt;6. Perilaku terhadap warga masyarakat harus sopan santun diikuti kehalusan budi pekerti, senantiasa memberi pencerahan dan ketenangan hati pada orang lain.&lt;br /&gt;7. Berkeyakinan bahwa keadaan dunia ini tidak abadi, selalu berubah anyakra manggilingan (seperti perputaran roda)&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Tujuan yang ingin dicapai Agama "Sapta Darma"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Agama "Sapta Darma" adalah kesejahteraan dunia. Yaitu berusaha agar kehidupan manusia bahagia didunia dan akherat.&lt;br /&gt;Oleh karena itu "Sapta Darma" akan membimbing manusia , menuju kesempurnaan hidup rohani dan jasmani. Untuk melaksanakan tujuan tersebut "Sapta Darma" menghaturkan pencerahan kepada seluruh umat manusia, dengan meneruskan ilham2 "Sapta Darma" yang pada awalnya diterima oleh Panuntun Sri Gutama, bangsa Indonesia berasal dari Pare (Kediri) Jawa Timur. Sejarah turunnya ilham2 yang selalu disertai para saksi dari mitranya bergantian, akan dimuat dibuku wewarah jilid berikutnya.&lt;br /&gt;Dalam hal inti sari pelajsaran Agama "Sapta Darma" yang telah diwacanakan kepada seluruh umat yang berminat, perinciannya dibawah ini.&lt;br /&gt;1. Menanamkan kepercayaan yang kuat, dengan cara menunjukkan bukti2 beserta kesaksian-kesaksian, bahwa Allah itu ada dan Esa, menguasai alam semesta beserta isinya. Memiliki sifat utama dalam lima hal yaitu :&lt;br /&gt;a. Maha Agung.  b. Maha Rokhim   c. Maha Adil   d. Maha Wasesa   e. Maha Langgeng&lt;br /&gt;Oleh karena itu, manusia berkewajiban meluhurkan nama Allah, serta setia dan yakin menjalankan perintahNya.&lt;br /&gt;2. Berlatih menyempurnakan sujudnya yaitu menyembahnya rohani kepada Hyang Maha Kuwasa, menggapai keluhuran budi, dengan cara2 yang mudah dan sederhana yang dapat dilakukan oleh semua umat manusia.&lt;br /&gt;3. Mendidik manusia bertindak suci dan jujur, membawa budi dan perilaku  menuju kearah keluhuran dan keutamaan sebagai bekal hidup berkeluarga didunia dan akherat. &lt;br /&gt;Oleh karena itu "Sapta Darma" mendidik warganya menjadi Satria Utama yang senantiasa mengedepankan kesusilaan dan berbudi baik, berhati belas kasih, gemar menolong sesama umat yang sedang diliputi kegelapan, juga mendidik agar hidup berdasar kekuatan diri sendiri, jauh dari mementingkan diri sendiri, giat bekerja,dimanapun, kepada siapa saja senantiasa bersinar laksana surya.&lt;br /&gt;Terhadap warga "Sapta Darma" kandungan "Wewarah Tujuh" wajib dijalankan dan diletakkan pada tempat yang benar serta didarmakan kepada sesama umat.&lt;br /&gt;4. Memberi petunjuk pada para warga agar bisa mengatur kehidupannya dengan lebih baik. Mengingat hidup manusia didunia ini didukung oleh kehidupan rohani dan kehidupan jasmani. Dengan demikian harus bisa membagi waktu, misal: diwaktu siang hari bekerja untuk mencukupi kebutuhan jasmani, dan pada malam hari atau diwaktu luang, untuk memenuhi kebutuhan rohani (sujud menyembah kepada Hyang Maha Kuwasa, mengelola rasa dan sebagainya). Jika keduanya dilakukan dengan tertib, tentu dapat menggapai keluhuran rohani dan jasmani.&lt;br /&gt;Petunjuk untuk mengolah kesempurnaan sujud yang tertulis di angka 2 bila dilakukan dengan ikhlas dan meneliti rasa yang amat halus, menurut "Sapta Darma" dapat memberdayakan manusia memiliki bermacam-macam kewaspadaan, misalnya kewaspadaan dalam penglihatan, penciuman, pengertian,rasa dan dalam berbicara.&lt;br /&gt;Yang sudah dibuktikan oleh kebanyakan warga "Sapta Darma" misalnya:&lt;br /&gt;Sabda Usada untuk menolong orang sakit. Kewaspadaan dalam penglihatan, penciuman, pengertian untuk menerima tanda-tanda alam dari Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Untuk menggapai tujuan memiliki sabda luhur dan kewaspadaan dalam "Sapta Darma" itu dilakukan disanggar, bersama para warga, dengan dibimbing oleh tuntunan sanggar, misalnya diwaktu malam hari, walaupun hanya sampai jam 23.00 atau jam 24.00. &lt;br /&gt;Bila dirumah, dapat dilakukan setiap saat, untuk berlatih sendiri ditempat yang telah ditentukan, yaitu ditempat yang tenang, bersih dan suci.  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat tidur bukan tempat untuk melakukan sujud.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagi "Sapta Darma", sanggar itu adalah tempat suci, maka harus dijaga kesuciannya, tak boleh melakukan pekerjaan yang mengganggu ketenteraman dan kesucian. Misalnya: berolok-olok, berdebat , melakukan pekerjaan maksiat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peringatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepada para warga, atau siapa saja yang melakukan, melatih sujud, ulah rasa atau racut, sangat dilarang meninggalkan wewarah yang tertulis dibuku suci ini, misalnya sikap yang kurang susila pada saat menghadap Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Maka bila menjalankan latihan bersama didalam sanggar, sebaiknya ada salah seorang warga yang ditugaskan oleh tuntunan untuk mengawasi perilaku warga yang lain.&lt;br /&gt;6. Menghilangkan kepercayaan terhadap semua yang berbau mistik. &lt;br /&gt;Sampai dengan saat ini, sebagian besar bangsa Indonesia masih percaya pada hal yang berbau mistik. Hal ini sering menghambat kemajuan bangsa dalam kehidupan bermasyarakat didunia ini. Pelajaran dari "Sapta Darma" hanya memberi tempat maha tinggi kepada Allah Yang Esa, sedangkan manusia termasuk umat yang diberi derajad tertinggi didunia dan memperoleh anugerah dari Hyang maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Karena itu penganut Agama "Sapta Darma" yang telah melakukan sujud serta telah menjalankan kewajiban yang terangkum dalam Wewarah Tujuh, tidak perlu menghindari hari, bulan, kalamangsa dan sebagainya untuk melakukan pekerjaannya. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dilarang&lt;/strong&gt;: memuja batu, kayu, mengagungkan segala benda buatan manusai biasa, menghormati dan minta pertolongan makhluk halus, memasang segala bentuk sesaji dengan tujuan agar tak diganggu penunggu rumah, pekarangan atau dusun dan bermacam-macam takhayul lainnya.&lt;br /&gt;Semboyan warga "Sapta Darma":&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Satria Utama dikasihi dan dilindungi oleh Hyang Maha Kuwasa, dijauhkan dari perbuatan si angkara murka".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kepada para warga "Sapta Darma" jika bersungguh hati menjalankan wewarah yang telah digelar oleh Panuntun Agung Agama "Sapta Darma", tentu mampu menggapai ketenteraman pribadi, kebahagiaan umat manusia didunia dan di alam akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III  Wewarah tujuh kewajiban warga "Sapta Darma" beserta keterangannya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Setiap warga harus menjalankan kewajiban yang tertera dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Setia serta patuh kepada adanya Pancasila Allah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang dinamakan Pancasila Allah adalah sifat keluhuran Allah yang terdiri dari lima hal:&lt;br /&gt;a. Maha Agung.  b. Maha Rokhim   c. Maha Adil   d. Maha Wasesa   e. Maha Langgeng&lt;br /&gt;Artinya: Kata Maha berarti melebihi , tak ada yang menyamai.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Allah Hyang Maha Agung &lt;/strong&gt;, artinya tak ada yang melebihi keluhuran budiNya, maka manusia seyogyanya memiliki watak berbudi luhur pada sesama umat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Allah Hyang Maha Rokhim&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Artinya tak ada yang menyamai dalam hal kasih sayangNya,karena itu hendaknya manusia memiliki watak kasih sayang terhadap sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Allah Hyang Maha Adil&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Artinya tak ada yang menyamai dalam hal keadilanNya, maka manusia harus bertindak adil terhadap siapa saja, yang maknanya tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;strong&gt;d. Allah Hyang Maha Wasesa&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Artinya Allah menguasai seluruh isi alam semesta termasuk didalamnya umat manusia.Dan kita manusia diberi kekuasaam dan kemampuan untuk kebutuhan rohani dan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e. Allah Hyang Maha Langgeng&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Artinya Allah bersifat abadi, keabadiannya tak ada yang menyamai. Dalam hal ini manusia yang langgeng adalah rohaninya, sebab rohani berasal dari sinar cahaya Allah, jasmani berasal dari sarinya bumi. Maka manusia seyogyanya senantiasa berusaha agar memiliki watak berbudi luhur.&lt;br /&gt;Keluhuran budi akan tercermin dalam keluhuran nama. Bila besok rohani meninggalkan jasmani, manusia mati, keluhuran nama tetap dikenang, tetapi jasmani yang berasal dari sari2 bumi kembali keasalnya lagi, yaitu bumi. Sedangkan rohani kembali ke alam langgeng atau pusatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Dengan jujur dan kesucian hati harus setia menjalankan undang2 negaranya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia hidup didunia adalah menjadi warga negara suatu negara.&lt;br /&gt;Semua undang2 dan peraturan setiap negara tentu mempunyai tujuan untuk kebaikan negara tersebut&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita yang menjadi warga Agama "Sapta Darma" dan menjadi warga negara disitu hendaknya dengan jujur dan dengan kebersihan hati menjalankan peraturan negaranya agar negaranya menjadi sejahtera seperti yang diidam-idamkan. Misalnya: Kita sebagai warga negara Indonesia harus taat kepada Undang2 Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Ikut menyingsingkan lengan baju menjaga berdirinya Nusa dan Bangsa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Warga "Sapta Darma", kepada semua kuwajiban yang menuju ketenteraman dan kemajuan serta kesejahteraan nusa dan bangsanya, tidak boleh mengingkari atau bersifat masa bodoh. Harus ikut membantu dengan tenaga ataupun harta benda serta pikiran yang seharusnya, sesuai dengan kemampuan masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Memberi pertolongan pada siapa saja bila perlu, tanpa tujuan apapun, kecuali rasa belas dan kasih.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sarana untuk menolong  itu bermacam-macam, yaitu : tenaga, harta benda dan pikiran.&lt;br /&gt;Untuk warga "Sapta Darma" masih ada tambahannya: &lt;strong&gt;Sabda Usada &lt;/strong&gt; yang digunakan menolong orang sakit. Pertolongan yang dilakukan ini &lt;strong&gt;tidak boleh disertai pamrih apa saja kecuali hanya berdasar belas kasih &lt;/strong&gt;. Apalagi menolong orang sakit dengan menggunakan sabda, karena sabda ini milik Hyang Maha Kuwasa, sedangkan warga hanya sebagai perantara untuk menjalankan keRokhiman Allah. Karena itu, bila ada yang melanggar, silahkan merasakan jika nanti ada hukuman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Berani hidup berdasarkan kemampuan dan kekuatannya sendiri.&lt;br /&gt;Keterangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia hidup ini sudah dianugerahi akal-budi serta peralatan memadai untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Warga "Sapta Darma" harus menjalani kehidupan dengan menggunakan kekuatannya sendiri, jangan mengharapkan pertolongan orang lain. Tidak boleh menginginkan milik orang lain dengan menuruti hawa nafsu, yang akan merugikan siapa saja. Harus memiliki keyakinan jika bekerja dengan jujur serta menggunakan akal budi yang utama, akan mampu mencukupi kehidupannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Tingkah laku dalam bermasyarakat harus bersikap susila, dengan kehalusan budi pekerti, senantiasa memberi pencerahan dan kelegaan orang lain.&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut bermasyarakat adalah berhubungan dengan siapa saja dalam masyarakat. &lt;br /&gt;Warga"Sapta Darma" harus bisa saling berhubungan denga siapa saja, pria atau wanita, tua atau muda, besar kecil, berbudi luhur dan yang berbudi pekerti rendah.&lt;br /&gt;Melatih watak merendah, halus dalam tingkah laku, didalam berbicara senantiasa membuat kelegaan pada setiap orang. Menempatkan kesusilaan dalam bersikap yaitu wanita terhadap pria, pria terhadap wanita, serta selalu menjaga keluhuran pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. yakin bahwa keadaan dunia ini tidak abadi, selalu berubah seperti perputaran roda.&lt;br /&gt;Keterangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dunia seperti halnya perputaran roda. Warga"Sapta Darma" harus selalu mengingat bahwa keadaan dunia itu tidak tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang disebut warga "Sapta Darma" harus menjalankan Wewarah 7.&lt;br /&gt;Sapta = 7, Darma = kewajiban suci (bakti). &lt;br /&gt;Jadi &lt;strong&gt;wewarah 7 ini tidak boleh dipisah-pisahkan antara satu dengan yang lain, sebab ini merupakan satu kesatuan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catkh(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGXV2PNDKaI/AAAAAAAAAE8/yqETwrAfkok/s1600/a.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 396px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGXV2PNDKaI/AAAAAAAAAE8/yqETwrAfkok/s400/a.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505041247301216674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IV  SIMBOL "SAPTA DARMA"&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini menggambarkan sifat2 dan kepribadian manusia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Bentuk luar segi empat&lt;/strong&gt; yang berupa belah ketupat menyiratkan : asal kejadian manusia.&lt;br /&gt;a. disebelah atas sinar cahaya Allah;&lt;br /&gt;b. disebelah bawah sari2 bumi;&lt;br /&gt;c. kiri dan kanan adalah perantara bapak dan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Pinggir hijau tua&lt;/strong&gt; menggambarkan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Dasar warna hijau maya (hijau muda)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini menggambarkan sinar cahaya Allah, atau getaran. Oleh karena itu , didalam jasmani manusia diliputi sinar cahaya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Segitiga berjumlah tiga buah yang besarnya sama berwarna putih&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;menunjukkan asal terbentuknya manusia dari tri tunggal, yaitu :&lt;br /&gt;1. air sari dari ayah (sebelah kiri)&lt;br /&gt;2. air sari dari ibu  (sebelah kanan)&lt;br /&gt;3. sinar cahaya Allah (dari atas)&lt;br /&gt;Putih menunjukkan kesucian, besarnya sama, luar dan dalam sama-sama bersih.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maksudnya&lt;/strong&gt; Warga "Sapta Darma seyogyanya mengetahui, bahwa awal terbentuknya manusia berasal dari unsur bersih atau suci. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berusaha kembali menuju kesucian seperti asal terbentuknya, dengan cara membersihkan jasmani dan rohaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Tiga buah segitiga memiliki sudut sebanyak 3 X 3 = 9&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menyiratkan bahwa manusia memiliki 9 lubang, yaitu mulut 1, mata 1, hidung 2, telinga 2 dan dibawah 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Bentuk lingkaran ditengah&lt;/strong&gt; menunjukkan : keadaan dunia yang selalu berubah (seperti perputaran roda). Rohani manusia akan kembali pada Hyang Maha Kuwasa di Alam Abadi. Jasmani juga akan kembali keasalnya, yaitu berasal dari sari2 bumi akan kembali ke bumi lagi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Warna hitam:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Getaran hitam keluar dari mulut, bila kita berkata buruk.&lt;br /&gt;Pengertiannya, asal mula getaran hitam ditimbulkan oleh getaran yang sudah beku.&lt;br /&gt;Agar supaya getaran beku bisa cair dan menjadi bersih caranya dengan &lt;strong&gt;sering melakukan sujud dan tidak berkata buruk terhadap siapapun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lingkaran berwarna merah artinya:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Getaran merah berasal dari telinga jika kita sedang marah.&lt;br /&gt;Pengertian warna merah: yaitu karena pengaruh dari rangsangan suara, memberi dampak getaran indria yang berada ditelinga, jika mendengar suara atau pembicaraan yang buruk atau kurang cocok dengan rasa yang dikehendaki oleh roh suci manusia. Maka akan bereaksi keras, dan timbul kehendak untuk menaklukkan pada siapa saja yang berbicara atau apa yang terdengar tadi. Dengan hal yang demikian itu, manusia harus bisa membimbing sifat buruk tersebut dengan &lt;strong&gt;tidak mendengarkan semua suara yang buruk, dan kalaupun mendengar, tak perlu dimasukkan dalam hati.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lingkaran berwarna kuning menyiratkan:&lt;/strong&gt; keinginan, getaran kuning keluar dari indria penglihatan (mata) jika menginginkan segala sesuatu yang kelihatan.&lt;br /&gt;Pengertian warna kuning: artinya keinginan yang disebabkan oleh daya rangsang mata yang sedang melihat sesuatu yang baik atau hal lain yang diinginkan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu setiap manusia harus &lt;strong&gt;dapat membimbing keinginannya itu untuk tujuan yang benar&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Warna putih &lt;/strong&gt;artinya: perilaku suci. sebagian besar berasal dari hasil karya rangsang penciuman (hidung). Hidung hanya dapat atau mau menerima sinar2 Allah saja atau semuanya yang suci dan bersih. Dalam hal ini, bila ada getaran atau bau yang jelek, hidung tak mau menerima (otomatis kita tutup lubang hidung). Yang demikian ini karena &lt;strong&gt;hidung sudah memiliki kewaspadaan&lt;/strong&gt;. Maka jika manusia ingin memiliki kewaspadaan, upayakan agar ketiganya (mulut, telinga,mata) dapat bertindak seperti indria hidung.&lt;br /&gt;Artinya: mata hanya digunakan untuk melihat yang baik saja, telinga untuk mendengarkan perkataan yang baik saja, serta mulut jangan sampai mengeluarkan kata2 kotor, harus yang baik (putih,bersih). Dalam hal ini dapat menyesuaikan dengan asal manusia yang suci (putih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Besar kecilnya lingkaran&lt;/strong&gt; ini menunjukkan besar kecilnya keempat sifat yang dimiliki manusia. Oleh sebab itu manusia harus dapat memilah-milah semua tingkah laku, mana yang termasuk dalam warna hitam, merah, kuning dan putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Gambar lingkaran putih, ditengahnya ditutup gambar Semar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini memberi petunjuk adanya lubang pada ubun2 kepala. Jadi lubang 9 yang telah disebut dimuka (no. 5), &lt;strong&gt;diakhiri no. 10 yang disebut pudak sinumpet &lt;/strong&gt;di ubun2.&lt;br /&gt;Gambar lingkaran (ubun2) putih menyiratkan adanya Sinar Cahaya putih, yaitu getaran suci (Hyang Maha Suci) yang mampu berhubungan dengan Hyang Maha Kuwasa. Dengan dasar ini, bila kita melakukan sujud usahakan agar Hyang Maha Suci sujud Hyang Maha Kuwasa. hal ini dilakukan dengan cara menyatukan rasa diubun-ubun, sampai berwujud sinar cahaya putih yang mampu menghadap Hyang Maha Kuwasa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Gambar Semar&lt;/strong&gt; menyiratkan keluhuran budi pekerti.&lt;br /&gt;maksudnya: Warga "Sapta Darma" hendaknya memiliki perilaku seperti Semar yang berbudi luhur.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semar menunjuk keatas dengan jari&lt;/strong&gt; menyatakan bahwa tak ada yang disembah selain hanya Allah yang Esa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semar menggenggam&lt;/strong&gt; menyiratkan menggenggam rasa keluhuran.;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;membawa pusaka&lt;/strong&gt; menyiratkan sabda yang serba putih.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lipatan sarung ada lima&lt;/strong&gt; menyiratkan telah mendudukkan Panca Sila Allah.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu warga"Sapta Darma" hendaknya melatih pribadinya mencontoh perilaku Ki Lurah Semar seperti tersebut diatas. Dalam pengandaian, Semar adalah Dewa yang beralih rupa untuk hidup dibumi, walaupun jasmaninya jelek, tetapi berbudi luhur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9&lt;strong&gt;. Tulisan dalam huruf Jawa: napsu, budi, pekerti&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;ini petunjuk bahwa pribadi manusia  memiliki napsu, budi,pekerti baik dan buruk (tinggi dan rendah). Agama "Sapta Datma" membimbing manusia untuk menggapai budi paekerti yang luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tulisan "Sapta Darma"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;artinya: Sapta = tujuh. darma = kewajiban suci.&lt;br /&gt;Maka warga"Sapta Darma" diwajibkan menjalankan dan mengamalkan wewarah 7 seperti yang dikehendaki Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Dengan demikian, menurut keterangan yang tersebut diatas, simbul "Sapta Darma" ini memberi gambaran kepribadian manusia , yang perlu dimengerti dan dibenahi oleh para para penghayat keluhuran budi menurut wewarah Agama "Sapta Darma"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sujud (sembahyang) "Sapta Darma" dan keterangannya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Warga "Sapta Darma" diwajibkan paling sedikit sujud sekali dalam waktu 24 jam (sehari semalam). Lebih dari sekali lebih utama.&lt;br /&gt;Bila dilakukan di sanggar, bisa dilakukan bersama dengan Tuntunan, setiap waktu.&lt;br /&gt;Namun lebih baik waktunya ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesusilaan dalam duduk&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Duduk menghadap ke Timur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk Pria, duduk bersila,kaki kanan didepan atau ditumpangkan dikaki kiri, sedangkan untuk Wanita timpuh (duduk diatas kedua kaki).&lt;br /&gt;Walaupun demikian dapat dilakukan senyamannya, asal tidak meninggalkan sikap sopan santun dan kesusilaan.&lt;br /&gt;Tangan dilipat (sedakep) tangan kari didalam, tangan kanan menutupi tangan kiri.&lt;br /&gt;Lihat gambar No 1 dan No 2.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cr-gxbfI/AAAAAAAAAOE/NQYM_rO5OyM/s1600/380.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cr-gxbfI/AAAAAAAAAOE/NQYM_rO5OyM/s400/380.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525174228438052338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;********** Gambar   No. 1  dan   No. 2  **** Gambar No. 3 dan  no 4&lt;br /&gt;(Gambar  Pak Sri dan Bu Sri memberi contoh sikap duduk yang benar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Selanjutnya menenangkan badan&lt;/strong&gt;, mata melihat arah kedepan keujung kain sujud, kira2 1 meter dari tempat duduk, kepala dan ruas2 tulang belakang segaris tegak lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Setelah duduk dan badan terasa nyaman&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;ucapkan dalam batin:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Allah Hyang Maha Agung"&lt;br /&gt;"Allah Hyang Maha Rokhim"&lt;br /&gt;"Allah Hyang Maha Adil"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Setelah tenang&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;disitu mulai terasa getaran dalam tubuh bergerak dari bawah keatas. Sebagai tanda  ujung lidah terasa berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Selanjutnya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;getaran rasa terus berjalan sampai di kepala, dan mata tertutup karena getaran itu.&lt;br /&gt;Kepala terasa berat; dan tanda bahwa getaran sudah berkumpul dikepala adalah badan terasa bergoyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Dalam kondisi ini&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;mulai merasakan sari2 air suci yang berada diujung paling bawah tulang belakang. Berjalan halus sekali menuju keatas melewati ruas2 tulang belakang. Menyebabkan tubuh membungkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Proses membungkuk ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; diikuti dengan rasa nyaman sekali sampai dahi menyentuh lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Sesampainya dahi menempel dilantai&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;kemudian mengucap dalam hati:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Hyang Maha Suci sujud Hyang Maha Kuwasa" &lt;/strong&gt;, (diulang 3 X)&lt;br /&gt;Lihat gambar no.3 dan no. 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Setelah bungkukan pertama&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;kepala diangkat ditegakkan kembali perlahan-lahan dan kembali duduk tegak seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Demikian selanjutnya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;dan proses diulang sampai kepala menyentuh lantai lagi pada &lt;br /&gt;bungkukan ke 2 ini, selanjutnya mengucap dalam hati:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Kesalahannya Hyang Maha Suci mohon ampunan Hyang Maha Kuwasa"&lt;/strong&gt; (diulang 3 X)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Kepala dan badan ditegakkan lagi seperti semula&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Pada bungkukkan ke 3 , dalam hati mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Hyang Maha Suci mertobat Hyang Maha Kuwasa"&lt;/strong&gt; (diulang 3 X)&lt;br /&gt;Selanjutnya duduk lagi, badan dibiarkan santai beberapa menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan tentang hal sujud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Allah Hyang Maha Agung, Allah Hyang Maha Rokhim, Allah Hyang Maha Adil. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: meluhurkan (menempatkan ditempat tinggi) nama Allah, serta ingat pada sifat keluhuran Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Ucapan dalam batin tersebut tak hanya untuk mengawali sujud saja, tetapi dilakukan pula ketika warga "Sapta Darma" mengawali hening (semedi). Mengenai artinya sudah diterangkan dimuka (Bab III) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Hyang Maha Suci Sujud Hyang Maha Kuwasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hyang Maha Suci:&lt;/strong&gt;: sebutan untuk roh suci kita yang berasal dari sinar cahaya Allah, dan yang meliputi seluruh tubuh kita.&lt;br /&gt;Maha = melebihi segalanya; Kuwasa = menguasai. Arti Maha disini meliputi/ luar biasa.&lt;br /&gt;Jadi &lt;strong&gt;Kesucian yang meliputi pribadi kita ini yang sujud pada Hyang Maha Kuwasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hyang Maha Kuwasa &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;= Sebutan Allah yang menguasai alam dan seisinya, termasuk manusia (rohani dan jasmaninya)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sujud &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;= menyerahkan seluruh hidup pada kehendakNya.&lt;br /&gt;Artinya: Roh suci kita berserah diri pada kehendak Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kesalahannya Hyang Maha Suci mohon ampunan Hyang Maha Kuwasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Artinya: kesalahan Roh Suci mohon ampunan pada Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Setelah roh suci sujud, kemudian meneliti kesalahan2 (dosa2) setiap harinya. Selanjutnya berserah diri mohon ampunan pada Hyang Maha Kuwasa atas segala dosa2 (kesalahan2) yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Hyang Maha Suci mertobat Hyang Maha Kuwasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah mohon ampunan kemudian bertobat, yang artinya tak akan melakukan dosa ( kesalahan) lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perhatian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Warga "Sapta Darma" hendaknya melakukan sujud yang benar menurut wewarah yang telah disebutkan diatas.&lt;br /&gt;Jangan melakukan sujud jasmani, atau sujud dengan menuruti kemauan, sebab tak ada gunanya dan ini diumpamakan : sujud ikut2an sperti pohon pisang yang roboh, sekelilingnya ikut roboh.&lt;br /&gt;Sujud 3 bungkukan ini disebut &lt;strong&gt;"Sujud Dasar"&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;"Sujud Wajib"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI.  Kegunaan sujud, serta keterangan asalnya air sari (suci)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melakukan sujud yang nikmat menurut petunjuk di bab V , besar sekali manfaatnya. Sehari semalam paling tidak dilakukan sekali, dilakukan berkali-kali akan lebih baik, tetapi &lt;strong&gt;yang penting adalah dapat merasakan rasa nikmat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;jangan tergesa-gesa atau mengejar selesai.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, &lt;strong&gt;ketika menjalankan sujud, pilih waktu dan suasana yang tenang dan tenteram diwaktu luang dari pekerjaan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sujud mengikuti wewarah ini jika diteliti dengan benar, akan menuntun jalannya air sari yang telah disaring berkali-kali serta memberi jalan  pada sinar cahaya yang berada dibadan, dijalankan merata melewati pori2, (lubang2 yang halus sekali), beserta sel2 (pembentuk daging dan urat2) didalam seluruh tubuh manusia.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, apakah yang disebut getaran atau air sari itu, dan berasal dari mana ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Getaran yang dimaksud adalah sinar cahaya Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah getaran yang digambarkan dimuka sebagai warna hijau muda, yang berada dan meliputi seluruh pribadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka air sari juga disebut air putih atau air suci &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari sari2 bumi, diserap tanaman, menjadi makanan yang dimakan manusia.&lt;br /&gt;Sari2 makanan itu berupa air putih yang berada ditulang ekor.&lt;br /&gt;Bersatunya getaran sinar Cahaya Allah dengan getaran air sari yang berjalan halus sekali dalam seluruh tubuh menimbulkan daya kekuatan yang besar sekali.&lt;br /&gt;Maka kekuatan yang ditimbulkan ini dapat diumpamakan atom berjiwa yang berada dalam tubuh dan pribadi manusia.&lt;br /&gt;Kekuatan ini besar sekali kegunaannya, sebab mampu memberantas kuman2 penyakit, menenangkan napsu angkara, mencerdaskan akal dan pikiran., dapat menerima bermacam-macam kewaspadaan (waspada penglihatan, pendengaran, pembau (hidung), kewaspadaan dalam bicara dan juga waspada dalam rasa). &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berkumpul dan menyatu diubun-ubun akan berupa Nur (cahaya putih)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bila menuju keatas akan menghadap Hyang Maha Kuwasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;mampu menerima berbagai tanda alam misalnya penglihatan atau gambar2, tulisan2 (sastra jendra hayuningrat = tulisan yang jumlahnya tak terhingga yang ditulis oleh Tuhan, untuk kesejahteraan alam semesta) = tulisan tanpa alas dasar.   &lt;br /&gt;Sarananya tak lain adalah mengolah rohani pada waktu sujud serta melatih budi pekerti untuk menuju keluhuran.&lt;br /&gt;Mengolah rohani itu pada mereka yang telah mampu, semisal mencetak "atom" yang berjiwa dalam pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VII. Menyembuhkan orang sakit serta caranya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga "Sapta Darma", selalu mengingat wewarah 7 (tujuh) serta diwajibkan memberi pertolongan kepada semua umat yang menderita sakit, tetapi sama sekali dilarang minta imbalan atau mempunyai pamrih apa saja, kecuali berdasar belas kasih, hanya karena menjalankan kerokhiman Allah.&lt;br /&gt;Malapetaka Allah akan diturunkan pada siapa saja yang melanggar aturan, sebaliknya Allah akan senantiasa memberi kekuatan dan memberi anugerah kepada siapapun yang dengan setia menjalankan perintahNya.&lt;br /&gt;Rakhmat Allah bisa berasal dari manapun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara penyembuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Hening dengan mata terbuka &lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;ditujukan kebagian tubuh yang sakit.&lt;br /&gt;Setelah rasa terkumpul dimulut, lidah terasa berdenyut-denyut,&lt;br /&gt;Didalam batin menyebut nama Allah: Allah Hyang Maha Agung, Allah Hyang Maha Rokhim, Allah Hyang Maha Adil, kemudian bersabda &lt;strong&gt;"Waras"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan orang yang sakit tersebut disuruh merasakan apa yang dirasakan setelah disabda tadi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Jika sakitnya telah bertahun-tahun &lt;/strong&gt; , &lt;br /&gt;atau sakit dibagian dalam badan, misalnya paru2, asma,ayan,lepra,ginjal,tekanan darah dan sebagainya, maka &lt;strong&gt;sisakit dapat dituntuni untuk sujud merasakan nikmatnya rasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah sujud, kemudian disuruh mengucap dalam batin:&lt;strong&gt;"Minta geraknya Nur Rasa"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hening ditujukan kearah tangan.&lt;br /&gt;Bila tangan sudah bergetar (bergerak), dalam batin agar mengucapkan &lt;strong&gt;"Minta diobati sampai sembuh" &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gerak tangan itu diikuti saja kearah mana tujuannya, untuk mengobati sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tak boleh diikuti dan dicampuri perasaan (yang ada maksudnya), atau sengaja diarahkan kebagian badan yang sakit.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tangan orang sakit itu akan bergerak, meraba bagian badan dimana saja, diikuti saja sampai sakitnya berkurang.&lt;br /&gt;Tindakan tersebut dilakukan setiap hari sampai sembuh.&lt;br /&gt;Bila telah sembuh sakitnya, tentang sujud tadi mau diteruskan juga baik, tidak juga terserah, sebab untung rugi kembali pada diri pribadinya sendiri.&lt;br /&gt;Jadi warga "Sapta Darma" &lt;strong&gt;tak boleh memaksa &lt;/strong&gt;pada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.  Bila yang sakit adalah warga sendiri &lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;sisakit bertindaklah seperti yang tersebut pada angka 2. &lt;strong&gt;Sujud dengan merasakan nikmatnya rasa, kemudian minta geraknya Nur Rasa untuk mengobati penyakitnya itu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengingat wewarah No. 5.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harus berani hidup berdasar kemampuan dan kekuatan diri sendiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu bila warga sendiri yang sakit harus mengobati dirinya sendiri, &lt;strong&gt;dilarang minta bantuan warga lain&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Kalau menemukan orang yang sakitnya telah parah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;dan ada rasa bahwa tidak akan sembuh, warga "Sapta Darma" harus menggunakan kewaspadaan rasa . Lakukan hening dengan mata tertutup dan lihatlah tanda2 tentang orang yang sakit ini.&lt;br /&gt;Jika ada penglihatan (gambar):&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;burung yang akan terbang, pohon yang telah kering, orang yang duduk membelakangi kita, bau mayat&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;maka orang tersebut memang garis hidupnya sudah ditentukan Hyang Maha Kuwasa untuk kembali keasalnya (meninggal).&lt;br /&gt;Jika disabda :"waras", sakitnya akan sembuh, tetapi umur sudah akan berakhir, kembali kepada Hyang Maha Kuwasa, dan ini tak bisa dielakkan lagi.&lt;br /&gt;Sedangkan pada saat hening ada penglihatan (gambar):&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;pohon beringin, bunga mawar mekar&lt;/strong&gt;, tentu sakitnya akan sembuh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Orang sakit lumpuh atau mati separo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cara menangani dengan mengusar tali rasanya lantas diminta menggerakkan tangan dan kakinya kemudian disabda "waras"&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.  Bila orang sakit jiwa, hilang ingatan atau gila&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lakukan dengan mengusar sekitar otak kecil dengan menggunakan jari tengah tangan kanan, dan ditempat Satria Utama (diantara kedua alis mata) ditepuk pelan 3 X , kemudian disabda "waras"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VIII.  Hening (semedi = meditasi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hening atau semedi adalah menenteramkan perasaan atau pikiran yang beraneka warna; pengharapan, dan sebagainya, Singkatnya mengosongkan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasa diarahkan pada Satria Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;walaupun badan bergerak, tetapi jika pikiran sudah diam, berarti sudah hening, hening&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hening (semedi) secara "Sapta darma" tidak boleh dibuat permainan, sebab menyebut Nama Allah. (Allah Hyang Maha Agung, Rokhim, Adil)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hening hanya boleh dilakukan untuk tujuan luhur.&lt;br /&gt;Yaitu:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Menerima petunjuk dari Hyang Maha Kuwasa&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;yang berbentuk gegambaran, tanda2 alam, tulisan (sastra jendra hayuningrat)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Melihat arwah para leluhur yang telah wafat&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;bagaimana keadaannya, apa sudah diterima dalam lindungan Hyang Maha Kuwasa (sudah berada di surga)&lt;br /&gt;Ini dapat dilihat secara hening.&lt;br /&gt;Jika masih berada ditempat penyiksaan, harus dilakukan sujud, dimohonkan ampunanNya, bertobat atas dosa2nya (kesalahan arwah tersebut), agar supaya diangkat dari tempat penyiksaan, dapat diterima ditempat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Melihat tempat angker&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;yang selalu mengganggu orang yang berada disekitarnya.&lt;br /&gt;Dengan hening mampu melihat bagaimana wujud roh penasaran/ setan2 yang berada disitu, kemudian dimohon pada Hyang Maha Kuwasa agar diterima kembali ditempat asalnya, jangan mengganggu umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Untuk mengawali semua tindakan dan perkataan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;yang akan dilakukan sepanjang hari, sebagai sarana melatih kesabaran dan kehati-hatian, agar semua tindakannya selalu benar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Hening dapat dilakukan dengan mata terbuka atau tertutup.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Untuk melihat keluarga yang jauh&lt;/strong&gt; ,&lt;br /&gt;bila ada suatu keperluan yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IX. Tukar hawa, Ulah rasa dan Racut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Tukar hawa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tukar hawa ini gunanya  &lt;strong&gt;untuk menghilangkan kepayahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;misalnya: setelah kerja berat, bepergian jarak jauh dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranya:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidur menghadap keatas diarah Timur - Barat dengan kepala diarah Timur,tangan kiri dan kanan diletakkan disamping badan, telapak tangan menghadap keatas.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pikiran dikosongkan &lt;/strong&gt;, setelah 10 atau 15 menit selesai.&lt;br /&gt;Kemudian mandi.&lt;br /&gt;Dalam hal ini getaran akibat kelelahan akan keluar lewat pori2, ubun2 dan diganti oleh getaran yang baru.&lt;br /&gt;Badan terasa seperti telah istirahat selama beberapa jam, segar bugar, kekuatan kembali seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1aPqUFmII/AAAAAAAAANM/aE1RmbI8_U8/s1600/386.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1aPqUFmII/AAAAAAAAANM/aE1RmbI8_U8/s400/386.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525171542956546178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. 5. Tukar hawa dan ulah rasa,&lt;br /&gt;Diperagakan oleh Bapak Sutarjo, adik Ibu Sri Pawenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Ulah Rasa &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ulah Rasa artinya meneliti jalannya rasa dan getaran yang terdapat pada seluruh tubuh&lt;br /&gt;Caranya&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setelah melakukan sujud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kemudian tiduran seperti cara tukar hawa.&lt;br /&gt;Baju yang ketat harus dilonggarkan agar tidak mengganggu jalannya rasa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pikiran dipersiapkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;untuk merasakan jalannya getaran, mulai dari telapak kaki, naik keatas keseluruh tubuh, diteliti rasa yang berjalan melewati bagian2 tubuh sampai yang sehalus-halusnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Juga dirasakan peredaran darah dan denyut jantung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila dilakukan dengan sabar dan teliti, dapat terlihat dalam keadaan hening, bagaimana jalannya sari2, getaran2 disekujur tubuh, dan denyut jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Racut&lt;br /&gt;Racut artinya memisahkan rasa dan perasaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, dapat digunakan untuk menghadapnya Hyang Maha Suci ke hadirat Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kita yang masih hidup, diusahakan agar bisa menyatakan keberadaan tempat kehidupan kita dimasa yang akan datang, jika kita kembali kealam abadi, yang disebut alam sorga dan lain2nya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, memang benar pernyataan bahwa : manusia harus bisa mati dalam keadaan hidup agar mengetahui rupa dan rasanya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Artinya : pikirannya mati (tidak aktif) sedangkan rasanya tetap hidup (aktif)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada keadaan racut, kita melihat roh kita naik menuju ke alam akherat (sorga) menghadap Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Sedangkan roh kita melihat badan jasmani kita berada dibawah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranya: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita lakukan sujud wajib, dilanjutkan dengan menambah satu bungkukan lagi dengan menyebut dalam batin :&lt;strong&gt;"Hyang Maha Suci Menghadap Hyang Maha Kuwasa"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu tiduran seperti yang dilakukan diatas (Tukar hawa / ulah rasa)&lt;br /&gt;Bedanya &lt;strong&gt;tangan diletakkan di "CO"&lt;/strong&gt;, dengan tangan terlipat, telapak tangan kanan diletakkan disebelah atas tangan kiri.&lt;br /&gt;Pikiran kosong,&lt;br /&gt;Satria Utama digunakan melihat keberangkatan Cahaya Putih (Hyang Maha Suci) keluar dari ubun2.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karena racut itu suatu pekerjaan yang amat rumit, maka memerlukan kesabaran, ketelitian dan ketenteraman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1NHf6BO7I/AAAAAAAAANE/cEQHY0ahFI8/s1600/387.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1NHf6BO7I/AAAAAAAAANE/cEQHY0ahFI8/s400/387.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525157109072739250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melatih diri demikian baik sekali dilakukan pada waktu senggang dirumah, sebab dapat menerima bermacam kewaspadaan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Racut tidak perlu dikhawatirkan&lt;/strong&gt;, sebab hanya Hyang Maha Suci yang menghadap pada Hyang Maha Kuwasa, dan saudara 11 masih menunggu di wadagnya (tubuhnya).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karena itu masih bernapas (pelan), masih mendengar suara disekelilingnya, tetapi tak dirasakan (tak dihiraukan).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TALI RASA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia yang hidup, memiliki pusat2 (ikatan) saluran rasa dalam tubuhnya sendiriyang dinamakan &lt;strong&gt;ikatan tali rasa&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1MCmO2R4I/AAAAAAAAAM0/OS_l05HSBVM/s1600/388.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1MCmO2R4I/AAAAAAAAAM0/OS_l05HSBVM/s400/388.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525155925359740802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar No. 7 dan 8.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jumlahnya ada 20&lt;/strong&gt;, ditandai dengan huruf Jawa.&lt;br /&gt;Nama2 ikatan tali rasa 20 serta letaknya tertulis dibawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. HA    - janggut.&lt;br /&gt;2. NA    - tenggorokan.&lt;br /&gt;3. CA    - tulang dada atas.&lt;br /&gt;4. RA    - hati.&lt;br /&gt;5. KA    - pusar.&lt;br /&gt;6. DA    - bawah pusar.&lt;br /&gt;7. TA    - tulang ekor.&lt;br /&gt;8. SA    - tulang belakang diarah pusar.&lt;br /&gt;9. WA    - bagian bawah tulang belikat.&lt;br /&gt;10. LA   - ruas tulang belakang paling atas.&lt;br /&gt;11. PA   - lipatan lengan atas (dibawah pundak).&lt;br /&gt;12. DA   - siku tangan.&lt;br /&gt;13. JA   - pergelangan tangan.&lt;br /&gt;14. YA   - tengah telapak tangan.&lt;br /&gt;15. NYA  - payudara kiri kanan.&lt;br /&gt;16. MA   - bagian atas tulang bonggol kaki.&lt;br /&gt;17. GA   - bagian belakang tempurung lutut.&lt;br /&gt;18. BA   - bagian atas pergelangan kaki.&lt;br /&gt;19. TA   - ditengah telapak kaki.&lt;br /&gt;20. NGA  – antara dua alis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Faedah pengetahuan tentang tali rasa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila warga "Sapta Darma" memberi pertolongan pada orang yang sakit, yang urat syarafnya tak berfungsi lagi, misalnya mati separo (verlamming),&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ikatan tali rasa tersebut digusar-gusar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kemudian lakukan hening, dan kemudian disabda "waras"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peringatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila yang sakit adalah orang perempuan, maka warga perempuan pula yang melakukan pertolongan. Sebaliknya jika laki2, juga warga laki2 yang memberi pertolongan.&lt;br /&gt;Bila dalam keadaan terpaksa, dapat dilakukan, tetapi &lt;strong&gt;sama sekali tak boleh menyentuh&lt;/strong&gt;, hanya dengan disabda "waras" , lantas disuruh menggerak-gerakkan kakinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;XI.  TANGGAL YANG PERLU DIPERINGATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu turunnya ilham :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1  27 Desember 1952&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Ilham pertama: sujud, diterima Bapa Panuntun di Kediri jam 01.00.(malam hari)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. 12 Juli 1954 : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;   A. Simbol "Sapta Darma" jam 11.00 (pagi hari).&lt;br /&gt;   B. Wewarah tujuh kewajiban warga "Sapta Darma".&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. 27 Desember 1954&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Nama Sri Gutama ( tgl  12 maulud hari Sabtu Wage, jam 24.00 (malam hari)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; 1 Sura adalah Hari Raya Agama "Sapta Darma"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama         :  . . . . . . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;Alamat       : . . . . . . . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;               . . . . . . . . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;Tanggal dimiliki : . . . . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  (tanda tangan)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-3599032078924528011?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/3599032078924528011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3599032078924528011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3599032078924528011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-31.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 31)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s72-c/367.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-5818010880327558176</id><published>2011-08-01T14:39:00.004+07:00</published><updated>2011-08-01T14:49:31.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri gutomo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AGAMA'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 30)</title><content type='html'>&lt;a href="http://s09.flagcounter.com/more/fOr"&gt;&lt;img src="http://s09.flagcounter.com/count/fOr/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_6/maxflags_248/viewers_AGUSTUS+2011/labels_1/pageviews_1/" alt="free counters" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.flagcounter.com/"&gt;Free counters&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s1600/367.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s400/367.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525178193364489490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gGK2S37I/AAAAAAAAAPk/QTjviIvRKMU/s1600/368.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 271px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gGK2S37I/AAAAAAAAAPk/QTjviIvRKMU/s400/368.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177976961032114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1f0sGI7QI/AAAAAAAAAPc/rRfc0k-LpKQ/s1600/369.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1f0sGI7QI/AAAAAAAAAPc/rRfc0k-LpKQ/s400/369.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177676648213762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fkG5OByI/AAAAAAAAAPU/OflE7oCzjX0/s1600/370.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fkG5OByI/AAAAAAAAAPU/OflE7oCzjX0/s400/370.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177391784003362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fVCUKZxI/AAAAAAAAAPM/L1vrmHkfw0s/s1600/371.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 263px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fVCUKZxI/AAAAAAAAAPM/L1vrmHkfw0s/s400/371.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525177132856796946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fEqXnjEI/AAAAAAAAAPE/51nAYybXObE/s1600/372.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1fEqXnjEI/AAAAAAAAAPE/51nAYybXObE/s400/372.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176851550932034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1e1S9yVvI/AAAAAAAAAO8/xsHNteHpEIo/s1600/373.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1e1S9yVvI/AAAAAAAAAO8/xsHNteHpEIo/s400/373.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176587570534130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1ek1T1QdI/AAAAAAAAAO0/cDiL3GrDOrc/s1600/374.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 261px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1ek1T1QdI/AAAAAAAAAO0/cDiL3GrDOrc/s400/374.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176304732029394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1eV4wjNWI/AAAAAAAAAOs/1zJMjMHC9pA/s1600/375.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1eV4wjNWI/AAAAAAAAAOs/1zJMjMHC9pA/s400/375.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176047959749986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1eF8GVt9I/AAAAAAAAAOk/A7pzSPl29L4/s1600/376.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1eF8GVt9I/AAAAAAAAAOk/A7pzSPl29L4/s400/376.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525175773978539986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1d0d_f56I/AAAAAAAAAOc/KEBdMDDTbMc/s1600/377.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1d0d_f56I/AAAAAAAAAOc/KEBdMDDTbMc/s400/377.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525175473839007650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1dkJh4dxI/AAAAAAAAAOU/9hfMQ4dTQoA/s1600/378.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1dkJh4dxI/AAAAAAAAAOU/9hfMQ4dTQoA/s400/378.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525175193468172050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1c_Bu2fmI/AAAAAAAAAOM/EXosicHUWps/s1600/379.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1c_Bu2fmI/AAAAAAAAAOM/EXosicHUWps/s400/379.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525174555719925346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cr-gxbfI/AAAAAAAAAOE/NQYM_rO5OyM/s1600/380.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cr-gxbfI/AAAAAAAAAOE/NQYM_rO5OyM/s400/380.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525174228438052338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1caaVRlwI/AAAAAAAAAN8/e73p5HHK5hg/s1600/381.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1caaVRlwI/AAAAAAAAAN8/e73p5HHK5hg/s400/381.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525173926668375810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cDzNT99I/AAAAAAAAAN0/ecsxavKvdNw/s1600/382.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1cDzNT99I/AAAAAAAAAN0/ecsxavKvdNw/s400/382.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525173538208872402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1byfrXssI/AAAAAAAAANs/WNVgfpTQFeM/s1600/383.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1byfrXssI/AAAAAAAAANs/WNVgfpTQFeM/s400/383.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525173240908460738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1bNeEmtmI/AAAAAAAAANc/etUO-AyINxg/s1600/384.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 253px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1bNeEmtmI/AAAAAAAAANc/etUO-AyINxg/s400/384.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525172604822271586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1avBqK-cI/AAAAAAAAANU/_MdIAQLmWN0/s1600/385.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1avBqK-cI/AAAAAAAAANU/_MdIAQLmWN0/s400/385.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525172081799133634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1aPqUFmII/AAAAAAAAANM/aE1RmbI8_U8/s1600/386.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1aPqUFmII/AAAAAAAAANM/aE1RmbI8_U8/s400/386.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525171542956546178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1NHf6BO7I/AAAAAAAAANE/cEQHY0ahFI8/s1600/387.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1NHf6BO7I/AAAAAAAAANE/cEQHY0ahFI8/s400/387.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525157109072739250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1MCmO2R4I/AAAAAAAAAM0/OS_l05HSBVM/s1600/388.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1MCmO2R4I/AAAAAAAAAM0/OS_l05HSBVM/s400/388.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525155925359740802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1LvAKwJrI/AAAAAAAAAMs/A4kWS1HuUl0/s1600/389.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1LvAKwJrI/AAAAAAAAAMs/A4kWS1HuUl0/s400/389.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525155588724500146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;23&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-5818010880327558176?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/5818010880327558176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/5818010880327558176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/5818010880327558176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2011/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-30.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 30)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TK1gSxA5lRI/AAAAAAAAAPs/IPiNNS4CHjI/s72-c/367.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-2070969299388625246</id><published>2010-12-18T03:20:00.006+07:00</published><updated>2011-07-05T10:25:34.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brahmono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nugraha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resi'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo  (hal 28)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGbfmBYRr0I/AAAAAAAAAFE/1EDImpmiAxk/s1600/Bopo+Sri+Gutomo+C.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGbfmBYRr0I/AAAAAAAAAFE/1EDImpmiAxk/s400/Bopo+Sri+Gutomo+C.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505333438805290818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Permohonan yang dikabulkan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan ritual sujud ini, para mitra makin rajin melakukan sujud. Begitu pula Pak Arjo. Walaupun demikian, masih ada hal yang menjadi pertanyaan disanubari semua orang yang menjalankan ritual sujud ini. Apakah ritual sujud ini hanya demikian saja, ataukah ada makna dan maksud tujuan tertentu ? &lt;br /&gt;Pada saat itu, Pak Arjo menerima petunjuk dari Hyang Maha Kuwasa, bahwa cara sujud yang demikian ini disebut sujud Brahmono Resi. Dan Pak Arjo mendapat sebutan Resi Brahmono.&lt;br /&gt;Kepada para mitranya, Pak Arjo menerangkan bahwa sujud yang demikian itu adalah sujud Brahmono Resi. Semua mitranya dapat disebut Resi Brahmono bila melakukan sujud seperti cara itu. &lt;br /&gt;Selanjutnya, Pak Arjo mohon ijin Hyang Maha Kuwasa, menggunakan nama Sri Gutomo sebagai sarana menyebarkan budi luhur itu.&lt;br /&gt;Permohonan dikabulkan, dan pada tanggal 27 Desember 1955, disaksikan hujan lebat semalam penuh, Pak Arjo mendapat nama Sri Gutomo yang artinya Raja Budi Luhur.&lt;br /&gt;Para pembaca, semoga anda dapat memahami, bahwa semua permohonan , bila dilakukan dengan tulus ikhlas dalam hati, tentu dibelakang hari akan dikabulkan oleh Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s09.flagcounter.com/more/JfIg"&gt;&lt;img src="http://s09.flagcounter.com/count/JfIg/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=5/maxflags=248/viewers=5+Juli+2011/labels=1/pageviews=1/" alt="free counters" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-2070969299388625246?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/2070969299388625246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2010/12/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2070969299388625246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2070969299388625246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2010/12/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-28.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo  (hal 28)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGbfmBYRr0I/AAAAAAAAAFE/1EDImpmiAxk/s72-c/Bopo+Sri+Gutomo+C.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-6301866674507554903</id><published>2009-12-14T10:25:00.013+07:00</published><updated>2010-12-18T02:44:51.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo  (hal 27)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahyu Sapta Darma&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Turunnya wahyu Sapta Darma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Didalam melakukan ritual sujud, para mitra Pak Arjo masih belum mengetahui, peristiwa apa yang akan terjadi. Walaupun demikian, makin banyak orang yang ikut menjalankan sujud, sebab dapat merasakan rasa tenteram dalam hati sanubarinya. Lebih lagi kemudian banyak yang memperoleh berkah berwujud gambar bermacam-macam tatkala menjalankan sujud ini. Gambar-gambar tersebut dinamakan sanepan atau sanepo atau kias. Pak Arjo melarang orang-orang  menerangkan arti gambar tersebut  secara umum. Sanepan harus diterangkan secara rasa, sebab itu adalah wejangan rasa.&lt;br /&gt;Ada pertanyaan dalam menjalankan ritual sujud ini, yaitu: bila ritual sujud ini memang kehendak Hyang Maha Kuwasa, lantas apa tujuan sebenarnya.  Pak Arjo juga tak mengetahui, apa kehendak Hyang Maha Kuwasa. Siang malam hanya sujud mengharapkan rahmat dari Hyang maha Kuwasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12 Juli 1954&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari itu, dirumah Pak Arjo hadir enam orang yang melakukan sujud. Pak Darmo, Pak Kemi, Pak Danu Miharjo, Pak Joyo Sadji, Pak Diman dan Pak Arjo.&lt;br /&gt;sekitar jam 11.00, tak ada yang mengetahui dari mana asalnya, secara tiba-tiba tampak suatu gambar berwarna dimeja pak Arjo. Gambar ini sebentar tampak, sebentar lenyap dari pandangan. Tak ada yang menyuruh, tiba-tiba Pak Diman berdiri sambil menuding kearah meja tersebut sambil berteriak keras :"Ini harus digambar".&lt;br /&gt;Demikian dikatakannya berkali-kali.&lt;br /&gt;Seketika itu pula para mitra yang berada disitu kaget, dan segera keluar untuk membeli kuas dan cat. Ternyata, gambar tersebut tak hanya tampak di meja saja. Didinding ruangan dan ditopi para mitra juga tampak gambar itu. Malahan dibadan Pak Arjo juga terlihat gambar tersebut, sebentar kelihatan, kemudian menghilang, dan tampak lagi.Begitu berulang-ulang.&lt;br /&gt;Toko cat hanya berjarak seratus meter dari rumah Pak Arjo. Karena itu, tak lama kemudian yang membeli cat sudah kembali. Pak Diman yang disuruh menggambar, sebab memang pandai menulis dan menggambar dengan bagus. Gambar itu digambar langsung pada permukaan meja.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGXV2PNDKaI/AAAAAAAAAE8/yqETwrAfkok/s1600/a.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 396px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGXV2PNDKaI/AAAAAAAAAE8/yqETwrAfkok/s400/a.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505041247301216674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar tersebut tertulis tulisan dalam huruf Jawa. Diatas lingkaran tertulis &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sapto&lt;/span&gt;, sedangkan dibawah lingkaran tertulis &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Darmo&lt;/span&gt;. Mengelilingi lingkaran tertulis &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Napsu, Budi, Pakarti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gambar Semar didalam lingkaran digambar Pak Arjo sendiri. Menurut Pak Kemi, ketika menggambarnya sambil mendendangkan lagu yang isinya mengungkapkan puji sjukur pada Hyang maha Kuwasa yang telah memberi rahmat pada umatnya didunia ini.&lt;br /&gt;Setelah selesai proses menggambar ini, gambar tersebut lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tampil tulisan yang tertulis dalam huruf Latin yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wewarah Pitu&lt;br /&gt;1. Setya tuhu marang ananing Pancasila Allah&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Agung,&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Rokhim,&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Adil,&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Wasésa,&lt;br /&gt;Allah Hyang Maha Langgeng.&lt;br /&gt;2. Kanthi jujur lan sucining ati,kudu setyo anindakaké angger-anggering negarané.&lt;br /&gt;3. Mèlu cawé-cawé acancut tali wanda njaga adeging nusa lan bangsané.&lt;br /&gt;4. Tetulung marang sapa baé yèn perlu,kanthi ora nduwèni pamrih opa baé kajaba mung rasa welas lan asih.&lt;br /&gt;5. Wani urip kanthi kapitayan saka kekuwatané dhéwé.&lt;br /&gt;6. Tanduké marang warga bebrayan kudu susila kanthì alusing budi pekerti tansah agawé pepadhang lan mareming liyan.&lt;br /&gt;7. Yakin yèn kahanan ndonya iku ora langgeng tansah owah gingsir ( anyakra manggilingan ).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama proses penulisan, Pak Arjo memperhatikan dan mencocokkan tulisan tersebut dengan tulisan didinding yang kadang terlihat, kadang lenyap.&lt;br /&gt;Selesai semuanya, tulisan didinding tersebut juga lenyap, digantikan tulisan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesanti&lt;br /&gt;Ing ngendi bae, marang sapa bae, warga sapta darma kudu sumunar pindo baskoro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-6301866674507554903?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/6301866674507554903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/12/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/6301866674507554903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/6301866674507554903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/12/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-27.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo  (hal 27)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/TGXV2PNDKaI/AAAAAAAAAE8/yqETwrAfkok/s72-c/a.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-2930962529416675659</id><published>2009-12-08T14:40:00.009+07:00</published><updated>2010-12-18T02:36:13.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 26)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wawasan hal 26&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Racut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Racut itu mengandung arti lepas atau melepas. Racut baju kebesaran raja berarti melepas baju yang dikenakan. Apa yang hamba maksudkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;racut&lt;/span&gt; disini adalah lepas atau perginya Hyang Maha Suci yang akan menghadap Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Sudah diceriterakan diatas, bahwa Hyang Maha Suci itu yang menguasai kehidupan jasmani setiap orang. Bila jasmani ditinggalkan Hyang Maha Suci, tentu lemas raganya seperti wayang kulit Gatotkaca yang kehilangan sarana penegaknya (gapit).&lt;br /&gt;Warga Sapta Darma tidak menyebutkan roh, jiwa, nyawa sukma dan lain-lain sebagainya, karena sudah mengetahui bahwa itu adalah Hyang Maha Suci, utusan Hyang Maha Kuwasa, yang ditugaskan memelihara jasmani manusia. Menyebut Hyang Maha Suci juga menunjukkan bahwa mengetahui yang menghidupinya. Umumnya, ditempat manapun, setiap orang selalu menyebutkan bahwa yang mengatur kehidupannya adalah Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Melakukan ritual racut ini, tidak semaunya sendiri. Harus sujud dulu, dan kemudian ditambah satu sujudan lagi dengan ucapan "Hyang Maha Suci menghadap Hyang Maha Kuwasa". Bila direstui, artinya diberi sarana untuk hal itu, maka akan terlaksana sampai ketempat yang dituju.  &lt;br /&gt;Tatkala Pak Arjo masih berada bersama warga, ritual racut mudah dilaksanakan setiap saat. Walaupun begitu, Bila sekarang ada yang menginginkan, juga bisa terlaksana asalkan telah dapat membersihkan pribadinya dengan melakukan sujud yang tekun.&lt;br /&gt;Bopo Sri Gutomo memberi tahu bahwa racut itu ritual yang rumit, bukan karena sulit, tetapi karena harus meneliti dulu keseluruhan kondisi tubuh. Harus diteliti dengan cermat agar semuanya berjalan sempurna, sebab akan ditinggal pergi Hyang Maha Suci. Ini yang disebut tunduk serta patuhnya saudara sebelas yang mengatur fungsi tubuh manusia.     &lt;br /&gt;Pada tahap awal, para warga dibimbing dalam ritual &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;penggalian&lt;/span&gt; yang dilakukan selama dua belas malam atau enam hari siang malam.&lt;br /&gt;Dalam hal ritual penggalian ini, hamba sarankan bertanya pada tuntunan penggalian yang bertugas untuk menerangkannya.&lt;br /&gt;Tentang pusaka Nogososro dan Bendo Segodo, hamba kurang memahami, namun bila pembaca ingin tahu, dibawah ini ada gambar dan keterangan sekadarnya, yang telah hamba ambil dari internet.&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;Para pembaca yang terhormat,&lt;br /&gt;Ritual racut itu sesuatu yang amat langka. Tak terbatas hanya Pak Arjo saja yang mampu melakukannya. Para mitranya juga berhasil menjalankan ritual ini dengan mengikuti petunjuk Pak Arjo, walaupun sesungguhnya semua itu atas perkenan Hyang Maha Kuwasa. Peristiwa ini menunjukkan bahwa siapa saja bisa  menghadap Hyang Maha Kuwasa dengan cara melakukan ritual racut.&lt;br /&gt;Diceriterakan, sehabis racut, setiap orang merasa menerima/memegang bermacam gambar. Ada yang memegang bunga, yang lain memegang wayang kulit Arjuno atau Kresno dan sebagainya. Sedangkan Pak Arjo, setiap selesai melakukan racut, selalu merasa memegang gambar wayang Semar.&lt;br /&gt;Menurut pendapatnya, semua itu adalah lambang yang mengkiaskan kepribadiannya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, tatkala Pak Arjo melakukan racut, merasa menerima baju kebesaran kerajaan. Setelah mendekati kesadaran, pakaian tersebut seolah tetap masih menempel dibadan dan tak berubah bentuk. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadiannya laksana raja yang berbudi luhur. Berbeda dengan Pak Kemi, tatkala melakukan racut juga menerima baju kebesaran kerajaan. Setelah kembali kesadarannya, merasa baju tersebut masih menempel ditubuhnya, hanya bentuknya berubah menjadi "klaras" yaitu daun pisang yang kering. Ini adalah pertanda yang menyatakan bahwa Pak Kemi itu adalah orang yang dapat menyelaraskan (klaras) kehidupannya dengan masyarakat sekelilingnya. Artinya dapat menyesuaikan diri dengan semua orang, kaya miskin, laki-perempuan, tua-muda, orang baik atau jahat.   &lt;br /&gt;Orang yang merasa memegang bunga, menandakan bahwa membawa nama harum, artinya, setiap orang membicarakan pribadinya yang baik. Oleh sebab itu, apa yang diterima Pak Arjo pada saat melakukan racut, tentu tak sama dengan perolehan para mitranya.&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang baik ini, hamba ingin menunjukkan gambar-gambar yang mungkin dapat menambah wawasan para pembaca. Semua gambar ini di"donlod" dari internet. Juga disertakan alamatnya, barangkali ada yang berminat "browsing"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUMUR GUMULING&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://kratonjogja.com/isi.php?menu=heritage&amp;lang=ina&amp;sub=3 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nama Sumur Gumuling itu berarti dari Sumur yang mana Makmum (Umat)-nya berada di sekelilingnya. Imam yang memimpin tidak perlu menggunakan pengeras suara karena konstruksi bangunan yang melingkar menyebabkan adanya gema yang menyebabkan suara menjadi lebih keras.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PWIzx8vqJyQ/SwS1NwoeNhI/AAAAAAAAAbU/G_tRzEAIgNU/s1600/Sumur+Gumuling+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PWIzx8vqJyQ/SwS1NwoeNhI/AAAAAAAAAbU/G_tRzEAIgNU/s400/Sumur+Gumuling+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405644700749018642" border="0"&gt;&lt;/a&gt; Sumur Gumuling gb 1  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PWIzx8vqJyQ/SwS1nnYX29I/AAAAAAAAAbc/Nwmq_krO0K8/s1600/Sumur+Gumuling+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PWIzx8vqJyQ/SwS1nnYX29I/AAAAAAAAAbc/Nwmq_krO0K8/s400/Sumur+Gumuling+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405645144942173138" border="0"&gt;&lt;/a&gt;  Sumur Gumuling gb 2.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2fSn5e8lI/AAAAAAAAAA8/xXvDsSzyQ8w/s1600-h/Sumur+Gumuling+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2fSn5e8lI/AAAAAAAAAA8/xXvDsSzyQ8w/s400/Sumur+Gumuling+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412657469465752146" /&gt;&lt;/a&gt; Sumur Gumuling gb 3.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2f1y4XqmI/AAAAAAAAABE/3JKlJP3c4bU/s1600-h/sumur+gumuling4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 281px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2f1y4XqmI/AAAAAAAAABE/3JKlJP3c4bU/s400/sumur+gumuling4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412658073709292130" /&gt;&lt;/a&gt; Sumur Gumuling gb 4.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2gNdM7RFI/AAAAAAAAABM/-L_CHUu5A4o/s1600-h/sumur+gumuling5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 281px; height: 219px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2gNdM7RFI/AAAAAAAAABM/-L_CHUu5A4o/s400/sumur+gumuling5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412658480206791762" /&gt;&lt;/a&gt; Sumur Gumuling gb 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUMUR JOLOTUNDO&lt;br /&gt;http://www.banjarnegarakab.go.id/menu.php?name=Halaman_Potensi&amp;sop=lihat_halaman&amp;artid=57&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Sumur Jalatunda berasal dari kawah yang telah mati ribuan tahun yang lalu kemudian terisi air sehingga menyerupai sebuah sumur raksasa.&lt;br /&gt;    Sumur ini mempunyai garis tengah kurang lebih 90 meter dan kedalaman ratusan meter. Ada kepercayaan penduduk setempat jika seseorang berhasil melemparkan batu menyeberangi sumur tersebut, maka segala keinginannya akan terlaksana. Bahkan air sumur Jalatunda mempunyai kekuatan magic sehingga banyak dimanfaatkan wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx21AdW7geI/AAAAAAAAABs/Ri7lIi-tDEQ/s1600-h/sumur_jalatunda.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx21AdW7geI/AAAAAAAAABs/Ri7lIi-tDEQ/s400/sumur_jalatunda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412681346654634466" /&gt;&lt;/a&gt; Sumur jolotundo GB 1.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber : DISPARBUD Banjarnegara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://smulya.multiply.com/photos/album/57#photo=1.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx25E0NXjsI/AAAAAAAAAB0/0nXLHF7K19o/s1600-h/sumur-jolotundo2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx25E0NXjsI/AAAAAAAAAB0/0nXLHF7K19o/s400/sumur-jolotundo2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412685819554533058" /&gt;&lt;/a&gt; Sumur Jolotundo gb 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://smulya.multiply.com/photos/album/57#photo=3.jpg &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx25b9xf38I/AAAAAAAAAB8/qyoFc5ZasEo/s1600-h/sumur-jolotundo3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 279px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx25b9xf38I/AAAAAAAAAB8/qyoFc5ZasEo/s400/sumur-jolotundo3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412686217258983362" /&gt;&lt;/a&gt; Sumur Jolotundo gb 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KERIS NOGOSOSRO&lt;br /&gt;http://kerisindonesia.blogspot.com/2006/02/keris-nogososro.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konon keris ini dibuat saat Majapahit (era pemerintahan Brawijaya IV, 1466 – 1478 M), terancam oleh issue pemberontakan Blambangan. Info ini didapat dari intelijen bahwa Adipati Blambangan akan mengadakan pemberontakan. Sang Prabu langsung mengeluarkan “inprab” (instruksi prabu … () yg isinya agar para Empu menyiapkan berbagai senjata guna menghadapi Blambangan. Seorang Empu bernama Pangeran Sedayu berhasil menyelesaikan sebilah keris berlekuk 13, yg kelak terkenal dengan sebutan keris Kanjeng Kyai Nogososro. Menurut kepercayaan yang ada, akhirnya Majapahit berhasil meredam berbagai bencana dari segala penjuru. Blambangan ditahlukkan. Pangeran Sedayu, bergelar Empu Supo Mandrangi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20080826102933_Nagasasra_resize_48b3789d08bf9-t.jpg&lt;br /&gt;Keris Nogososro&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Keris ini berdapur Nagasasra, kinatah emas dan warangka ladrang Surakarta. Pendhok-nya bertabur intan&lt;br /&gt;Nogo Sosro - Kinatah Emas&lt;br /&gt;Tangguh Mojopahit&lt;br /&gt;Warangka Ladrang Gaya Surakarta&lt;br /&gt;Kayu Benggol Jati/ Tunas Jati&lt;br /&gt;Pamor Sisik Ular&lt;br /&gt;Dapur Luk 13 - Sangkelat&lt;br /&gt;Fungsi : Kekuasaan / Kejayaan / Wibawa / Drajat &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2hXNkomPI/AAAAAAAAABU/V10DDmySu88/s1600-h/AAAA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2hXNkomPI/AAAAAAAAABU/V10DDmySu88/s400/AAAA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412659747321583858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Keris NogoSosro gb 1.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2hvkt5cEI/AAAAAAAAABc/aHkBjE0Q7AY/s1600-h/IMG_0043.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 304px; height: 228px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2hvkt5cEI/AAAAAAAAABc/aHkBjE0Q7AY/s400/IMG_0043.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412660165851312194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keris NogoSosro gb 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KERIS BENDO SEGODO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://www.indomarketsite.com/product/detail/1&lt;br /&gt;Deskripsi Produk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;keris ini adalah pusaka peninggalan Sultan Hamengku Buwono IX. Berjenis pamor bendo segodo terlihat dari bentuknya menyerupai bulatan menggumpal dari bawah keatas. Tuahnya untuk jalan rejeki dan pergaulan serta ketentraman rumah tangga. Tergolong tidak pemilih.&lt;br /&gt;http://www.heritageofjava.com/&lt;br /&gt;BENDO SAGODO, pamor yang gambarnya merupakan bentuk gumpalan yang mengelompok rapat, masing masing gumpalan terpisah jarak 0.5 cm – 1 cm dan tergolong pamor rekan. Tuahnya gampang mencari rezeki dan pamor ini tidak pemilih.&lt;br /&gt;Bendo Segodo&lt;br /&gt;Tangguh Tuban / Majapahit&lt;br /&gt;Warangka Sandang Walikat&lt;br /&gt;Kayu Sawo&lt;br /&gt;Pamor Bendo Segodo&lt;br /&gt;Dapur Tilam Sari / Brojol&lt;br /&gt;Fungsi : Kerejekian&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2iEWPusjI/AAAAAAAAABk/Q4EtQkt_XCc/s1600-h/IMG_0282.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 304px; height: 228px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gY4MLxxDL6w/Sx2iEWPusjI/AAAAAAAAABk/Q4EtQkt_XCc/s400/IMG_0282.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412660522743935538" /&gt;&lt;/a&gt; Keris Bendo Segodo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catetan: blog puniko mawi label :&lt;br /&gt;boso, budi, darma, darmo, Gutomo, Hyang, jawi, jowo, Kuwasa, Kuwoso, lelampahan, Maha, sapta, sapto, Sri, wahyu, warga, wargo, Widhi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-2930962529416675659?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/2930962529416675659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/12/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2930962529416675659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2930962529416675659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/12/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-26.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 26)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PWIzx8vqJyQ/SwS1NwoeNhI/AAAAAAAAAbU/G_tRzEAIgNU/s72-c/Sumur+Gumuling+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-4850936177499270761</id><published>2009-12-06T13:44:00.006+07:00</published><updated>2010-12-18T02:29:34.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 25)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasanya dilindungi Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengawali kesanggupan menerima penugasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         Seiring perjalanan waktu, pelaksanaan sujud ini tetap dilakukan oleh Pak Arjo dan mitra terdekatnya. Tak ada yang merasakan lelah apalagi menderita sakit dalam menjalankan sujud ini. Dalam kenyataan, dapat disebutkan bahwa semua rasa letih lesu , linu di persendian dan lain-lain seolah-olah menjauh dari badan.&lt;br /&gt;         Para handai taulan makin banyak yang ikut menjalankan sujud ini. Dapat disebut namanya, misalnya Pak Reso Kasirin (juragan kain batik) yang cukup kaya tetapi tidak punya anak, Pak Darmo (ipar Pak Soma Giman), Pak Danu Miharjo, Mantri guru Sekolah Dasar, Pak Jumadi, sopir angkutan barang, Pak sersan Diman, keponakan Pak Kemi dan yang lainnya yang belum hamba sebutkan karena keterbatasan hamba dalam menemukan sumber keterangan dalam hal ini.&lt;br /&gt;          Semua orang telah merasakan rasa tenteram dalam pribadinya. Tidak hanya sampai disitu saja, banyak yang menyatakan bahwa ketika menjalankan sujud, merasakan adanya perubahan suasana alam . Seolah sujud ditempat  yang keindahan dan kenyamanannya tak terbayangkan. Walaupun pelaksanaan sujud dilakukan dirumah masing-masing, baru sebentar mata terpejam, langsung merasakan perubahan alam. Seolah sujud ditempat berbeda. Menurut Pak Kemi, hal demikian ini menandakan bahwa pelaksanaan sujud itu diberkati. Setelah Pak Sri (Pak Arjo) wafat, fenomena seperti ini jarang dirasakan, atau dapat dirasakan jika pelaksanaan sujud dilakukan dengan tekun dan kesungguhan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahyu racut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;12 Februari 1953&lt;br /&gt;Malam ini, banyak yang melakukan sujud dirumah Pak Arjo Sopuro. Selesai sujud, Pak Arjo memberi tahu agar besok pagi datang lagi, sebab akan menerima pelajaran baru.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanggal 13 Februari 1953&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Pada pagi hari itu, hadir Pak Kemi, Pak JoyoJaimun, Pak Somagiman, Pak Darmo, Pak Reso Kasirin, berkumpul dirumah Pak Arjo Sopuro. Sekitar jam 10.00 pagi, ditengah-tengah pembicaraan, tiba-tiba Pak Arjo menghentikan pembicaraan itu dan selanjutnya berkata dengan jelas. "Teman-teman,lihat, ini aku akan mati, amat-amatilah". Semua jadi bingung dan jantungnya berdegup keras. Pak Kemi bergumam, "Apa jadinya kalau mati beneran". Selanjutnya Pak Arjo berbaring dengan kepala diarah Timur dan kaki kearah Barat. Kedua tangan bersidakep didepan dada. Ujung jari kanan menutupi ujung jari kiri ditempat yang disebut "CO". Kedua kaki saling merapat. Ini mirip keadaan orang mati.&lt;br /&gt;            Setelah menunggu sekitar seperempat jam, para mitra makin kebingungan. Selanjutnya ada yang meraba badannya, menempelkan telinga kedada. Tak terasa detak jantung ataupun napasnya. Ada yang memijit-mijit kakinya. Tak terasa ada tanda-tanda kehidupan. Dalam keadaan bingung itu akhirnya menyerah pasrah. Bila memang sudah sampai akhir hayatnya, andai disembunyikan dalam gedung besar dan terkunci rapat, kematian pasti datang menjemput.&lt;br /&gt;            Beberapa saat kemudian, perlahan-lahan tangannya bergerak. Membuat gembira mitra-mitra yang menunggunya. Tak begitu lama antaranya, kaki dan badannya mulai bergerak pula. Kemudian duduk termangu-mangu.. Barulah para mitra merasa lega. Hilang rasa kekhawatiran yang meliputi sanubari.&lt;br /&gt;            Setelah beberapa saat, pak Arjo mengucapkan kata "RACUT". Kata racut ini diucapkan secara tiba-tiba. Berikutnya Pak Arjo menceriterakan pengalaman yang disebutnya racut itu. Dalam keadaan racut itu, Pak Arjo melihat raganya tergeletak dilantai, dihadapan para mitranya. Selanjutnya merasa masuk kedalam tempat yang sangat indah tak terkirakan. Tak bisa menggambarkan keindahan tempat itu yang demikian sempurna. Kemudian masuk bangunan yang didalamnya ada tempat semacam pengimanan. Disana Pak Arjo Sopuro melakukan sujud. Selesai sujud tampak didepannya bayangan  seorang raja yang bersinar menyilaukan.  Sinarnya melebihi cahaya sejuta matahari.  Pada saat itu Pak Arjo merasa dibopong dan dibawa kesuatu tempat yang terdapat dua sumur penuh air.  Dalam pengertiannya itu adalah Sumur Gumuling dan Sumur Jolotundo.  Setelah memperhatikan kemudian merasa diberi dua bilah pusaka keris yaitu Nogososro dan Bendo Sugodo.  Selesai sudah proses itu. Selanjutnya merasa pulang kembali. Dalam perjalanan pulang itu merasa  diikuti bintang yang besar sampai tersadar dihadapan para mitranya.&lt;br /&gt;Inilah pengalaman racut yang fenomenal.&lt;br /&gt;          Pada kesempatan ini para mitranya dipersilahkan untuk mencoba melakukan ritual yang sama. Caranya, setelah melakukan sujud kemudian ditambah satu sujudan lagi dengan ucapan : "Hyang Moho Suci sowan Hyang Moho Kuwoso". Kemudian badan berbaring seperti yang telah dilakukan Pak Arjo  dan seterusnya.&lt;br /&gt;          Banyak yang merasakan pengalaman sama, racut atau mati dalam keadaan hidup. Tatkala dalam keadaan racut, mendengar semua yang terjadi disekitarnya, tetapi tak dihiraukankan.  Mengalami fenomena  yang sama, bertemu Raja yang bercahaya menyilaukan, walaupun tidak dibopong atau diberi pusaka keris, dan setelah itu  tersadar.&lt;br /&gt;          Pak Arjo mengingatkan, bahwa proses ritual racut ini amat rumit. Harus dlandasi dengan kebersihan rohani dan jasmani, barulah diharapkan dapat terlaksana. Bahwa para mitranya mampu melakukan racut saat itu karena memang mendapat berkah dari Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;          Para pembaca, peristiwa yang baru terjadi ini disebut wahyu racut. Merasakan keadaan mati dalam hidup. Bila ingin melakukan ritual ini, pilihlah waktu leluasa, sebab tak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Begitu pula carilah tempat yang tenang, jauh dari keramaian. Disarankan  pula ada orang yang mengamati dan menjaga agar tak ada yang mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-4850936177499270761?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/4850936177499270761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/12/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/4850936177499270761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/4850936177499270761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/12/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-25.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo (hal 25)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-7699288489532221004</id><published>2009-08-15T04:20:00.003+07:00</published><updated>2010-12-18T02:18:03.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 24)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wawasan hal 24&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Permohonan yang  kemudian memperoleh  berkah budi luhur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada  awalnya, keinginan hanya sebatas  memperoleh penghasilan  yang agak baik, agar tidak terlalu menderita dalam menempuh kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Sekarang, setelah mengetahui  bahwa sujud ini langsung dapat berhubungan dengan Hyang Maha Kuwasa, yang menurutnya dapat memberi apapun yang diminta, lantas mempunyai  keinginan yang lebih tinggi  atau luhur.  Walaupun tidak diminta dengan ucapan, semua yang tersimpan dalam sanubari,  mendapat  berkah.( Warga Sapta Darma tidak diperkenankan menyebutkan permintaan  dalam melakukan sujud ).  &lt;br /&gt;Didalam sanubari Pak Arjo  hanya ada keinginan  untuk menyebarkan  perihal sujud ini keseluruh dunia.&lt;br /&gt;Inilah yang hamba sebutkan  sebagai  permohonan yang  kemudian memperoleh  berkah budi luhur.&lt;br /&gt;Sekian dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-7699288489532221004?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/7699288489532221004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7699288489532221004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7699288489532221004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-24.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 24)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-1938211900696258268</id><published>2009-08-15T04:18:00.005+07:00</published><updated>2010-12-18T02:13:01.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 23)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wawasan hal 23&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesetaraan dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wahyu ,  berdasarkan buku-buku yang hamba baca dan menurut  cerita para warga Sapta Darma, berupa perintah atau pengertian dari Hyang Maha Kuwasa.  Tetapi yang ditugasi membawa atau mengabarkan berita itu, tak pernah diceritakan. Tak ada yang disembunyikan, tetapi  memang tak ada yang menanyakan hal tersebut tatkala Bopo Sri Gutomo  masih bersama kita. Oleh sebab itu, peristiwa yang hamba  tulis dalam “Kesetaraan dalam hidup” itu, dapat disebutkan sebagai salah satu wahyu, yang memberi  pencerahan, bahwa sesama hidup tak ada yang harus disembah. Kita hanya menyembah pada Hyang Maha Kuwasa . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-1938211900696258268?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/1938211900696258268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1938211900696258268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1938211900696258268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-23.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 23)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-3898357895571644952</id><published>2009-08-15T04:17:00.004+07:00</published><updated>2010-12-18T02:09:44.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 22)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wawasan  hal 22&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melakukan ritual  kerohanian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Ilmu pengetahuan diperoleh dengan ketekunan dalam bersusah payah belajar”.   Dalam hal ini para pembaca tentu telah mengetahuinya.  Karena itu,  walau Pak Arjo adalah orang awam, tidak pernah berguru mencari ilmu kebatinan,  tentu  mengetahui  bahwa  semua  peristiwa yang telah terjadi itu, harus  disertakan  sarana ritual tertentu.&lt;br /&gt;Sebelumnya  telah diceritakan bahwa  ketika bersama mitranya mencari “orang tua”, setiap ada pelajaran baru,  Pak Arjo tak mampu melakukan apa yang diajarkan pada hari itu, namun dilain waktu, senantiasa mampu melakukannya.  Para mitranya kemudian berpendapat bahwa Pak Arjo telah punya “Guru”,    namun siapa, dan dimana tempat tinggalnya. Inilah tujuan pembicaraan ini.  Lebih lagi tatkala mengatakan “Aku akan diwejang Guru”  pada Pak Kemi (pagi hari sebelum malam penerimaan wahyu sujud).  Kesimpulannya,  ritual kerohanian yang  tak umum dilakukan dengan cara memandang matahari  itu tentu atas perintah “Guru”nya.&lt;br /&gt;Para pembaca yang berbudi luhur, hampir setiap orang  warga   Sapta Darma memastikan bahwa “Guru”nya  adalah Hyang Maha Kuwasa.  Tak dapat disalahkan, sebab Pak Arjo , sampai dengan wafatnya , tak pernah menceritakan hal ini. Hamba, yang hanya menerima ceritera ini dari para warga, juga  memiliki pendapat yang sama.&lt;br /&gt;Selanjutnya, ketika mengikuti  penggalian , ada kalimat “terima wasiat dari Hyang Widhi”. (Mohon mengerti yang tersirat dari yang tersurat tersebut)&lt;br /&gt;Ketika itu, hamba hanya menjalankan apa yang ditunjukkan oleh tuntunan penggalian (Pak Mukmin), tanpa bertanya lebih lanjut.  Sekarang hamba agak menyesal,  kenapa dulu tidak bertanya  hal ini (Hyang Widhi). Hamba mengira bahwa Hyang Widhi adalah juga Hyang Maha Kuwasa.   Bagaimana menurut pendapat para pembaca sekalian ? Terutama para warga/ tuntunan KSD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-3898357895571644952?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/3898357895571644952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3898357895571644952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3898357895571644952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-22.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 22)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-2563951613936575418</id><published>2009-08-15T04:15:00.006+07:00</published><updated>2010-12-18T02:03:31.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 21)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hyang Maha Kuwasa mengabulkan semua permohonan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Permohonan yang  kemudian memperoleh  berkah budi luhur&lt;/span&gt; .&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu itu, Pak Arjo dan para mitranya, setiap malam selalu  melakukan sujud kepada Hyang Maha Kuwasa.  Tak tahu  apa yang harus dilakukan, kecuali selalu sujud  saja setiap malam hari.&lt;br /&gt;Setelah mengerti bahwa  semuanya adalah kehendak Hyang Maha Kuwasa, semakin tekun melakukan sujud.&lt;br /&gt;Kembali pada awal tujuan sebelumnya,  tentang keinginan  ketika itu, tatkala bersama-sama mencari “orang tua” , semua  orang  memiliki keinginan  sama, yaitu agar memperoleh rejeki yang agak cukup.   Sekarang, karena yakin bahwa dihadapan adalah Hyang Maha Kuwasa,  kemudian  masing-masing  memiliki keinginan sendiri, berbeda dengan keinginan asebelumnya.  &lt;br /&gt;Pak  Soma Giman, yang pada waktu itu bekerja sebagai  kernet (pembantu sopir) ,  sekarang memiliki keinginan  punya anak yang banyak dan truk  yang banyak pula.  Pak Joyo Jaimun, tiap hari selalu berada dilapaknya menunggui dagangan sepatu, sandal dari kulit, punya keinginan agar dagangannya laris.  Pak Arjo Sopuro, mempunyai keinginan untuk menyebarkan perihal sujud ini ke seluruh dunia. Sedangkan Pak Kemi menginginkan agar anak cucunya memiliki wawasan budi luhur dan tak tertinggal  dari yang lain dalam menempuh kehidupan ini.&lt;br /&gt;Ternyata, apa yang tersirat dalam hati ini terkabul semuanya. Pak Soma Giman  yang pada awalnya bekerja sebagai kernet saja,  terlaksana memiliki 12 putra/putri  dan juga memiliki 17 buah truk.  Pak Joyo Jaimun mengalami dagangannya laris sampai akhir hidupnya.  Pak Arjo Sopuro, yang kemudian menjadi  Tuntunan  Agung wargo Sapto Darmo, juga  terlaksana menyebarkan ajarannya sampai kemanca negara.  Pak Kemi, petani lugu, tak pernah bersekolah, dan hanya memiliki sawah seluas seperlima hektar , semua putranya menjadi perwira menengah, begitu pula putrinya  diperistri perwira menengah.&lt;br /&gt;Itulah semua yang telah dicapai oleh para mitra dan Pak Arjo .  Pada kesempatan lain, Pak Kemi  pernah menambahi ucapannya:  “Andaikan Arjo  berpendidikan  lebih tinggi,  tentu Sapto Darmo lebih termasjhur  di dunia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-2563951613936575418?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/2563951613936575418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2563951613936575418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2563951613936575418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/perjalanan-hidup-sri-gutomo-hal-21.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 21)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-5902786556746540272</id><published>2009-08-15T04:12:00.004+07:00</published><updated>2010-12-18T01:55:33.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 20)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesembahan hanya kepada Hyang Maha Kuwasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesetaraan dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktunya masih pagi, tak tercatat hari, tanggal, bulan dan tahun kejadiannya. &lt;br /&gt;Pagi itu Pak Kemi  kedatangan seseorang  dari Koplakan, atas  permintaaan Pak Arjo. Dengan tergesa-gesa  menyampaikan pesan Pak Arjo, agar Pak Kemi segera  datang kerumah Pak Arjo Sopuro.&lt;br /&gt;Sesampainya disana,  melihat kejadian yang sangat menakjubkan. Dengan disaksikan banyak orang, didalam rumah Pak Arjo terlihat peristiwa yang amat langka.  Pak Joyo Jaimun jatuh bersujud didepan Pak Arjo  yang berdiri kaku didepannya, sambil mengucapkan kata-kata dengan suara keras: “ Aku sujud pada Hyang Maha Kuwasa”.  Kejadian ini dilakukan tanpa mampu  dicegah. Selanjutnya  berganti  Pak Arjo jatuh bersujud didepan Pak Joyo Jaimun yang telah berdiri tegak dan kaku didepannya.  Pak Arjo juga mengucapkan kata-kata dengan suara keras: “ Aku sujud pada Hyang Maha Kuwasa”.  Kejadian ini berulang, ganti  berganti  sujud  tanpa dapat dicegah atau dihentikan.  Setelah berlangsung  hampir  satu jam,  disela-sela kejadian,  Pak Arjo  berteriak  dengan keras:  “Panggilkan Pak Kemiiiii”, demikian kejadiannya, sampai   Pak Kemi datang menyaksikan peristiwa ini.  Setelah datang dan melihat kejadian ini,  anehnya tak lama kemudian  peristiwa ini berhenti.  &lt;br /&gt;Setelah istirahat sejenak, Pak Arjo menceritakan bahwa Pak Kemi  adalah orang yang ditunjuk oleh Hyang Maha Kuwasa  untuk menjadi saksi peristiwa tersebut.  Pada akhir  cerita, Pak Arjo memberitahu bahwa sesama hidup tak ada yang harus disembah.   Sembah hanya untuk Hyang Maha Kuwasa.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tatkala Pak Joyo Jaimun menyembah pada  Pak Arjo,  tidak  mengucapkan  “Aku menyembah  Arjo Sopuro” ,  begitu pula tatkala Pak Arjo Sopuro menyembah pada Pak Joyo Jaimun, juga tidak mengucapkan: “Aku menyembah Joyo Jaimun”, melainkan  “Aku menyembah pada Hyang  Maha Kuwasa”.&lt;br /&gt;Pada peristiwa ini, Pak Kemi  hanya menyatakan : “Aku memperoleh  sedikit  wahyunya  Arjo”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-5902786556746540272?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/5902786556746540272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/5902786556746540272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/5902786556746540272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-20.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 20)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-7646555744714393949</id><published>2009-08-15T04:10:00.004+07:00</published><updated>2010-12-18T01:49:04.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 19)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ritual yang tak umum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tukang  potong rambut dan matahari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadi peristiwa diatas (turunnya wahyu sujud), Pak Arjo tetap menjalankan rutinitas pekerjaan sehari-hari.  Tatkala ada yang akan potong rambut, juga dilayani. Namun, setiap mulai mencukur, tangannya tidak mampu menjalankan tugasnya. Cukurannya morat-marit.  Rambut terpotong tak beraturan. Akhirnya para pelanggan menjauh, tak mau potong rambut disitu.&lt;br /&gt;Pak Arjo menganggur. Namun rejeki selalu datang,  entah dari mana saja. Keluarga Pak Arjo tak pernah kekurangan makanan. Hal ini berlangsung terus menerus sampai dengan akhir kehidupan Pak Arjo dan Ibu Arjo.&lt;br /&gt;Sejak saat itu Pak Arjo melaksanakan ritual yang tidak umum dilakukan oleh pengikut kebatinan.&lt;br /&gt;Setiap  hari, mulai jam 09.00 pagi, Pak Arjo duduk atau berdiri didepan rumahnya, memandang matahari hamper tanpa berkedip.  Masyarakat sekitar tidak mengetahui, apa  tujuannya melakukan ritual seperti itu.  Ritual ini dilakukan mulai jam 09.00 pagi sampai jam 15.00 siang. Yang menyaksikan  menyangka Pak Arjo sudah menjadi gila. &lt;br /&gt;Tetapi nyatanya tak terjadi  sesuatu apapun. Artinya,  kehidupan sehari hari berjalan seperti biasanya.&lt;br /&gt;Yang menimbulkan keheranan orang adalah, perilaku memandang matahari setiap harinya ternyata tidak menimbulkan masalah pada penglihatannya. Tak ada perubahan apapun dalam melihat dan memandang sekitarnya . Sama seperti  keadaan sebelum melakukan ritual tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-7646555744714393949?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/7646555744714393949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7646555744714393949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7646555744714393949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-19.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 19)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-3717564431859971467</id><published>2009-08-15T04:02:00.003+07:00</published><updated>2010-03-03T07:54:03.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 18)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melakukan ritual  kerohanian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pak Arjo adalah seorang awam.   Tak pernah melakukan ritual kerohanian  seperti  umumnya  orang berguru  ilmu kebatinan.&lt;br /&gt;Puasa  Senin Kamis,  hanya makan nasi putih selama ritual, ritual membisu , apalagi berendam  disungai, tidak pernah dilakukan.&lt;br /&gt;Berwatak  disiplin, tidak percaya pada hal-hal yang bersifat kasat mata, dan juga sama sekali tak mau menghiraukan makam/kuburan,  memberi  sesajen pada pohon beringin yang diyakini masyrakat  sebagai pembawa keselamatan,   juga tidak terhadap segala jenis  senjata kuno  yang diyakini masyarakat  sebagai  pusaka bertuah, tombak, keris, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sepanjang waktu, tatkala berpindah pindah tempat bermalam  dirumah mitranya , dapat melihat dan mengetahui  hal-hal yang sebelumnya  tidak  terpantau.  Misalnya di rumah Pak Kemi,  Pakn Arjo mengetahui  adanya  bermacam tumbal yang dipendam dalam tanah, yaitu tulang babi dan tulisan huruf Arab yang dibungkus kain kafan.  Tumbal ini adalah sarana untuk menolak teluh dan juga untuk keselamatan  keluarga Pak Kemi.&lt;br /&gt;Selanjutnya, atas perkenan Pak Kemi, semuanya diambil dan kemudian dibuang kesungai.&lt;br /&gt;Ada tumbal yang dinamakan  “Cok  Bakal” , yang berupa  sesajian yang ditempatkan dipojok sawah, itupun diambil dan dibuang kesungai.&lt;br /&gt;Yang lebih aneh lagi, jika makan makanan dari warung, sehabis  makan lantas muntah muntah.  Setelah ditanya , kemudian memberi  tahu bahwa pemilik warung penjual makanan itu melakukan ritual sesajen  pada  tempat tertentu, agar jualannya laris. Padahal, sebelum ada peristiwa kedatangan wahyu tersebut ,  warung tersebut menjadi langganan , dan setelah makan juga tak terjadi masalah apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-3717564431859971467?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/3717564431859971467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3717564431859971467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3717564431859971467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-18.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 18)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-7282911815910985166</id><published>2009-08-13T00:06:00.004+07:00</published><updated>2010-12-18T01:37:53.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 17)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wawasan hal 17&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peristiwa kedatangan wahyu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa wahyu datang secara tiba-tiba. Tetapi bukan berarti sama sekali tak ada tanda-tanda yang mengawalinya. Setelah merenung dan mengingat ingat, ternyata memang tanda-tanda kedatangan wahyu itu ada, tetapi luput dari pengamatan. Jika mengingat bahwa pada Kamis Pon 26 Desember 1952 sekitar jam 09.00 pagi itu Pak Arjo memberitahu Pak Kemi bahwa ada perintah dari "guru"nya untuk pulang karena akan di"wejang guru", dapat disimpulkan bahwa saat itulah awal kedatangan wahyu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses tersebut berlangsung terus dengan puncaknya terjadi pada jam 01.00 malam hari sampai jam 03.30. Belum berakhir sampai disitu, sebab mitranya: Pak Kemi dan Pak Joyo Jaimun serta dengan Pak Soma Giman juga merasakan getaran dan gerakan luar biasa tersebut sampai jam 09.00 pagi. Maka proses kedatangan wahyu sujud ini mulai jam 09.00 pagi tanggal 26 Desember 1952 sampai dengan jam 09.00 tanggal 27 Desember 1952.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- - - - - - -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya pada pembaca, terutama para warga Kerohanian Sapta Darma, karena tanpa perkenan telah menulis proses kedatangan wahyu, yang mungkin berbeda dengan apa yang selama ini telah diketahui para Warga. Ada versi yang mengatakan bahwa orang pertama yang diberitahu tentang kejadian luar biasa ini adalah Pak Joyo Jaimun, mengingat rumahnya paling dekat dengan rumah Pak Arjo. Ada pula yang menulis bahwa Pak Soma Gimanlah yang pertama dituju, dengan catatan Pak Soma Giman orang yang memiliki banyak ilmu. Penulis hanya mencatat, bahwa Pak Kemi sampai akhir hayat (tahun 1993) tetap melakukan sujud sebagai cara untuk menyembah Hyang Maha Kuwasa. Beliaupun tak pernah mempermasalahkan, siapa yang pertama kali didatangi Pak Arjo ketika menerima wahyu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-7282911815910985166?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/7282911815910985166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7282911815910985166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7282911815910985166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-17.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 17)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-8249951109559391889</id><published>2009-08-13T00:05:00.003+07:00</published><updated>2010-12-18T01:31:15.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 16)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peserta wanita pertama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Para sahabat Pak Arjo yang telah menjalani sujud, ada yang tetap melakukan sujud sampai akhir hayat. Tetapi banyak pula yang hanya ingin mengetahui ajaran ini, selanjutnya tidak melakukan sujud lagi. Hal tersebut terserah pada pribadi masing-masing. Dari kalangan putri, Ibu Sukemi adalah wanita pertama yang melakukan sujud.Dan tetap melakukan sujud sampai akhir hayat (tahun 2000). Ibu Arjo Sopuro malah belakangan baru sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-8249951109559391889?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/8249951109559391889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-16.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/8249951109559391889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/8249951109559391889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-16.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 16)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-1179832619243317535</id><published>2009-08-13T00:03:00.002+07:00</published><updated>2010-03-03T07:52:43.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 15)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesaksian para pengikut kebatinan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Pada waktu itu banyak pengikut kebatinan yang mendapat firasat bahwa akan terjadi peristiwa kedatangan wahyu besar Orang mengatakan "pulung agung". Karena itu, sebagian besar melakukan ritual mengurangi tidur dimalam hari dan bersemadi ditempat tertentu. Ada beberapa orang melihat dengan mata batin, suatu cahaya besar jatuh menuju kampung Koplakan Pare diikuti dengan suara bergemuruh, dalam sanubari. Benar atau tidak, hamba tidak dapat memberi komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-1179832619243317535?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/1179832619243317535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1179832619243317535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1179832619243317535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-15.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 15)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-866739793028167891</id><published>2009-08-13T00:02:00.004+07:00</published><updated>2010-12-18T01:17:05.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 14)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dukun tiban ???&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Para sahabat.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Setelah terjadi peristiwa kedatangan wahyu, para sahabat dan mereka yang kenal dengan Pak Arjo, bersama-sama ingin menyaksikan kejadian tersebut, dan kemudian melakukan sujud seperti Pak Arjo. Ternyata gerak tubuh itu tidak terbatas pada sujud saja. Ketika Pak Joyo Jaimun berkata “Aku ingin mengetahui gerak tubuh Sukmo Nogo (Sukma Ular Naga)”, seketika itu pula badannya terbanting kemudian bergeliat-geliat seperti pergerakan ular. Begitu pula tatkala berkata ingin mengetahui gerak Mayonggo Seto (Kera Putih), saat itu pula berceloteh seperti kera dan meloncat-loncat kesana kemari. Latihan ini dilakukan pada malam hari. Terkadang ada suara auman layaknya auman singa, suara kaki berdebugan seperti latihan bela diri dan sebagainya.&lt;br /&gt;Rumah Pak Arjo berdinding gedeg (anyaman bambu) yang berlubang-lubang. Para tetangga sering mengintip dari celah-celah dinding anyaman bambu itu. Salah seorang , ketika sedang asyik mengintip, matanya disengat kalajengking, kemudian berteriak-teriak. Pak Arjo mendekat. Setelah diusap dengan tangan, hilang sakitnya. Selanjutnya ada orang lain yang sakit, dapat disembuhkan pula. Lama kelamaan, banyak orang sakit berdatangan ketempat ini. Semuanya dapat disembuhkan. Karena itu kemudian tersebar berita bahwa ada dukun baru di kampung Koplakan Pare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-866739793028167891?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/866739793028167891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/866739793028167891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/866739793028167891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-14.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 14)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-7571750489737846547</id><published>2009-08-13T00:00:00.003+07:00</published><updated>2010-12-18T01:09:18.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 13)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempat turunnya wahyu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kampung Koplakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1952 (turunnya wahyu), kampung Koplakan telah terkenal sebagai tempat kumuh, tempat mangkal para preman yang melakukan berbagai kejahatan. Bila ada pencopet atau pencuri yang ketahuan dan kemudian dikejar orang, arah larinya pasti ke Koplakan. Kalau sudah sampai disana, bersembunyi, dan tak bisa ditemukan, karena disembunyikan oleh orang-orang disana. Dikampung Koplakan ini pula tempat orang melakukan permainan Ni Diwud (Jaelangkung), minum minuman keras, bermabuk-mabukan, orang berjudi dan sebagainya.. Karena itu, penduduk kecamatan Pare menjauhi kampung Koplakan ini , khawatir bila nanti terbawa oleh kelakuan para penghuni disitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-7571750489737846547?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/7571750489737846547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7571750489737846547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7571750489737846547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-13.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 13)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-856269997880007770</id><published>2009-08-12T23:58:00.003+07:00</published><updated>2010-12-18T01:07:10.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 12)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lanjutan peristiwa kedatangan wahyu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, diliputi rasa takut yang amat sangat, Pak Arjo segera pergi kerumah Pak Kemi, dengan tujuan akan menceriterakan kejadian yang telah dialaminya, mungkin Pak Kemi dapat memberi penjelasan tentang hal ini, sebab Pak Kemi memiliki pengetahuan luas karena sudah pernah berguru empat puluh kali. Harapannya Pak Kemi dapat menerangkan kejadian ini.&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah Pak Kemi, bertemu Pak Kemi sendiri. Belum sampai selesai bercerita tentang kejadian semalam, tubuh Pak Kemi tiba-tiba bergerak melakukan sujud menghadap ke Timur, dan mengucapkan kata-kata seperti yang terjadi dengan Pak Arjo semalam.&lt;br /&gt;Merasakan gerakan disertai getaran yang demikian dahsyat, Pak Kemi tak dapat berkomentar apapun. Kaget dan takjub disertai rasa takut. Setelah istirahat beberapa saat, baru dapat saling berbicara. Kemudian Pak Arjo melanjutkan ceritera tentang apa yang dialaminya semalam. Selanjutnya diambil keputusan untuk bersama mendatangi rumah Pak Joyo Jaimun.&lt;br /&gt;Disana, dirumah Pak Joyo Jaimun, kejadian tersebut terulang kembali. Begitu pula ketika mereka bertiga pergi kerumah pak Soma Giman. &lt;br /&gt;Untuk selanjutnya, keempat orang tersebut sepakat untuk melakukan sujud ini dirumah masing-masing. Hanya Pak Arjo , bila malam telah tiba, tidak berani tidur di rumahnya sendiri., merasa takut bila nanti ada gerakan lagi. Karena itu, Pak Arjo, bila malam telah tiba, berpindah tidur bersama-sama. Terkadang di rumah Pak Kemi, dirumah Pak Joyo Jaimun , Pak Soma Giman atau dirumah Pak Arjo sendiri di kampung Koplakan itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-856269997880007770?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/856269997880007770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/856269997880007770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/856269997880007770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-12.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 12)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-1324716787149046041</id><published>2009-08-12T23:56:00.004+07:00</published><updated>2010-03-03T07:50:55.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 11)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peristiwa kedatangan wahyu.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tanggal 26 Desember 1952.&lt;br /&gt;Masih pagi Pak Arjo sudah berada dirumah Pak Kemi di desa Gedang Sewu Pare. Sekitar jam 9.00 pagi, Pak Arjo berkata pada Pak Kemi: “Kakak, aku mau pulang sekarang, akan mendapat pelajaran dari Guru” Mendengar perkataan ini Pak Kemi merasa heran, dalam hati bertanya-tanya “Siapa Gurunya Arjo itu”&lt;br /&gt;- - - - - - - - -&lt;br /&gt;Mohon maaf sebelumnya untuk para pembaca., saya akan menulis saat kejatuhan wahyu, hanya sekedar mengulang ceritera saja, tentu akan banyak kesalahannya, karena tidak turut hadir pada saat kejadian yang sebenarnya. (Umurku baru 9 tahun tatkala itu, dan jaraknya 50 Km dari rumah orang tuaku)&lt;br /&gt;Para saksi, kalau ada yang masih hidup, mohon untuk membetulkan penuturan ini.&lt;br /&gt;- - - - - - - - -&lt;br /&gt;Malam itu (26 Desember 1952) Pak Arjo sedang duduk bersender disalah satu tiang pada dinding rumahnya menghadap ke Barat.&lt;br /&gt;Tak ada yang mengetahui awal mulanya, sekitar jam satu malam, tiba-tiba kedua lengan tangan seolah dipaksa bersikap sedakep, tangan kanan menutupi tangan kiri, begitu pula kedua kaki dipaksa bersila dengan kaki kanan menutupi kaki kiri.&lt;br /&gt;Selanjutnya badan diputar menghadap kearah Timur. Kemudian mulut mengucapkan kalimat :”Allah Hyang Moho Agung, Allah Hyang Moho Rochim, Alah Hyang Moho Adil, Allah Hyang Moho Wasesa, Allah Hyang Moho Langgeng". Kata-kata ini diucapkan dengan keras, spontan dan tak dapat ditahan-tahan.&lt;br /&gt;Setelah selesai, tubuh Pak Arjo menunduk kebawah sampai kening dan hidung menempel dilantai (sujud). Sujud ini berlangsung tiga kali. Sujud pertama, ketika kening dan hidung menempel dilantai, mulutnya mengucapkan “Hyang Moho Suci sujud Hyang Moho Kuwoso” Kalimat itu diulang tiga kali.&lt;br /&gt;Sujud kedua, seperti diatas dengan ucapan “Kesalahane Hyang Moho Suci nyuwun ngapuro Hyang Moho Kuwoso” Juga diulang tiga kali.&lt;br /&gt;Sujud ketiga, ucapan “Hyang Moho Suci Mertobat Hyang Moho Kuwoso”. Ucapan ini diulang tiga kali pula.&lt;br /&gt;Gerak sujud ini tak dapat ditahan atau dibatalkan. Padahal berlangsung mulai sekitar jam satu tengah malam sampai dengan pukul 3.30 pagi, (ayam jago berkokok pagi hari). Setiap kali gerak sujud ini diulang kembali mulai dari awal. Tak dapat dihentikan. Pak Arjo dipaksa melakukannya sampai sangat kepayahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-1324716787149046041?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/1324716787149046041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1324716787149046041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1324716787149046041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-11.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 11)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-7145207627825466042</id><published>2009-08-12T23:54:00.003+07:00</published><updated>2010-03-03T07:50:34.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 10)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ramalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pak Sastro menunjuk Pak Arjo akan menjadi guru rohani, bukan berdasar ramalan, tetapi berdasar sifat dan kepribadian Pak Arjo yang patut untuk menjadi guru rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hubungan keluarga Pak Arjo Sopuro dan Pak Kemi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan, memang antara Pak Arjo dan Pak Kemi itu seperti ada ikatan batin yang sangat erat. Masing-masing seperti tahu apa yang telah dan akan dilakukan dalam kehidupannya. Karena itu tak heran bila hubungan kedua keluarga itu seperti saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Sukemi Handini (Pak Kemi)Pak Kemi ini sebagai saksi pertama turunnya wahyu, dan juga ikut menyaksikan wafatnya Pak Arjo pada tahun 1964. Menurut catatan lahir pada waktu gunung Kelud meletus tahun 1901 dan wafat tahun 1993 dirumahnya dusun Gedang Sewu. Disebut Gedang Sewu karena lahannya dipenuhi pohon pisang. Pak Diman, yang pertama kali menggambar simbol Sapta Darma adalah keponakan Pak Kemi. (Sekitar tahun 2000 Pak Diman masih hidup). Sampai akhir hayat, Pak Kemi tetap menjalankan sujud, dan menjadi tempat bertanya dan memberi saran pengobatan orang-orang, terutama penduduk kecamatan Kepung, dua belas kilometer dari Pare, dikaki gunung Kelud. Tidak pikun, dan ingat semua kejadian yang telah dialami, termasuk awal penerimaan wahyu. Beliau selalu berpesan untuk tidak mendiskusikan apa yang dilihat dan diamati pada waktu sujud, karena itu akan memendekkan umur. Demikian wawasan untuk kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-7145207627825466042?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/7145207627825466042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7145207627825466042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/7145207627825466042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-10.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 10)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-1272843287269700745</id><published>2009-08-12T23:52:00.004+07:00</published><updated>2010-03-03T07:50:01.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 9)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mencari "orang tua"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan orang Jawa menjunjung tinggi keberadaan orang yang lebih tua/bepengalaman  dalam mengarungi samodra kehidupan. Orang-orang tersebut di"tua"kan sebagai tanda menghormati. Dalam kasus ini, "orang tua" adalah orang yang berilmu, yang memiliki doa ampuh atau ilmu pengetahuan supra natural. Keberadaannya selalu dicari orang yang memerlukannya. Entah untuk memberi nasehat dan wawasan atau transfer ilmu. Kebetulan disana ada dua aliran kebatinan yang menjadi tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran kebatinan Murti Tomo Waskito Tunggal (bukan Hardo Pusoro) sebenarnya banyak pengikutnya. Tetapi karena pimpinannya "salah langkah" dengan memberi pengumuman atas kematiannya sendiri, ditinggalkan pengikutnya karena terbukti tidak mati. Tetapi aliran lain (Suwono) masih tetap ada selama apa yang diajarkan dapat diterima masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwono dari singkatan "suwung" = sesuatu yang kosong atau sesuatu yang tak berisi apa-apa, tak berpenghuni, dan "ono" artinya ada. Dengan kata lain ditempat yang dianggap suwung (tak berpenghuni) itu ada yang menempati. Amat disayangkan bahwa Pak Sastro tidak bisa menjelaskan apa yang dimaksudkannya (yang menempati tempat kosong itu). Semua hal yang diamati dan dirasakan para pengikutnya hanya dijawab "Yo Kuwi" atau "Ya itu". Tanpa penjelasan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada setiap pertemuan, pada awal pelajaran, selalu Pak Arjo tak dapat mempraktekkan pelajarannya, tetapi dilain kesempatan, bisa melakukannya. Para mitranya memprediksi bahwa ada yang mengajari. Tetapi siapa, toh tak pernah ada tamu atau kenalan lain dirumah Pak Arjo. Latihan melihat sinar atau cahaya itu dilakukan dalam keadaan mata tertutup, dan dalam ruangan yang digelapkan.Pelaksanaannya dalam samadi. Nama dua belas saudara. Suwono menunjukkan nama kedua belas saudara yang berada dalam badan wadag (jasmani) setiap orang. Tetapi keberadaannya, termasuk tempatnya, asalnya, dan kegunaannya tidak diterangkan. Setiap pertanyaan dijawab dengan "Yo kuwi" atau "Ya itu". Tentu saja jawaban ini kurang memuaskan. Tetapi paling tidak orang mengetahui bahwa badan wadag ini dihuni oleh dua belas "saudara", dengan nama-nama tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-1272843287269700745?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/1272843287269700745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-9.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1272843287269700745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1272843287269700745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-9.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 9)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-2610350739302789374</id><published>2009-08-12T23:50:00.003+07:00</published><updated>2010-03-03T07:49:28.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 8)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Persahabatan yang sangat erat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai perang kemerdekaan (tahun 1949) kehidupan rakyat amat sengsara. Dimana-mana banyak orang kelaparan. Untuk menghadapi keadaan demikian ini, kemitraan adalah hal yang lumrah. Saling membagi rejeki dan tolong menolong adalah kehidupan sehari-hari. Karena itu persahabatan antara Pak Arjo dan mitra lain merupakan hal yang wajar. Karena itu, mitranya dari segala kalangan: pedagang, sopir, kernet, guru dan sebagainya. Tetapi semuanya dari kalangan ekonomi rendah. Yang tidak biasa adalah persahabatan itu demikian erat, seolah masing-masing terikat dalam satu kesatuan tugas yang mereka tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-2610350739302789374?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/2610350739302789374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2610350739302789374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2610350739302789374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-8.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 8)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-4786393405197244826</id><published>2009-08-12T23:49:00.004+07:00</published><updated>2010-03-03T07:49:07.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kampung Koplakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kampung Koplakan berada ditengah kota Pare, berseberangan dengan Pasar Lama. Pada waktu itu, kampung kumuh ini dijejali penghuni dengan mata pencaharian seadanya. Sekarangpun setelah lebih dari 50 tahun, masih terlihat kumuh, belum tertata rapi. Didalam kampung yang kumuh tersebut, sosok pribadi Pak Arjo Sopuro terlihat amat menonjol, terutama sifat keras hati dan jujur dan selalu menepati janji. Pribadi yang bertolak belakang dengan keadaan masyarakat sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu transportasi dilakukan dengan dokar (kereta ditarik kuda). Walaupun ada mobil angkutan, tetapi masih jarang. Para saudagar perhiasan mas dan berlian dari Kediri, setelah menjajakan dagangannya dengan berkeliling, biasanya pulang ke Kediri tanpa membawa sisa dagangannya, khawatir kemalaman dijalan. Mereka menitipkan sisa dagangannya pada Pak Arjo Sopuro, orang yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedak (lapak) tempat cukur rambut sampai sekarang hampir tak berubah keadaannya. Ditempati putrinya (Mbak Wik) yang berjualan bunga tabur untuk makam. Banyak warga yang menafsirkan sebagai tanda agar warga selalu menebarkan keharuman (nama) dengan perilaku dan budi pekerti yang luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Purboyo, putra bungsu, lahir setelah Pak Arjo menerima wahyu sujud. Karena itu diharapkan dapat menjadi penerus beliau (Pak Arjo). Saat ini tinggal di Jakarta, hanya kadang kala pulang ke Pare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-4786393405197244826?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/4786393405197244826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/4786393405197244826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/4786393405197244826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-7.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 7)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-3966713629530675318</id><published>2009-08-12T23:47:00.005+07:00</published><updated>2010-03-03T07:48:37.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 6)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menyebutkan nama yang salah. Yang benar adalah Arjo Sopuro, bukan Arjo Sepuro, atau Arjo Seputro. Pendidikan hanya sampai klas 3 Sekolah Dasar. Dapat sedikit membaca dan menulis. Mitranya, Pak Kemi, malah tidak pernah bersekolah. Ada yang menulis tahun kelahirannya 1916. Tetapi tak ada catatan atau bukti otentik tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- - - - - - - -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar cerita dari keluarga dekat pak Arjo Sopuro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua (ayah) pak Arjo berasal dari Aceh. Ketika masih jejaka, dari Aceh pergi ke Solo (Surakarta) karena ada saudaranya yang tinggal di Solo. Suatu hari ingin pergi ke Kediri. Kemudian Di Kediri (Pare) menikah dan dari pernikahan itu lahir bayi laki-laki diberi nama Rohiman. Selanjutnya balik lagi ke Solo untuk mencari kerja, dan dapat pekerjaan di PJKA (Kereta Api). Suatu hari mendapat berita bahwa anaknya (Rohiman) sakit. Dalam perjalanan ke Kediri, singgah dikota Nganjuk mencari obat. Bertemu seorang tua yang mengatakan bahwa anaknya tidak sakit, tetapi sudah meninggal. Tentu saja berita ini sangat mengagetkan dan menyusahkan. Tetapi orang tua tersebut menyuruhnya mencari tolo (sarang tawon) untuk mengurapi (mblonyohi), dan mengatakan jika sembuh agar diganti namanya menjadi Arjo Sopuro yang artinya tetap hidup (Arjo) berkat ampunan (Sopuro= Sepuro=Pangapuro) dari Hyang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila cerita ini benar, maka peristiwa "racut" yang akan dialami pada bulan Pebruari 1954 adalah pengalaman "mati" yang kedua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Arjo hanya memiliki satu adik perempuan yang bersuamikan Pak Sani (almarhum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-3966713629530675318?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/3966713629530675318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3966713629530675318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/3966713629530675318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-6.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 6)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-1161091960910795726</id><published>2009-08-12T23:44:00.004+07:00</published><updated>2010-03-03T07:48:10.533+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 5)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wawasan 1.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengawali tulisan ini, memerlukan suasana yang santai dan tenang agar apa yang ditulis optimal. Hanya kebetulan gending tersebut diatas yang diputar. Bukan suatu ketentuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba mulai menulis, dimaksudkan bahwa penulis menghambakan diri pada pembaca, agar pembaca memahami bahwa penulis "bukan apa-apa" dan tak memiliki kedudukan yang patut diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hyang Maha Suci bersemayam didalam diri setiap manusia, memiliki cahaya yang dapat menerangi kehidupan setiap orang. Wayang kulit adalah gambaran wadag (badan jasmani). Setiap gambar mewakili pribadi seseorang. Hyang Maha Suci yang menggerakkannya, walaupun sebenarnya digerakkan oleh ki dalang. Seseorang yang ditinggal Hyang Maha Suci akan kehilangan daya hidup, istilah itu disebutkan bagaikan Gatotkaca kehilangan gapit (penunjang dari tanduk kerbau). "Nglumpruk". Tak berdaya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hyang Widhi yang memilikinya, diartikan bahwa walaupun Hyang Maha Suci yang menggerakkan, bukan berarti juga yang memiliki. Pemiliknya adalah Hyang Widhi. Sedangkan Hyang Maha Kuwasa penonton sekaligus pemilik rumah dan keseluruhannya. Hyang Maha Kuasa tidak melarang atau menyuruh seseorang untuk berbuat ini-itu. Segala perbuatan manusia akan dibebankan pada Hyang Maha Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang terhormat, ini wawasan yang hamba ketahui, tentu pembaca memiliki wawasan yang lebih luas, silahkan menulis komentar, agar pembaca lain memperoleh manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-1161091960910795726?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/1161091960910795726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1161091960910795726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/1161091960910795726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-5.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 5)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-2808403573837074753</id><published>2009-08-12T23:42:00.005+07:00</published><updated>2010-03-03T07:47:35.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 4)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanda akan kedatangan wahyu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kembali lanjutan ceritera. Pada suatu malam, tatkala pak Arjo tidur dilapaknya, bermimpi didatangi seorang Raja yang memberikan baju kebesaran kerajaan. Keesokan harinya, tergesa-gesa menemui Pak Kemi. “Semalam aku didatangi seorang Raja, yang kemudian memberiku baju kebesaran kerajaan” Mendengar ucapan ini, pak Kemi mengetahui, bahwa itu adalah tanda akan menerima suatu tugas besar dari Hyang Maha Kuasa. Walaupun demikian, mengacu pada pengetahuan yang dimiliki, Pak Kemi tak boleh menjelaskan maknanya karena yang demikian itu mendahului kehendak Tuhan. Oleh sebab itu, pak Kemi kemudian malah tertawa sambil berkata “ Ya begitu mimpinya orang menderita kemiskinan, menginginkan sesuatu yang menyenangkan yang dapat melupakan penderitaannya”. Tetapi dalam hati merasa bahagia mendengar berita ini. Terbersit dalam hati, kapan tiba waktunya peristiwa tersebut. Sekarang tinggal mengamati dan menunggu saatnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-2808403573837074753?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/2808403573837074753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2808403573837074753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/2808403573837074753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-4.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 4)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-5544912646791547958</id><published>2009-08-12T23:38:00.003+07:00</published><updated>2010-03-03T07:47:00.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hubungan keluarga Pak Arjo Sopuro dan Pak Kemi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pak Arjo Sopuro, karena sangat menderita kekurangan penghasilan, jarang-jarang pulang kerumahnya, terutama bila pada hari tersebut tidak memperoleh penghasilan. Tidur di lapaknya yang berada di pinggir jalan Koplakan. Diceritakan, dari empat mitra ini yang punya penghasilan cukup hanya Pak Kemi. Karena itu, bila sedang tak ada yang akan dimakan sekeluarga pada hari itu, kadang menyuruh salah satu puteranya meminjam beras pada Pak Kemi. Hubungan Bu Kemi dan Bu Arjo itu sangat erat, melebihi saudara kandung. Tak ada pikiran lain, malah kebetulan masalah pinjam meminjam itu menjadi pengikat persaudaraan. Umur Pak Kemi jauh lebih tua dari Pak Arjo Sopuro. Karena itu Pak Arjo Sopuro menuakan Pak Kemi dengan sebutan kakak Kemi, dan sebaliknya Pak Kemi hanya menyebut Arjo saja, tanpa sebutan apa-apa. Kelak, ketika Pak Arjo sudah dikenal dengan nama Sri Gutomo, Pak Kemi menyapa dengan sebutan Pak Sri atau Mas Arjo, Pak Arjo dengan segera membetulkan dengan mengatakan “Panggil namaku Arjo saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bapak Sukemi Handini (Pak Kemi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Pak Kemi ini penting, karena selama dua tahun awal peristiwa turunnya wahyu sujud, beliaulah yang selalu dipanggil oleh Pak Arjo untuk menyaksikan setiap kali turun wahyu (perintah) dari Hyang Maha Kuasa. Tatkala teman yang lain sudah berdatangan, tetapi Pak Kemi belum datang, Pak Arjo selalu menyuruh memanggilkan beliau. Karena itu beliau disebut sebagai “paseksen” pertama, yang artinya orang yang menjadi saksi pertama dalam penerimaan wahyu.&lt;br /&gt;Pak Kemi berasal dari Demak, dekat kota Kudus dan Semarang, ibukota Jawa Tengah. Ayahnya bernama Saji Joyo Ulomo. Orang berkecukupan, sawahnya beberapa hektar. Sayang Pak Saji Joyo Ulomo kurang giat dalam pertanian. Siang malam kerjanya hanya mengaji (mendalami Al Qur’an) saja. Oleh karena itu, sedikit demi sedikit sawahnya habis terjual. Anak-anaknya menderita kemiskinan. Pak Kemi sejak muda senang mencari ilmu , belajar ilmu pada guru kebatinan dimana-mana. Tak heran bila memiliki banyak ilmu kebatinan (lebih dari 40 ilmu). Beliau pernah bercerita, pada suatu hari mencari bambu dipinggir hutan untuk dijual. Ketahuan penjaga hutan, kemudian dikejar. Sambil membawa satu lonjor bambu, perjaka Sukemi kemudian melompati sungai yang agak lebar. Selamat, tidak tertangkap karena „ilmu“nya. Bambu kemudian dijual.&lt;br /&gt;Sejak saat itu sadar, bila terus menerus demikian keberadaannya, tentu sengsara hidupnya. Kemudian mempunyai rencana untuk menjadi kernet (pembantu sopir) mobil. Setelah rencana tersebut dilaksanakan, lama kelamaan bisa menjadi sopir mobil. Karena rajin menabung, selanjutnya dapat membeli mobil pribadi, dan tercatat sebagai orang pertama di Pare yang memiliki mobil pribadi. Pada waktu penjajahan Jepang, mobil ini dirampas oleh Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-5544912646791547958?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/5544912646791547958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/5544912646791547958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/5544912646791547958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-3.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 3)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-4626159429002665157</id><published>2009-08-12T23:36:00.003+07:00</published><updated>2010-03-03T07:46:22.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mencari “orang tua”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena semua merasakan kekurangan dalam mencari nafkah, pada sekitar tahun 1952 , empat bersaudara (Pak Arjo Sopuro, Pak Kemi, Pak Joyo Jaimun dan Pak Soma Giman) ini bermusyawarah, bagaimana caranya untuk memperoleh hasil yang agak lumayan. Keputusannya, akan mencari ‘orang tua’yang dapat menunjukkan jalan untuk menambah penghasilan.&lt;br /&gt;Pada waktu itu di Pare ada aliran kebatinan yang bernama Murti Tomo Waskito Tunggal yang dipimpin oleh pak Citro. Pengikutnya banyak, lebih lagi dari luar kota Pare. Suatu ketika memberi pengumuman bahwa besok pada hari, tanggal serta jam yang disebutkan , Pak Citro akan kembali ke haribaan Tuhan (wafat). Ratusan orang diangkut puluhan mobil mendatangi rumah Pak Citro pada hari yang disebutkan tadi. Semua bertujuan ingin menyaksikan bahwa ada seseorang yang bisa menentukan hari kematiannya sendiri. Akhirnya semua bubar, Pak Citro ternyata masih hidup sampai beberapa tahun kemudian. Selanjutnya aliran kebatinan Murti Tomo Waskito Tunggal ini sepi, pengikutnya sudah tidak percaya lagi..&lt;br /&gt;Ada aliran kebatinan bernama Suwono (Suwung Ono = Kosong tetapi Ada). Keempat orang ini berencana mendatangi tempatnya. Tujuannya hanya minta sarana, bagaimana cara yang mudah untuk memperoleh penghasilan yang cukup. Ketika datang ditempat ini (Pak Sastro nama pemilik rumah ini. Sebutannya Pak Sastro Suwono) , disitu sudah terhidang empat cangkir berisi minuman kopi panas., padahal tak seorangpun yang memberi tahu bahwa akan bertamu kesana. Ini berarti waspada dalam penglihatan. Karena itu keempat orang ini lebih mantap, ingin berguru dengan tujuan untuk dapat memperbaiki perekonomian sehari-hari.&lt;br /&gt;Pelajaran awal adalah cara mengetahui isi saku tiap orang tanpa memegangnya. Pada tahap ini ada diantaranya yang dapat mempraktekkan . Pak Arjo Sopuro tidak bisa melakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah jalan, ketika dalam perjalanan pulang, Pak Arjo Sopuro memberi tahu teman-temannya “Kalau hanya seperti itu, aku besok ya bisa melakukannya”.&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, ketika bertamu lagi kerumah Pak Sastro, Pak Arjo Sopuro dapat menebak seluruh isi saku temannya. Di lain waktu, ada latihan melepaskan roh. Caranya, dengan tiduran, kedua tangan diletakkan di dada. Selanjutnya menahan napas. Pikiran diarahkan kebawah pusar, kemudian dibelokkan kekiri. Pak Kemi bisa melaksanakan. Ketika pikiran dari pusar dibelokkan kekiri, terasa seperti jatuh ketanah! Seluruh badan terasa bergetar.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu ternyata Pak Arjo juga tidak bisa melakukannya. Ditengah perjalanan pulang, Pak Arjo Sopuro berkata lagi “Kalau hanya seperti itu, aku besok juga bisa” . Ternyata pada kesempatan berikutnya dapat melaksanakan latihan tersebut .&lt;br /&gt;Kawannya heran. Dalam hati bertanya : “Siapa yang mengajari kok dia bisa melakukan hal itu ?”. Demikian itu dilakukan berkali-kali, setiap ada latihan baru, pada kesempatan berikutnya Pak Arjo Sopuro tentu dapat melakukannya.&lt;br /&gt;Latihan tersebut dilanjutkan sampai selesai. Ada latihan melihat cahaya dalam sanubari. Bila ada yang melihat cahaya, misal cahaya hijau atau cahaya merah dan sebagainya, semua hanya dikomentari oleh Pak Sastro dengan jawaban “Ya itu”. Tanpa ada penjelasannya. Selanjutnya perguruan Suwono menujukkan adanya dua belas saudara: Aku, Roso, Permono, Indro, Bromo, Bayu, Sukmorojo, Sukmonogo, Jatingarang, Mayonggoseto, Bagindokilir. Tetapi tak ada penjelasan tentang saudara dua belas itu, hanya menyebutkan bahwa dalam badan setiap orang didukung dua belas saudara. Oleh karena itu jika ditanyakan, jawaban Pak Sastro hanya “Ya itu”.&lt;br /&gt;Pada waktu akhir latihan Pak Sastro menunjuk Bapak Arjo Sopuro sambil berkata “ Dia kelak yang akan menjadi guru rohani (dalam bahasa Jawa disebut “peguron”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-4626159429002665157?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/4626159429002665157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/4626159429002665157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/4626159429002665157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-2.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 2)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-8005642538406257802</id><published>2009-08-12T23:33:00.004+07:00</published><updated>2010-03-03T07:45:46.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerohanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuwasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arjo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hyang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pawenang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luhur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suwartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sujud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harjosapuro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wewarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gutomo'/><title type='text'>Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 1)</title><content type='html'>Kamis, 2009 Maret 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 10 September 2008 Rabu Legi jam 22.22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prakata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup Sri Gutomo adalah suatu catatan tentang riwayat hidup Bapak Arjo Sopuro, yang ditulis dari ceritera para mitra terdekatnya. Bukan riwayat Arjo Sopuro, karena yang berkaitan dengan Sapta Darma adalah Sri Gutomo, walaupun kedua nama tersebut sama orangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjalanan hidup Sri Gutomo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diiringi gending ‘Palugangsa dhawah Gdh Widasari’ dilanjutkan Ketawang Subakastawa, hamba mulai menulis. Layaknya cahaya lampu blencong yang menerangi layar pertunjukan wayang kulit, demikianlah karya agung Hyang Maha Suci membuka ceritera perjalanan hidup ini. Wayang kulit sebagai sarananya. Hyang Widhi yang memilikinya. Hyang Maha Kuwasa sebagai penontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak tercatat, kapan Pak Arjo Sopuro mulai bertempat tinggal di kampung Koplakan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur Indonesia. Koplakan itu nama kampung tempat tinggal para pemilik kuda penarik gerobag angkutan (dokar)&lt;br /&gt;Keras hati dan jujur adalah gambaran pribadi Pak Arjo Sopuro. Masih ada lagi, bila tiba saat menepati suatu perjanjian, padahal belum bisa menepati janjinya, tampak sekali sangat kebingungan. Saudagar intan dan berlian di Kediri dan Pare sering menitipkan dagangannya pada Pak Arjo Sopuro karena dapat dipercaya dan selalu menepati janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan abad 20 bekerja sebagai tukang cukur rambut untuk menghidupi isteri, tiga anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Anak pertama bernama Sarjono (almarhum), kemudian Sarjani (almarhum), Surip (putri, disebut mbak Wik) dan Joko. Waktu itu Purboyo, si bungsu, belum lahir. Pada saat ini (pertengahan Maret 2009) hanya tinggal Mbak Wik, Pak Joko dan Pak Purboyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Persahabatan yang sangat erat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pak Arjo Sopuro memiliki banyak punya mitra yang amat akrab layaknya seperti saudara sendiri yaitu Pak Sukemi Handini (sopir angkutan), Pak Joyo Jaimun (tukang sepatu) tidak berputra, Pak Soma Giman (kernet mobil) berputra 12 orang, laki-laki dan perempuan, Pak Darmo (ipar pak Soma Giman). Pak Reso Kasirin (saudagar kain batik), tidak berputra. Kemudian Pak Danu Miharjo (Mantri Guru SD) dan Pak Jumadi (sopir). Masih banyak teman yang lain, yang belum disebut namanya.&lt;br /&gt;Letak paling dekat adalah rumah Pak Reso Kasirin, kemudian Pak Joyo Jaimun, Pak Jumadi dan kemudian rumah Pak Kemi di kampung Gedangsewu. Rumah Pak Danu di gang Pandan, dekat Koplakan, sedangkan Pak Soma Giman di kampung Plongko, setengah kilometer dari rumah Pak Arjo.&lt;br /&gt;Semua kawan ini adalah orang melarat dengan penghasilan yang tidak menentu. Pekerjaan Pak Arjo sebagai tukang cukur hasilnya sangat sedikit, tak cukup untuk menghidupi keluarganya. Dari ketujuh kawan tersebut Pak Kemi (Sukemi Handini) memiliki penghasilan agak lumayan sebab selain dari pekerjaan sebagai sopir (mobil pribadi telah dirampas Jepang) juga memiliki sawah, walaupun hanya seperlima hektar. Rata-rata semuanya berpenghasilan kecil, tak mencukupi untuk menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan: blog ini disertakan label :&lt;br /&gt;Sri , Gutomo, Pawenang, Arjo, Sopuro, Harjosapuro, Suwartini, Hyang, Maha, Kuwasa,  Widhi, Sapta,  Darma,  Kerohanian , warga , wahyu , budi , luhur , sujud , wewarah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-8005642538406257802?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/8005642538406257802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/8005642538406257802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/8005642538406257802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/08/pejalanan-hidup-sri-gutomo-hal-1.html' title='Perjalanan hidup Sri Gutomo      (hal 1)'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8246017789397027377.post-327836850106493139</id><published>2009-03-26T09:23:00.001+07:00</published><updated>2010-03-03T07:45:12.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri gutomo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darmo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapta'/><title type='text'>WAWASAN 1</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 10 September 2008 Rabu Legi jam 22.22&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan hidup Sri Gutomo&lt;/strong&gt; adalah suatu catatan tentang riwayat hidup Bapak Arjo Sopuro, yang ditulis dari ceritera para mitra terdekatnya. Bukan riwayat Arjo Sopuro, karena yang berkaitan dengan Sapta Darma adalah Sri Gutomo, walaupun kedua nama tersebut sama orangnya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan hidup Sri Gutomo.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Diiringi gending ‘Palugangsa dhawah Gdh Widasari’ dilanjutkan Ketawang Subakastawa, hamba mulai menulis. Layaknya cahaya lampu blencong yang menerangi layar pertunjukan wayang kulit, demikianlah karya agung Hyang Maha Suci membuka ceritera perjalanan hidup ini. Wayang kulit sebagai sarananya. Hyang Widhi yang memilikinya. Hyang Maha Kuwasa sebagai penontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tidak tercatat, kapan Pak Arjo Sopuro mulai bertempat tinggal di kampung Koplakan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur Indonesia. Koplakan itu nama kampung tempat tinggal para pemilik kuda penarik gerobag angkutan (dokar)&lt;br /&gt;Keras hati dan jujur adalah gambaran pribadi Pak Arjo Sopuro. Masih ada lagi, bila tiba saat menepati suatu perjanjian, padahal belum bisa menepati janjinya, tampak sekali sangat kebingungan. Saudagar intan dan berlian di Kediri dan Pare sering menitipkan dagangannya pada Pak Arjo Sopuro karena dapat dipercaya dan selalu menepati janji. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada pertengahan abad 20 bekerja sebagai tukang cukur rambut untuk menghidupi isteri, tiga anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Anak pertama bernama Sarjono (almarhum), kemudian Sarjani (almarhum), Surip (putri, disebut mbak Wik) dan Joko. Waktu itu Purboyo, si bungsu, belum lahir. Pada saat ini (pertengahan Maret 2009) hanya tinggal Mbak Wik, Pak Joko dan Pak Purboyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persahabatan yang sangat erat.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pak Arjo Sopuro memiliki banyak punya mitra yang amat akrab layaknya seperti saudara sendiri yaitu Pak Sukemi Handini (sopir angkutan), Pak Joyo Jaimun (tukang sepatu) tidak berputra, Pak Soma Giman (kernet mobil) berputra 12 orang, laki-laki dan perempuan, Pak Darmo (ipar pak Soma Giman). Pak Reso Kasirin (saudagar kain batik), tidak berputra. Kemudian Pak Danu Miharjo (Mantri Guru SD) dan Pak Jumadi (sopir). Masih banyak teman yang lain, yang belum disebut namanya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Letak paling dekat adalah rumah Pak Reso Kasirin, kemudian Pak Joyo Jaimun, Pak Jumadi dan kemudian rumah Pak Kemi di kampung Gedangsewu. Rumah Pak Danu di gang Pandan, dekat Koplakan, sedangkan Pak Soma Giman di kampung Plongko, setengah kilometer dari rumah Pak Arjo.&lt;br /&gt;Semua kawan ini adalah orang melarat dengan penghasilan yang tidak menentu. Pekerjaan Pak Arjo sebagai tukang cukur hasilnya sangat sedikit, tak cukup untuk menghidupi keluarganya. Dari ketujuh kawan tersebut Pak Kemi (Sukemi Handini) memiliki penghasilan agak lumayan sebab selain dari pekerjaan sebagai sopir (mobil pribadi telah dirampas Jepang) juga memiliki sawah, walaupun hanya seperlima hektar. Rata-rata semuanya berpenghasilan kecil, tak mencukupi untuk menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencari “orang tua”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Karena semua merasakan kekurangan dalam mencari nafkah, pada sekitar tahun 1952 , empat bersaudara (Pak Arjo Sopuro, Pak Kemi, Pak Joyo Jaimun dan Pak Soma Giman) ini bermusyawarah, bagaimana caranya untuk memperoleh hasil yang agak lumayan. Keputusannya, akan mencari ‘orang tua’yang dapat menunjukkan jalan untuk menambah penghasilan.&lt;br /&gt;Pada waktu itu di Pare ada aliran kebatinan yang bernama Murti Tomo Waskito Tunggal  yang dipimpin oleh pak Citro. Pengikutnya banyak, lebih lagi dari luar kota Pare. Suatu ketika memberi pengumuman bahwa besok pada hari, tanggal serta jam yang disebutkan , Pak Citro akan kembali ke haribaan Tuhan (wafat). Ratusan orang diangkut puluhan mobil mendatangi rumah Pak Citro pada hari yang disebutkan tadi. Semua bertujuan ingin menyaksikan bahwa ada seseorang yang bisa menentukan hari kematiannya sendiri. Akhirnya semua bubar, Pak Citro ternyata masih hidup sampai beberapa tahun kemudian. Selanjutnya aliran kebatinan Murti Tomo Waskito Tunggal ini sepi, pengikutnya sudah tidak percaya lagi..&lt;br /&gt;Ada aliran kebatinan bernama Suwono (Suwung Ono = Kosong tetapi Ada). Keempat orang ini berencana mendatangi tempatnya. Tujuannya hanya minta sarana, bagaimana cara yang mudah untuk memperoleh penghasilan yang cukup. Ketika datang ditempat ini (Pak Sastro nama pemilik rumah ini. Sebutannya Pak Sastro Suwono) , disitu sudah terhidang empat cangkir berisi minuman kopi panas., padahal tak seorangpun yang memberi tahu bahwa akan bertamu kesana. Ini berarti waspada dalam penglihatan. Karena itu keempat orang ini lebih mantap, ingin berguru dengan tujuan untuk dapat memperbaiki perekonomian sehari-hari.&lt;br /&gt;Pelajaran awal adalah cara mengetahui isi saku tiap orang tanpa memegangnya. Pada tahap ini ada diantaranya yang dapat mempraktekkan . &lt;strong&gt;Pak Arjo Sopuro tidak bisa melakukan&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ditengah jalan, ketika dalam perjalanan pulang, Pak Arjo Sopuro memberi tahu teman-temannya “Kalau hanya seperti itu, aku besok ya bisa melakukannya”.&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, ketika bertamu lagi kerumah Pak Sastro, Pak Arjo Sopuro dapat menebak seluruh isi saku temannya. Di lain waktu, ada latihan melepaskan roh. Caranya, dengan tiduran, kedua tangan diletakkan di dada. Selanjutnya menahan napas. Pikiran diarahkan kebawah pusar, kemudian dibelokkan kekiri. Pak Kemi bisa melaksanakan. Ketika pikiran dari pusar dibelokkan kekiri, terasa seperti jatuh ketanah! Seluruh badan terasa bergetar.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu ternyata &lt;strong&gt;Pak Arjo juga tidak bisa melakukannya&lt;/strong&gt;. Ditengah perjalanan pulang, Pak Arjo Sopuro berkata lagi “Kalau hanya seperti itu, aku besok juga bisa” . Ternyata pada kesempatan berikutnya dapat melaksanakan latihan tersebut .&lt;br /&gt;Kawannya heran. Dalam hati bertanya : “Siapa yang mengajari kok dia bisa melakukan hal itu ?”. Demikian itu dilakukan berkali-kali, setiap ada latihan baru, pada kesempatan berikutnya Pak Arjo Sopuro tentu dapat melakukannya.&lt;br /&gt;Latihan tersebut dilanjutkan sampai selesai. Ada latihan melihat cahaya dalam sanubari. Bila ada yang melihat cahaya, misal cahaya hijau atau cahaya merah dan sebagainya, semua hanya dikomentari oleh Pak Sastro dengan jawaban “Ya itu”. Tanpa ada penjelasannya. Selanjutnya perguruan Suwono menujukkan adanya dua belas saudara: Aku, Roso, Permono, Indro, Bromo, Bayu, Sukmorojo, Sukmonogo, Jatingarang, Mayonggoseto, Bagindokilir. Tetapi tak ada penjelasan tentang saudara dua belas itu, hanya menyebutkan bahwa dalam badan setiap orang didukung dua belas saudara. Oleh karena itu jika ditanyakan, jawaban Pak Sastro hanya “Ya itu”. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada waktu akhir latihan Pak Sastro menunjuk Bapak Arjo Sopuro sambil berkata “ Dia kelak yang akan menjadi guru rohani (dalam bahasa Jawa disebut “peguron”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hubungan keluarga Pak Arjo Sopuro dan Pak Kemi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pak Arjo Sopuro, karena sangat menderita kekurangan penghasilan, jarang-jarang pulang kerumahnya, terutama bila pada hari tersebut tidak memperoleh penghasilan. Tidur di lapaknya yang berada di pinggir jalan Koplakan. Diceritakan, dari empat mitra ini yang punya penghasilan cukup hanya Pak Kemi. Karena itu, bila sedang tak ada yang akan dimakan sekeluarga pada hari itu, kadang menyuruh salah satu puteranya meminjam beras pada Pak Kemi. Hubungan Bu Kemi dan Bu Arjo itu sangat erat, melebihi saudara kandung. Tak ada pikiran lain, malah kebetulan masalah pinjam meminjam itu menjadi pengikat persaudaraan. Umur Pak Kemi jauh lebih tua dari Pak Arjo Sopuro. Karena itu Pak Arjo Sopuro menuakan Pak Kemi dengan sebutan kakak Kemi, dan sebaliknya Pak Kemi hanya menyebut Arjo saja, tanpa sebutan apa-apa. Kelak, ketika Pak Arjo sudah dikenal dengan nama Sri Gutomo, Pak Kemi menyapa dengan sebutan Pak Sri atau Mas Arjo, Pak Arjo dengan segera membetulkan dengan mengatakan “Panggil namaku Arjo saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bapak Sukemi Handini (Pak Kemi)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tokoh Pak Kemi ini penting, karena selama dua tahun awal peristiwa turunnya wahyu sujud, beliaulah yang selalu dipanggil oleh Pak Arjo untuk menyaksikan setiap kali turun wahyu (perintah) dari Hyang Maha Kuasa. Tatkala teman yang lain sudah berdatangan, tetapi Pak Kemi belum datang, Pak Arjo selalu menyuruh memanggilkan beliau. Karena itu beliau disebut sebagai “paseksen” pertama, yang artinya orang yang menjadi saksi pertama dalam penerimaan wahyu.&lt;br /&gt;Pak Kemi berasal dari Demak, dekat kota Kudus dan Semarang, ibukota Jawa Tengah. Ayahnya bernama Saji Joyo Ulomo. Orang berkecukupan, sawahnya beberapa hektar. Sayang Pak Saji Joyo Ulomo kurang giat dalam pertanian. Siang malam kerjanya hanya mengaji (mendalami Al Qur’an) saja. Oleh karena itu, sedikit demi sedikit sawahnya habis terjual. Anak-anaknya menderita kemiskinan. Pak Kemi sejak muda senang mencari ilmu , belajar ilmu pada guru kebatinan dimana-mana. Tak heran bila memiliki banyak ilmu kebatinan (lebih dari 40 ilmu). Beliau pernah bercerita, pada suatu hari mencari bambu dipinggir hutan untuk dijual. Ketahuan penjaga hutan, kemudian dikejar. Sambil membawa satu lonjor bambu, perjaka Sukemi kemudian melompati sungai yang agak lebar. Selamat, tidak tertangkap karena „ilmu“nya. Bambu kemudian dijual.&lt;br /&gt;Sejak saat itu sadar, bila terus menerus demikian keberadaannya, tentu sengsara hidupnya. Kemudian mempunyai rencana untuk menjadi kernet (pembantu sopir) mobil. Setelah rencana tersebut dilaksanakan, lama kelamaan bisa menjadi sopir mobil. Karena rajin menabung, selanjutnya dapat membeli mobil pribadi, dan tercatat sebagai orang pertama di Pare yang memiliki mobil pribadi. Pada waktu penjajahan Jepang, mobil ini dirampas oleh Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanda akan kedatangan wahyu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kembali lanjutan ceritera. Pada suatu malam, tatkala pak Arjo tidur dilapaknya, bermimpi didatangi seorang Raja yang memberikan baju kebesaran kerajaan. Keesokan harinya, tergesa-gesa menemui Pak Kemi. “Semalam aku didatangi seorang Raja, yang kemudian memberiku baju kebesaran kerajaan” Mendengar ucapan ini, pak Kemi mengetahui, bahwa itu adalah tanda akan menerima suatu tugas besar dari Hyang Maha Kuasa. Walaupun demikian, mengacu pada pengetahuan yang dimiliki, Pak Kemi tak boleh menjelaskan maknanya karena yang demikian itu mendahului kehendak Tuhan. Oleh sebab itu, pak Kemi kemudian malah tertawa sambil berkata “ Ya begitu mimpinya orang menderita kemiskinan, menginginkan sesuatu yang menyenangkan yang dapat melupakan penderitaannya”. Tetapi dalam hati merasa bahagia mendengar berita ini. Terbersit dalam hati, kapan tiba waktunya peristiwa tersebut. Sekarang tinggal mengamati dan menunggu saatnya saja.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Wawasan 1. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk mengawali tulisan ini, memerlukan suasana yang santai dan tenang agar apa yang ditulis optimal. Hanya kebetulan gending tersebut diatas yang diputar. Bukan suatu ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hamba mulai menulis, dimaksudkan bahwa penulis menghambakan diri pada pembaca, agar pembaca memahami bahwa penulis "bukan apa-apa" dan tak memiliki kedudukan yang patut diperhatikan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hyang Maha Suci&lt;/strong&gt; bersemayam didalam diri setiap manusia, memiliki cahaya yang dapat menerangi kehidupan setiap orang. Wayang kulit adalah gambaran wadag (badan jasmani). Setiap gambar mewakili pribadi seseorang. Hyang Maha Suci yang menggerakkannya, walaupun sebenarnya digerakkan oleh ki dalang. Seseorang yang ditinggal Hyang Maha Suci akan kehilangan daya hidup, istilah itu disebutkan bagaikan Gatotkaca kehilangan gapit (penunjang dari tanduk kerbau). "Nglumpruk". Tak berdaya sama sekali. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hyang Widhi&lt;/strong&gt; yang memilikinya, diartikan bahwa walaupun Hyang Maha Suci yang menggerakkan, bukan berarti juga yang memiliki. Pemiliknya adalah Hyang Widhi. Sedangkan &lt;strong&gt;Hyang Maha Kuwasa&lt;/strong&gt; penonton sekaligus pemilik rumah dan keseluruhannya. Hyang Maha Kuasa tidak melarang atau menyuruh seseorang untuk berbuat ini-itu. Segala perbuatan manusia akan dibebankan pada Hyang Maha Suci.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pembaca yang terhormat, ini wawasan yang hamba ketahui, tentu pembaca memiliki wawasan yang lebih luas, silahkan menulis komentar, agar pembaca lain memperoleh manfaatnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Banyak orang menyebutkan nama yang salah. Yang benar adalah Arjo Sopuro, bukan Arjo Sepuro, atau Arjo Seputro. Pendidikan hanya sampai klas 3 Sekolah Dasar. Dapat sedikit membaca dan menulis. Mitranya, Pak Kemi, malah tidak pernah bersekolah. Ada yang menulis tahun kelahirannya 1916. Tetapi tak ada catatan atau bukti otentik tentang hal itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- - - - - - - -&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berdasar cerita dari keluarga dekat pak Arjo Sopuro.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Orang tua (ayah) pak Arjo berasal dari Aceh. Ketika masih jejaka, dari Aceh pergi ke Solo (Surakarta) karena ada saudaranya yang tinggal di Solo. Suatu hari ingin pergi ke Kediri. Kemudian Di Kediri (Pare) ketemu jodoh, dan menikah dengan wanita dan lahir bayi laki-laki diberi nama Rohiman. Selanjutnya balik lagi ke Solo untuk mencari kerja, dan dapat pekerjaan di PJKA (Kereta Api). Suatu hari mendapat berita bahwa anaknya (Rohiman) sakit. Dalam perjalanan ke Kediri, singgah dikota Nganjuk mencari obat. Bertemu seorang tua yang mengatakan bahwa anaknya tidak sakit, tetapi sudah meninggal. Tentu saja berita ini sangat mengagetkan dan menyusahkan. Tetapi orang tua tersebut menyuruhnya mencari tolo (sarang tawon) untuk mengurapi (mblonyohi), dan mengatakan jika sembuh agar diganti namanya menjadi Arjo Sopuro yang artinya tetap hidup (Arjo) berkat ampunan (Sopuro= Sepuro=Pangapuro) dari Hyang Maha Kuasa. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bila cerita ini benar, maka peristiwa "racut" yang akan dialami pada bulan Pebruari 1954 adalah pengalaman "mati" yang kedua kali. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pak Arjo hanya memiliki satu adik perempuan yang bersuamikan Pak Sani (almarhum)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- - - - - - - - - -&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kampung Koplakan berada ditengah kota Pare, berseberangan dengan Pasar Lama. Pada waktu itu, kampung kumuh ini dijejali penghuni dengan mata pencaharian seadanya. Sekarangpun setelah lebih dari 50 tahun, masih terlihat kumuh, belum tertata rapi. Didalam kampung yang kumuh tersebut, sosok pribadi Pak Arjo Sopuro terlihat amat menonjol, terutama sifat keras hati dan jujur dan selalu menepati janji. Pribadi yang bertolak belakang dengan keadaan masyarakat sekelilingnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dulu transportasi dilakukan dengan dokar (kereta ditarik kuda). Walaupun ada mobil angkutan, tetapi masih jarang. Para saudagar perhiasan mas dan berlian dari Kediri, setelah menjajakan dagangannya dengan berkeliling, biasanya pulang ke Kediri tanpa membawa sisa dagangannya, khawatir kemalaman dijalan. Mereka menitipkan sisa dagangannya pada Pak Arjo Sopuro, orang yang dapat dipercaya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bedak (lapak) tempat cukur rambut sampai sekarang hampir tak berubah keadaannya. Ditempati putrinya (Mbak Wik) yang berjualan bunga tabur untuk makam. Banyak warga yang menafsirkan sebagai tanda agar warga selalu menebarkan keharuman (nama) dengan perilaku dan budi pekerti yang luhur. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pak Purboyo, putra bungsu, lahir setelah Pak Arjo menerima wahyu sujud. Karena itu diharapkan dapat menjadi penerus beliau (Pak Arjo). Saat ini tinggal di Jakarta, hanya kadang kala pulang ke Pare.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Persahabatan yang sangat erat&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah selesai perang kemerdekaan (tahun 1949) kehidupan rakyat amat sengsara. Dimana-mana banyak orang kelaparan. Untuk menghadapi keadaan demikian ini, kemitraan adalah hal yang lumrah. Saling membagi rejeki dan tolong menolong adalah kehidupan sehari-hari. Karena itu persahabatan antara Pak Arjo dan mitra lain merupakan hal yang wajar. Karena itu, mitranya dari segala kalangan: pedagang, sopir, kernet, guru dan sebagainya. Tetapi semuanya dari kalangan ekonomi rendah. Yang tidak biasa adalah persahabatan itu demikian erat, seolah masing-masing terikat dalam satu kesatuan tugas yang mereka tidak menyadarinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mencari "orang tua"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kebiasaan orang Jawa menjunjung tinggi keberadaan orang yang lebih senior dalam mengarungi samodra kehidupan. Orang-orang tersebut di"tua"kan sebagai tanda menghormati. Dalam kasus ini, "orang tua" adalah orang yang berilmu, yang memiliki doa ampuh atau ilmu pengetahuan supra natural. Keberadaannya selalu dicari orang yang memerlukannya. Entah untuk memberi nasehat dan wawasan atau transfer ilmu. Kebetulan disana ada dua aliran kebatinan yang menjadi tujuannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aliran kebatinan Murti Tomo Waskito Tunggal (bukan Hardo Pusoro) sebenarnya banyak pengikutnya. Tetapi karena pimpinannya "salah langkah" dengan memberi pengumuman atas kematiannya sendiri, ditinggalkan pengikutnya karena terbukti tidak mati. Tetapi aliran lain (Suwono) masih tetap ada selama apa yang diajarkan dapat diterima masyarakat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suwono dari singkatan "suwung" = sesuatu yang kosong atau sesuatu yang tak berisi apa-apa, tak berpenghuni, dan "ono" artinya ada. Dengan kata lain ditempat yang dianggap suwung (tak berpenghuni) itu ada yang menempati. Amat disayangkan bahwa Pak Sastro tidak bisa menjelaskan apa yang dimaksudkannya (yang menempati tempat kosong itu). Semua hal yang diamati dan dirasakan para pengikutnya hanya dijawab "Yo Kuwi" atau "Ya itu". Tanpa penjelasan lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya pada setiap pertemuan, pada awal pelajaran, selalu Pak Arjo tak dapat mempraktekkan pelajarannya, tetapi dilain kesempatan, bisa melakukannya. Para mitranya memprediksi bahwa ada yang mengajari. Tetapi siapa, toh tak pernah ada tamu atau kenalan lain dirumah Pak Arjo. Latihan melihat sinar atau cahaya itu dilakukan dalam keadaan mata tertutup, dan dalam ruangan yang digelapkan.Pelaksanaannya dalam samadi. Nama dua belas saudara. Suwono menunjukkan nama kedua belas saudara yang berada dalam badan wadag (jasmani) setiap orang. Tetapi keberadaannya, termasuk tempatnya, asalnya, dan kegunaannya tidak diterangkan. Setiap pertanyaan dijawab dengan "Yo kuwi" atau "Ya itu". Tentu saja jawaban ini kurang memuaskan. Tetapi paling tidak orang mengetahui bahwa badan wadag ini dihuni oleh dua belas "saudara", dengan nama-nama tersebut diatas. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ramalan.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bahwa pak Sastro menunjuk Pak Arjo akan menjadi guru rohani, bukan berdasar ramalan, tetapi berdasar sifat dan kepribadian Pak Arjo yang patut untuk menjadi guru rohani. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hubungan keluarga Pak Arjo Sopuro dan Pak Kemi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Menurut penuturan, memang antara Pak Arjo dan Pak Kemi itu seperti ada ikatan batin yang sangat erat. Masing-masing seperti tahu apa yang telah dan akan dilakukan dalam kehidupannya. Karena itu tak heran bila hubungan kedua keluarga itu seperti saudara sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bapak Sukemi Handini (Pak Kemi)Pak Kemi ini sebagai saksi pertama turunnya wahyu, dan juga ikut menyaksikan wafatnya Pak Arjo pada tahun 1964. Menurut catatan lahir pada waktu gunung Kelud meletus tahun 1901 dan wafat tahun 1993 dirumahnya dusun Gedang Sewu. Disebut Gedang Sewu karena lahannya dipenuhi pohon pisang. Pak Diman, yang pertama kali menggambar simbol Sapta Darma adalah keponakan Pak Kemi. (Sekitar tahun 2000 Pak Diman masih hidup). Sampai akhir hayat, Pak Kemi tetap menjalankan sujud, dan menjadi tempat bertanya dan memberi saran pengobatan orang-orang, terutama penduduk kecamatan Kepung, dua belas kilometer dari Pare, dikaki gunung Kelud. Tidak pikun, dan ingat semua kejadian yang telah dialami, termasuk awal penerimaan wahyu. Beliau selalu berpesan untuk tidak mendiskusikan apa yang dilihat dan diamati pada waktu sujud, karena itu akan memendekkan umur. Demikian wawasan untuk kali ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Peristiwa kedatangan wahyu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tanggal 26 Desember 1952.&lt;br /&gt;Masih pagi Pak Arjo sudah berada dirumah Pak Kemi di desa Gedang Sewu Pare. Sekitar jam 9.00 pagi, Pak Arjo berkata pada Pak Kemi: “Kakak, aku mau pulang sekarang, akan mendapat pelajaran dari Guru” Mendengar perkataan ini Pak Kemi merasa heran, dalam hati bertanya-tanya “Siapa Gurunya Arjo itu”&lt;br /&gt;- - - - - - - - -&lt;br /&gt;Mohon maaf sebelumnya untuk para pembaca., saya akan menulis saat kejatuhan wahyu, hanya sekedar mengulang ceritera saja, tentu akan banyak kesalahannya, karena tidak turut hadir pada saat kejadian yang sebenarnya. (Umurku baru 9 tahun tatkala itu, dan jaraknya 50 Km dari rumah orang tuaku)&lt;br /&gt;Para saksi, kalau ada yang masih hidup, mohon untuk membetulkan penuturan ini.&lt;br /&gt;- - - - - - - - -&lt;br /&gt;Malam itu (26 Desember 1952) Pak Arjo sedang duduk bersender disalah satu tiang pada dinding rumahnya menghadap ke Barat.&lt;br /&gt;Tak ada yang mengetahui awal mulanya, sekitar jam satu malam, tiba-tiba kedua lengan tangan seolah dipaksa bersikap sedakep, tangan kanan menutupi tangan kiri, begitu pula kedua kaki dipaksa bersila dengan kaki kanan menutupi kaki kiri.&lt;br /&gt;Selanjutnya badan diputar menghadap kearah Timur. Kemudian mulut mengucapkan kalimat :”Allah Hyang Moho Agung, Allah Hyang Moho Rochim, Alah Hyang Moho Adil, Allah Hyang Moho Wasesa, Allah Hyang Moho Langgeng". Kata-kata ini diucapkan dengan keras, spontan dan tak dapat ditahan-tahan.&lt;br /&gt;Setelah selesai, tubuh Pak Arjo menunduk kebawah sampai kening dan hidung menempel dilantai (sujud). Sujud ini berlangsung tiga kali. Sujud pertama, ketika kening dan hidung menempel dilantai, mulutnya mengucapkan “Hyang Moho Suci sujud Hyang Moho Kuwoso” Kalimat itu diulang tiga kali.&lt;br /&gt;Sujud kedua, seperti diatas dengan ucapan “Kesalahane Hyang Moho Suci nyuwun ngapuro Hyang Moho Kuwoso” Juga diulang tiga kali.&lt;br /&gt;Sujud ketiga, ucapan “Hyang Moho Suci Mertobat Hyang Moho Kuwoso”. Ucapan ini diulang tiga kali pula.&lt;br /&gt;Gerak sujud ini tak dapat ditahan atau dibatalkan. Padahal berlangsung mulai sekitar jam satu tengah malam sampai dengan pukul 3.30 pagi, (ayam jago berkokok pagi hari). Setiap kali gerak sujud ini diulang kembali mulai dari awal. Tak dapat dihentikan. Pak Arjo dipaksa melakukannya sampai sangat kepayahan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- - - - - - -&lt;br /&gt;Pagi itu, diliputi rasa takut yang amat sangat, Pak Arjo segera pergi kerumah Pak Kemi, dengan tujuan akan menceriterakan kejadian yang telah dialaminya, mungkin Pak Kemi dapat memberi penjelasan tentang hal ini, sebab Pak Kemi memiliki pengetahuan luas karena sudah pernah berguru empat puluh kali. Harapannya Pak Kemi dapat menerangkan kejadian ini.&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah Pak Kemi, bertemu Pak Kemi sendiri. Belum sampai selesai bercerita tentang kejadian semalam, tubuh Pak Kemi tiba-tiba bergerak melakukan sujud menghadap ke Timur, dan mengucapkan kata-kata seperti yang terjadi dengan Pak Arjo semalam.&lt;br /&gt;Merasakan gerakan disertai getaran yang demikian dahsyat, Pak Kemi tak dapat berkomentar apapun. Kaget dan takjub disertai rasa takut. Setelah istirahat beberapa saat, baru dapat saling berbicara. Kemudian Pak Arjo melanjutkan ceritera tentang apa yang dialaminya semalam. Selanjutnya diambil keputusan untuk bersama mendatangi rumah Pak Joyo Jaimun.&lt;br /&gt;Disana, dirumah Pak Joyo Jaimun, kejadian tersebut terulang kembali. Begitu pula ketika mereka bertiga pergi kerumah pak Soma Giman. Untuk selanjutnya, keempat orang tersebut sepakat untuk melakukan sujud ini dirumah masing-masing. Hanya Pak Arjo , bila malam telah tiba, tidak berani tidur di rumahnya sendiri., merasa takut bila nanti ada gerakan lagi. Karena itu, keempat orang tersebut, bila malam telah tiba, bergantian tidur bersama-sama. Terkadang di rumah Pak Kemi, dirumah Pak Joyo Jaimun , Pak Soma Giman atau dirumah Pak Arjo sendiri di kampung Koplakan itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kampung Koplakan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pada tahun 1952 (turunnya wahyu), kampung Koplakan telah terkenal sebagai tempat kumuh, tempat mangkal para preman yang melakukan berbagai kejahatan. Bila ada pencopet atau pencuri yang ketahuan dan kemudian dikejar orang, arah larinya pasti ke Koplakan. Kalau sudah sampai disana, bersembunyi, dan tak bisa ditemukan, karena disembunyikan oleh orang-orang disana. Dikampung Koplakan ini pula tempat orang melakukan permainan Ni Diwud (Jaelangkung), minum minuman keras, bermabuk-mabukan, orang berjudi dan sebagainya.. Karena itu, penduduk kecamatan Pare menjauhi kampung Koplakan ini , khawatir bila nanti terbawa oleh kelakuan para penghuni disitu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Para sahabat&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Setelah terjadi peristiwa kedatangan wahyu, para sahabat dan mereka yang kenal dengan Pak Arjo, bersama-sama ingin menyaksikan kejadian tersebut, dan kemudian melakukan sujud seperti Pak Arjo. Ternyata gerak tubuh itu tidak terbatas pada sujud saja. Ketika Pak Joyo Jaimun berkata “Aku ingin mengetahui gerak tubuh Sukmo Nogo (Sukma Ular Naga)”, seketika itu pula badannya terbanting kemudian bergeliat-geliat seperti pergerakan ular. Begitu pula tatkala berkata ingin mengetahui gerak Mayonggo Seto (Kera Putih), saat itu pula berceloteh seperti kera dan meloncat-loncat kesana kemari. Latihan ini dilakukan pada malam hari. Terkadang ada suara auman layaknya auman singa, suara kaki berdebugan seperti latihan bela diri dan sebagainya.&lt;br /&gt;Rumah Pak Arjo berdinding gedeg (anyaman bambu) yang berlubang-lubang. Para tetangga sering mengintip dari celah-celah dinding anyaman bambu itu. Salah seorang , ketika sedang asyik mengintip, matanya disengat kalajengking, kemudian berteriak-teriak. Pak Arjo mendekat. Setelah diusap dengan tangan, hilang sakitnya. Selanjutnya ada orang lain yang sakit, dapat disembuhkan pula. Lama kelamaan, banyak orang sakit berdatangan ketempat ini. Semuanya dapat disembuhkan. Karena itu kemudian tersebar berita bahwa ada dukun baru di kampung Koplakan Pare.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kesaksian para pengikut kebatinan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Pada waktu itu banyak pengikut kebatinan yang mendapat firasat bahwa akan terjadi peristiwa kedatangan wahyu besar Orang mengatakan "pulung agung". Karena itu, sebagian besar melakukan ritual mengurangi tidur dimalam hari dan bersemadi ditempat tertentu. Ada beberapa orang melihat dengan mata batin, suatu cahaya besar jatuh menuju kampung Koplakan Pare diikuti dengan suara bergemuruh, dalam sanubari. Benar atau tidak, hamba tidak dapat memberi komentar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Para sahabat Pak Arjo yang telah menjalani sujud, ada yang tetap melakukan sujud sampai akhir hayat. Tetapi banyak pula yang hanya ingin mengetahui ajaran ini, selanjutnya tidak melakukan sujud lagi. Hal tersebut terserah pada pribadi masing-masing. Dari kalangan putri, Ibu Sukemi adalah wanita pertama yang melakukan sujud.Dan tetap melakukan sujud sampai akhir hayat (tahun 2000). Ibu Arjo Sopuro malah belakangan baru sujud. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Wawasan 2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Peristiwa kedatangan wahyu.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Disebutkan bahwa wahyu datang secara tiba-tiba. Tetapi bukan berarti sama sekali tak ada tanda-tanda yang mengawalinya. Setelah merenung dan mengingat ingat, ternyata memang tanda-tanda kedatangan wahyu itu ada, tetapi luput dari pengamatan. Jika mengingat bahwa pada Kamis Pon 26 Desember 1952 sekitar jam 09.00 pagi itu Pak Arjo memberitahu Pak Kemi bahwa ada perintah dari "guru"nya untuk pulang karena akan di"wejang guru", dapat disimpulkan bahwa saat itulah awal kedatangan wahyu tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Proses tersebut berlangsung terus dengan puncaknya terjadi pada jam 01.00 malam hari sampai jam 03.30. Belum berakhir sampai disitu, sebab mitranya: Pak Kemi dan Pak Joyo Jaimun juga merasakan getaran dan gerakan luar biasa tersebut sampai jam 09.00 pagi. Maka proses kedatangan wahyu sujud ini mulai jam 09.00 pagi tanggal 26 Desember 1952 sampai dengan jam 09.00 tanggal 27 Desember 1952. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- - - - - - -&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya pada pembaca, terutama para warga Kerohanian Sapta Darma, karena tanpa perkenan telah menulis proses kedatangan wahyu, yang mungkin berbeda dengan apa yang selama ini telah diketahui para Warga. Ada versi yang mengatakan bahwa orang pertama yang diberitahu tentang kejadian luar biasa ini adalah Pak Joyo Jaimun, mengingat rumahnya paling dekat dengan rumah Pak Arjo. Ada pula yang menulis bahwa Pak Soma Gimanlah yang pertama dituju, dengan catatan Pak Soma Giman orang yang memiliki banyak ilmu. Penulis hanya mencatat, bahwa Pak Kemi sampai akhir hayat (tahun 1993) tetap melakukan sujud sebagai cara untuk menyembah Hyang Maha Kuwasa. Beliaupun tak pernah mempermasalahkan, siapa yang pertama kali didatangi Pak Arjo ketika menerima wahyu tersebut. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s06.flagcounter.com/more/muRT"&gt;&lt;img src="http://s06.flagcounter.com/count/muRT/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=8/maxflags=50/viewers=0/labels=0/" alt="free counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8246017789397027377-327836850106493139?l=wargasaptadarma.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/feeds/327836850106493139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/03/wawasan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/327836850106493139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8246017789397027377/posts/default/327836850106493139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wargasaptadarma.blogspot.com/2009/03/wawasan-1.html' title='WAWASAN 1'/><author><name>Warga Sapta Darma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07193890823123101673</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
